Bullying Bisa Sebabkan Fobia Sosial pada Remaja

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
fobia, pertumbuhan anak, remaja takut keramaian, fobia sosial

Halodoc, Jakarta - Fobia sosial yang dialami pada remaja, ternyata lebih dari sekadar rasa malu dan gugup yang tiba-tiba muncul dan hilang. Kondisi ini merupakan salah satu gangguan psikologis yang rata-rata dialami oleh perempuan remaja. Yuk, kenali lebih jauh dengan fobia sosial, dan faktor apa yang dapat menyebabkannya!

Baca juga: Punya Fobia Parah Sering Dianggap Aneh, Wajarkah?

Apa Itu Fobia Sosial?

Fobia sosial merupakan rasa takut yang berlebihan yang dialami oleh remaja ketika harus berhadapan dengan situasi sosial. Misalnya seperti harus bekerja sama dengan kelompok belajar atau harus tampil di depan kelas untuk mempresentasikan sesuatu. Hal yang mendasari seorang remaja mengidap fobia sosial adalah ketakutan dinilai oleh orang lain atau takut akan membuat malu diri sendiri di mata publik. Kondisi ini dapat memengaruhi kepercayaan diri dan harga diri seseorang, serta dapat mengganggu kinerja seorang remaja di sekolahnya.

Nah, faktor utama penyebab dari fobia sosial pada remaja adalah bullying. Hingga saat ini, bullying memang masih banyak terjadi di sekolah-sekolah di Indonesia. Yuk, baca lebih dalam penjelasan tentang pengaruh bullying terhadap kesehatan mental di bawah ini!

Mengapa Bullying Dapat Menyebabkan Fobia Sosial pada Remaja?

Bullying menjadi salah satu pemicu utama dari fobia sosial yang dialami oleh remaja. Bullying merupakan salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan dari satu individu atau kelompok yang lebih kuat. Tindakan ini dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan mengganggu orang lain yang dinilai lebih lemah dari yang melakukannya. Beberapa tindakan bullying yang biasanya dialami oleh seorang remaja, antara lain:

  1. Intimidasi yang dilakukan secara fisik, dalam bentuk kekerasan fisik seperti mendorong, memukul, atau meludah. Seseorang yang melakukan hal ini biasanya merupakan suatu ancaman bahaya fisik untuk memaksa seseorang melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya.

  2. Intimidasi yang dilakukan secara individu. Kondisi ini bisa dilakukan secara langsung atau online lewat jejaring media sosial seseorang.

  3. Intimidasi yang dilakukan oleh kelompok.

  4. Intimidasi emosional, seperti menghina atau menggoda.

Baca juga: Kenali Ablutophobia, Fobia yang Bikin Orang Takut Mandi

Ciri-Ciri Seseorang Mengidap Fobia Sosial

Seseorang yang pernah mendapat bullying berisiko tinggi untuk mengidap kecemasan, depresi, bahkan memiliki keinginan untuk bunuh diri. Berikut ini ciri-ciri seseorang yang mengidap fobia sosial:

  • Merasa takut dan cemas ketika bertemu orang lain.

  • Gelisah ketika berada di tempat umum.

  • Menghindari ketika menjadi pusat perhatian.

  • Selalu merasa sedang diperhatikan orang.

  • Menghindari kegiatan sosial.

  • Menghindar atau bersembunyi ketika bertemu orang lain yang belum dikenal.

  • Takut untuk menatap lawan bicara.

  • Kecenderungan untuk menyendiri.

  • Adanya penurunan konsentrasi dalam belajar atau berkarya.

  • Tidak mampu tampil baik di muka umum.

Beberapa Tips Mengatasi Fobia Sosial

Seorang anak yang mengidap fobia sosial cenderung merasa cemas, putus asa, atau merasa terasingkan. Kondisi ini dapat mengakibatkan seseorang kesulitan belajar, menjadi pendiam, dan sulit untuk membangun hubungan pertemanan. Beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Ubah cara berpikir. Kecemasan timbul melalui pikiran. Oleh karena itu, salah satu cara mengatasi fobia sosial adalah mengubah cara pikir terhadap lingkungan sekitar.

  2. Jangan menghindar. Paksa diri untuk melakukan aktivitas yang membuat kamu merasa cemas atau yang kamu takuti. Sebab, ketika terbiasa melakukan aktivitas tersebut, rasa takut akan berkurang dan kamu pun bisa jadi lebih percaya diri.

Baca juga: Ketakutan yang Berlebihan, Ini Fakta di Balik Fobia

Kamu ingin berdiskusi langsung dengan psikiater atau psikolog karena kamu merasakan adanya gangguan fobia sosial pada dirimu atau orang terdekatmu? Halodoc bisa jadi solusinya. Dengan aplikasi Halodoc, kamu bisa ngobrol langsung dengan psikiater atau psikolog di mana pun dan kapan pun via Chat atau Voice/Video Call. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!