• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Meningkatkan Kekebalan Tubuh Lansia

Begini Cara Meningkatkan Kekebalan Tubuh Lansia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Halodoc, Jakarta - Tahukah kamu, seiring bertambahnya usia, kekebalan tubuh akan menurun, lho. Hal ini tentu akan membuat orang yang berusia lanjut (lansia) jadi mudah terkena berbagai penyakit, lebih lambat dalam pemulihan infeksi, dan mudah cedera. Namun, sebenarnya hal itu bisa dicegah kok, dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh lansia. 

Sebenarnya, tak hanya lansia saja, meningkatkan kekebalan tubuh penting untuk semua orang, tua maupun muda. Seperti yang diketahui, kekebalan tubuh sangatlah penting dalam melindungi diri dari berbagai gangguan kesehatan. Cara meningkatkan kekebalan tubuh lansia pun sebenarnya tidak jauh berbeda dengan orang berusia muda. Hanya saja, memang ada beberapa poin khusus yang perlu diperhatikan dan dibedakan.

Baca juga: 4 Jenis Penyakit yang Rentan Dialami Lansia

Gaya Hidup Sehat: Cara Meningkatkan Kekebalan Tubuh Lansia

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, betapa kekebalan tubuh sangat penting untuk dimiliki dan ditingkatkan, terutama pada lansia. Nah, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh lansia:

  • Makan Makanan Bergizi Seimbang

Makan makanan bergizi yang kaya akan vitamin dan mineral seperti sayur dan buah, dapat membantu tingkatkan kekebalan tubuh. Sayur dan buah juga mengandung tinggi serat yang dapat mencegah sembelit. Makan makanan sehat dan bergizi seimbang juga dapat membantu mempertahankan berat badan ideal, serta mengurangi stres. Jangan lupa juga untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih 6-8 gelas per hari.

  • Lakukan Olahraga Rutin

Bertambahnya usia bukan berarti tidak perlu melakukan olahraga dan aktivitas fisik lagi, lho. Justru, rutin melakukan olahraga dapat membantu tetap bugar dan meningkatkan kekebalan tubuh lansia. Lakukanlah olahraga ringan, seperti berjalan kaki untuk menjaga sel-sel otak tetap sehat dengan memberikan banyak darah dan oksigen. Selain jalan santai, aerobik juga merupakan salah satu pilihan olaharaga untuk lansia.

Jenis olahraga yang bisa dilakukan adalah senam, gerakan repetisi, dan latihan keseimbangan, seperti berdiri dengan satu kaki dan berjalan dalam 1 garis lurus sebanyak 2-3 kali seminggu, pada lansia sehat. Sementara itu, berbagai senam lansia yang dapat dilakukan antara lain seperti senam jantung, tai-chi, senam osteoporosis, senam tera, poco-poco. 

Baca juga: Tips Mencegah Malnutrisi pada Lansia

Durasi latihan dapat dibuat bervariasi antara 15-60 menit, minimal 3 kali seminggu, optimal 5 kali seminggu, disesuaikan dengan kapasitas fisik lansia. Jangan lupa untuk melakukan pemanasan sebelum senam dan pendinginan setelahnya, serta minum air putih yang cukup sebelum dan sesudah senam, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama senam.

  • Tidur yang Cukup

Penelitian menunjukkan, tidak cukup tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat menurunkan daya tahan tubuh, bahkan pada orang muda yang sehat sekalipun. Jadi, sebaiknya biasakanlah untuk tidur dengan durasi 7-8 jam per hari. Namun, sulit tidur kerap menjadi salah satu masalah pada lansia. Untuk mengatasinya, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Ciptakan kamar tidur yang nyaman dan jangan letakkan televisi atau barang elektronik apapun.
  • Jangan mengonsumsi kafein di sore hari.
  • Jangan tidur siang lebih dari 20 menit.

Jika setelah mencoba cara tersebut masih saja mengalami masalah tidur, sebaiknya segera bicarakan dengan dokter di aplikasi Halodoc lewat chat, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit, untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jadi, jangan lupa download aplikasinya, ya.

  • Kelola Stres dengan Baik

Tahukah kamu bahwa stres dapat mengurangi respon daya tahan tubuh? Ya, stres diyakini dapat memicu masalah lain, seperti pola makan dan tidur yang buruk, keduanya dapat memengaruhi kekebalan tubuh. Oleh karena itu, sebisa mungkin carilah cara untuk mengelola dan mengurangi stres, misalnya mengobrol, bercanda, dan bermain dengan cucu atau keluarga.

Baca juga: Lansia Kerap Mengalami Depresi, Ini Penjelasannya

  • Berhenti Merokok

Bukan rahasia lagi jika rokok berbahaya bagi tubuh. Merokok dapat melemahkan respons daya tahan tubuh, membuat seseorang lebih mudah terserang infeksi, dan menyebabkan peradangan paru-paru. Jika kebiasaan buruk ini berlanjut, hal tersebut dapat membuat tubuh rentan terhadap pneumonia, kanker paru, dan penyakit lain. Jadi, sebaiknya berhenti merokok dan hindari asap rokok dari sekarang.

  • Tetap Bersosialisasi

Menyendiri dan merasa kesepian dapat berbahaya bagi kesehatan. Jika merasa kesepian, lansia lebih mungkin terserang demensia ataupun depresi. Penelitian menemukan bahwa orang yang kesepian memiliki hormon stres lebih tinggi, sehingga menyebabkan peradangan atau pembengkakan, terkait dengan radang sendi dan diabetes. Jadi, tetaplah jalin pertemanan dan bersosialisasi dengan teman-teman lama. 

*artikel ini pernah tayang di SKATA