Sakit atau Psikologi, Pria Alami Ejakulasi Dini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Sakit atau Psikologi, Pria Alami Ejakulasi Dini

Halodoc, Jakarta – Laki-laki pasti merasakan kecemasan berlebihan jika mengalami ejakulasi dini. Tak heran, karena kondisi ini umum terjadi pada pria, terlebih yang telah melalui masa pubertas. Pada kondisi normal, pria mengalami ejakulasi atau mengeluarkan air mani setelah diberikan menerima penetrasi pertama atau setelah dilakukannya penetrasi ketika berhubungan seksual.

Namun, periode lama ejakulasi pada setiap pria pasti berbeda. Perbedaan ini bisa terjadi pada laki-laki yang sama dalam kurun waktu pemberian rangsangan yang berbeda. Tetapi, diagnosis terjadinya impotensi dilakukan apabila pria mengalami ejakulasi selama 1 hingga 2 menit setelah penetrasi.

Lalu, benarkah ejakulasi dini pada pria terjadi karena penyakit? Ataukah hal ini bisa terjadi karena kondisi psikologi pria tersebut?

Ejakulasi Dini pada Pria, Sakit atau Masalah Psikologi?

Ejakulasi dini bisa terjadi karena berbagai hal. Bahkan, kondisi ini bisa terjadi karena suatu penyakit, bisa pula akibat dari kondisi psikologi sang pria. Namun, kebanyakan pria lebih memilih untuk merahasiakan masalah kesehatan ini dan menggunakan obat penguat. Padahal, hal tersebut berisiko dan bisa mengarah pada terjadinya komplikasi yang serius.

Baca juga: Hindari Ejakulasi Dini dengan Rutin Konsumsi 7 Makanan Ini

Sebenarnya, apa yang menyebabkan seorang pria mengalami ejakulasi dini? Kamu perlu tahu kondisi medis tidak menjadi penyebab tunggal ejakulasi dini pada pria. Beberapa alasan yang dikemukakan mengarah pada faktor usia, alias penuaan.

Tidak hanya itu, hipersensitif turut memegang peranan terhadap terjadinya ejakulasi. Seorang pria yang memiliki sensitivitas tinggi bisa memicu terjadinya impotensi.

Bahkan, beberapa kondisi tersebut bisa mengakibatkan terjadinya impotensi pada pria yang sebelumnya dikatakan sehat atau memiliki jangka waktu ejakulasi yang normal, atau yang sering disebut dengan disfungsi seks. Pada akhirnya, hal ini bisa terjadi seumur hidup jika tidak segera ditangani.

Beberapa hal lain yang turut menyebabkan impotensi adalah hipertensi, gangguan prostat, penyakit jantung, peradangan pada uretra, penggunaan alkohol atau obat-obatan, kadar neurotransmitter pada otak yang tidak normal, hingga efek samping yang ditimbulkan dari jenis obat tertentu yang dikonsumsi.

Baca juga: 5 Cara Alami Mengatasi Ejakulasi Dini

Memang, tidak mudah menentukan penyebab utama terjadinya ejakulasi dini pada pria. Selalu ada lebih dari satu kemungkinan mengapa gangguan medis ini bisa terjadi, baik dari segi medis maupun psikologis, atau penyebabnya adalah kombinasi di antara kedua faktor tersebut.

Bisakah Terjadi Kehamilan?

Masalah impotensi sangat sensitif bagi pasangan, terutama yang ingin merencanakan kehamilan. Namun, kamu perlu tahu bahwa ejakulasi dini tidak pernah menjadi penyebab utama yang dikaitkan dengan masalah kesuburan.

Pasalnya, waktu ejakulasi tidak pernah lagi menjadi hal yang penting selama penetrasi yang dilakukan mencukupi, karena air mani pria mengandung hingga 200 juta sel sperma aktif.

Baca juga: Rajin Olahraga Bisa Cegah Ejakulasi Dini

Jadi, jangan risau ketika kamu terindikasi gejala ejakulasi dini. Tidak perlu malu untuk bertanya pada dokter, karena kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk bisa bertanya pada dokter. Kamu cukup download aplikasi Halodoc di ponsel kamu dan pilih layanan Tanya Dokter. Kapan saja, dokter siap membantu kamu. selamat mencoba!