Diagnosis Sindrom Sheehan dengan Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Diagnosis Sindrom Sheehan dengan Cara Ini

Halodoc, Jakarta – Rutin memeriksakan kesehatan kandungan ketika ibu menjalani kehamilan adalah cara yang tepat untuk menghindari berbagai gangguan kehamilan. Kondisi plasenta yang tidak sesuai atau preeklampsia menjadi gangguan kehamilan yang dapat menyebabkan ibu mengalami sindrom Sheehan.

Baca juga: Preeklamsia saat Hamil Berisiko Alami Sindrom Sheehan

Sindrom Sheehan adalah kondisi yang dapat dialami oleh ibu ketika masa persalinan yang disebabkan rusaknya kelenjar pituitari dan hipofisis. Kondisi ini menyebabkan ibu mengalami perdarahan yang cukup hebat dan tekanan darah yang rendah selama menjalani proses persalinan.

Lakukan Diagnosis untuk Penyakit Sindrom Sheehan

Kelenjar hipofisis adalah kelenjar kecil yang berada di bawah otak dan berfungsi menghasilkan hormon yang memengaruhi produksi ASI, siklus menstruasi, mengendalikan hormon pertumbuhan serta reproduksi seseorang.

Biasanya, gejala dialami oleh pengidap setelah beberapa saat mengalami persalinan. Gejala utama dari sindrom Sheehan adalah gangguan menyusui pada bayi. Namun, ada gejala lain yang dialami oleh ibu, seperti gangguan menstruasi, tekanan darah rendah, kadar gula yang rendah dalam tubuh, tubuh sering merasa kelelahan, bertambahnya berat badan yang cukup drastis, kulit kering, menurunnya nafsu seksual, nyeri sendi dan muncul kerutan di sekitar mata maupun bibir.

Gejala yang disebabkan oleh kondisi sindrom Sheehan menyerupai dengan kondisi yang ibu alami ketika ibu baru saja menjalani proses persalinan, sehingga gejala yang dialami dianggap wajar. Lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika ibu mengalami beberapa gejala yang menjadi tanda kondisi sindrom Sheehan. 

Ada beberapa pemeriksaan atau diagnosis yang dilakukan untuk memastikan penyebab gejala, seperti tes darah yang dilakukan untuk memastikan kondisi kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis.

Baca juga: 11 Tanda Ibu Menyusui Alami Sindrom Sheehan

Selain tes darah, tes stimulasi hormon juga dilakukan untuk melihat respon dari kelenjar hipofisis. Tes pencitraan seperti MRI atau CT Scan juga dilakukan untuk memastikan penyebab gejala dan munculnya kemungkinan lain yang mengganggu kesehatan.

Ibu, Sebaiknya Hindari Penyebab Sindrom Sheehan

Ketika masa kehamilan, kelenjar hipofisis mengalami pembesaran ukuran. Kerusakan pada kelenjar hipofisis disebabkan karena perdarahan yang hebat ketika ibu mengalami proses persalinan. 

Tidak hanya itu, tekanan darah yang rendah ketika ibu menjalani proses persalinan juga menjadi faktor penyebab kelenjar hipofisis mengalami kerusakan. Kondisi ini yang membuat kelenjar tidak berfungsi secara normal dan tidak menghasilkan hormon yang seharusnya diproduksi.

Hindari beberapa gangguan persalinan yang membuat ibu mengalami sindrom Sheehan, seperti:

  1. Solusio plasenta atau kondisi plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum bayi dilahirkan.

  2. Plasenta previa adalah kondisi plasenta menutup jalan lahir bayi secara keseluruhan.

  3. Melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4 kilogram atau bayi kembar dapat meningkatkan risiko ibu mengalami kondisi sindrom Sheehan.

  4. Sebaiknya ibu hamil hindari kondisi preeklampsia selama menjalani masa kehamilan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko sindrom Sheehan.

  5. Penggunaan alat bantu persalinan seperti alat vakum juga meningkatkan risiko ibu mengalami kondisi sindrom Sheehan.

Baca juga: Gejala yang Dialami saat Mengidap Sindrom Sheehan

Lakukan pencegahan sejak dini terhadap sindrom Sheehan dengan melakukan beberapa cara, seperti rutin mengontrol kesehatan kandungan secara rutin. Jangan lupa untuk penuhi kebutuhan cairan selama ibu menjalani masa kehamilan agar ibu terhindar dari gangguan plasenta.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Sheehan’s Syndrome
Healthline. Diakses pada 2019. Sheehan Syndrome
Medline Plus. Diakses pada 2019. Sheehan Syndrome