• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Diwajibkan, Ini Fakta Seputar Vaksin Kanker Serviks
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Diwajibkan, Ini Fakta Seputar Vaksin Kanker Serviks

Diwajibkan, Ini Fakta Seputar Vaksin Kanker Serviks

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 21 April 2022

“Vaksin kanker serviks menjadi vaksin wajib bagi wanita di Indonesia. Namun, kini vaksin gratis hanya akan diberikan pada target sasaran pemerintah yaitu anak perempuan yang duduk di kelas 5 dan 6 SD. Terlepas usia itu atau wanita dewasa perlu membayar sendiri biaya untuk mendapatkan vaksin kanker serviks.”

Diwajibkan, Ini Fakta Seputar Vaksin Kanker Serviks

Halodoc, Jakarta – Kanker serviks menjadi salah satu jenis kanker yang menyebabkan angka kematian paling tinggi pada wanita setelah kanker payudara. Berdasarkan data dari Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) tahun 2020 ada hal yang perlu diperhatikan. Pasalnya, dari 213.546 kasus penyakit kanker terbaru di Indonesia, sebanyak 36.633 atau sekitar 17,2 persen terdeteksi sebagai kasus kanker serviks.

Kondisi ini pun membuat Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menambah daftar vaksin wajib yang perlu didapatkan oleh wanita yaitu vaksin kanker serviks atau vaksin HPV. Vaksin kanker serviks akan menjadi vaksin wajib pemerintah mulai tahun ini. 

Yuk, simak berbagai fakta mengenai vaksin kanker serviks yang menjadi program vaksin wajib pemerintah, di sini!

Fakta Seputar Vaksin Kanker Serviks di Indonesia

Kanker serviks adalah penyakit yang terjadi ketika muncul sel abnormal yang berkembang secara tidak terkendali. Sel abnormal dapat menyebabkan munculnya tumor ganas yang dikenal juga sebagai kanker.

Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi Human papillomavirus sehingga risikonya sangat besar pada orang yang telah melakukan kegiatan seksual secara aktif. Bukan hanya itu, kanker serviks juga bisa dialami akibat adanya faktor pemicu, seperti riwayat penyakit serupa dalam keluarga, obesitas, kebiasaan merokok, hamil atau melahirkan di usia sangat muda, hingga imun tubuh yang rendah.

Jika tidak diatasi dengan baik, penyakit ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk kematian. Untuk itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menerapkan vaksin kanker serviks atau vaksin HPV secara gratis bagi wanita untuk mencegah penyakit ini.

Yuk, simak berbagai fakta seputar vaksin kanker serviks yang menjadi vaksin wajib pemerintah Indonesia:

  1. Vaksin Gratis dan Wajib dalam Program BIAS

Menurut Prima Yosephine, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pengelola Imunisasi Kemenkes, pemberian vaksin HPV dilakukan secara gratis bersamaan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang berlangsung setiap tahunnya. 

Vaksin kanker serviks juga akan diberikan secara gratis pada target sasaran yang diwajibkan yaitu anak kelas 5 dan 6 SD pada bulan Agustus setiap tahunnya. Hal ini menandakan bahwa wanita dewasa (yang sudah di atas usia tersebut atau lepas dari kelas 5 dan 6 SD) tetap harus membayar untuk mendapatkan vaksin kanker serviks yang menjadi daftar vaksin wajib pemerintah.

  1. Vaksin Ini Sudah Berjalan di Beberapa Daerah Indonesia

Program vaksin kanker serviks sudah berjalan di beberapa daerah Indonesia. Tahun 2016 program ini sudah berjalan di DKI Jakarta, kemudian tahun 2017 di Yogyakarta hingga Surabaya, Kota Manado, Kota Makassar, Karanganyar, dan Sukoharjo. Pada 2021, vaksin kanker serviks akan ditujukan bagi anak-anak kelas 5 dan 6 SD yang berada di Jawa Timur, yaitu Kediri dan Lamongan. 

Kementerian Kesehatan telah merencanakan program berjalan tahun 2022 akan berlangsung di Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Program ini menyasar lebih dari 800 ribu anak kelas 5 dan 6 SD dengan target cakupan sebesar 95 persen.

  1. Syarat Pemberian Vaksin 

Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) mengatakan vaksin HPV dapat diterima oleh wanita yang telah berusia 10 sampai 55 tahun. Namun, vaksin dapat diberikan ketika wanita tidak memiliki riwayat dengan penyakit kanker serviks. Artinya vaksin tidak dapat diberikan ketika kamu sudah mengidap penyakit kanker serviks.

Anak usia 10 sampai 13 tahun akan mendapatkan dua dosis suntikan vaksin HPV. Dosis kedua akan diberikan dalam jarak waktu 6 hingga 12 bulan setelah dosis pertama. Sedangkan, di atas 13 tahun hingga dewasa  memerlukan tiga dosis suntikan vaksin HPV. 

Bagi kelompok usia yang tidak masuk ke dalam sasaran program BIAS, termasuk di atas 13 tahun hingga dewasa perlu membayar secara pribadi untuk mendapatkan vaksin HPV. Kisaran harga untuk vaksin HPV pun beragam, mulai dari 1 juta hingga 2 juta rupiah.

Itulah fakta mengenai vaksin kanker serviks yang kini menjadi program wajib pemerintah. Tidak ada salahnya untuk bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai persiapan yang perlu dilakukan untuk menerima vaksin kanker serviks. Kamu bisa download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play.

Tentunya vaksin HPV menjadi salah satu langkah efektif untuk mencegah penyakit kanker serviks. Jadi, jangan ragu untuk melakukan vaksin agar kesehatan tetap terjaga dengan baik.

Referensi:

CNN Indonesia. Diakses pada 2022. Vaksin Kanker Serviks Gratis Buat Kelompok Sasaran, Dewasa Berbayar.
Detik Health. Diakses pada 2022. Penjelasan Lengkap Kemenkes RI Vaksin Kanker Serviks Wajib dan Gratis.
Globocan 2020. Diakses pada 2022. Indonesia.
CDC. Diakses pada 2022. HPV Vaccine.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Cervical Cancer.