• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Abses

Abses

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Abses - Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Pengobatan

Pengertian Abses

Abses adalah jaringan massa lunak berwarna merah muda hingga merah tua yang disebabkan oleh infeksi. Abses dapat terasa nyeri dan hangat saat disentuh. Tidak seperti infeksi lain, antibiotik saja biasanya tidak dapat menyembuhkan abses. 

Abses harus dibuka dan dikeringkan agar dapat membaik. Terkadang drainase terjadi dengan sendirinya, tetapi umumnya harus dibuka dengan bantuan kompres hangat atau oleh dokter dalam prosedur yang disebut sayatan dan drainase.

Faktor Risiko

Abses dapat muncul pada area tubuh manapun. Tempat paling umum munculnya abses adalah pada ketiak (aksila), daerah sekitar anus dan vagina (abses kelenjar bartholin), dasar tulang belakang (abses pilonidal), sekitar gigi (abses gigi), dan selangkangan. Peradangan di sekitar folikel rambut juga dapat menyebabkan pembentukan abses, yang disebut bisul (furunkel).

Tidak seperti infeksi lain, antibiotik saja biasanya tidak akan menyembuhkan abses. Secara umum abses harus dibuka dan dikeringkan agar dapat membaik. Terkadang drainase terjadi dengan sendirinya, tetapi umumnya harus dibuka dengan bantuan kompres hangat atau oleh dokter dalam prosedur yang disebut sayatan dan drainase.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko lebih besar mengalami abses. Ini dikarenakan tubuh mengalami penurunan untuk menangkal infeksi. Faktor risiko lain seseorang bisa mengalami abses adalah paparan lingkungan yang kotor, paparan orang dengan jenis infeksi kulit tertentu, kebersihan yang buruk, dan sirkulasi yang buruk.

Baca juga: Kenali 4 Jenis Abses yang Dapat Terjadi pada Tubuh

Penyebab Abses

Ketika penghalang kulit normal rusak, bahkan dari trauma kecil, robekan kecil, atau peradangan, bakteri dapat masuk ke kulit. Abses dapat terbentuk karena pertahanan tubuh mencoba membunuh kuman ini dengan respons peradangan (sel darah putih=nanah). Obstruksi pada kelenjar keringat atau minyak (sebaceous), atau folikel rambut atau kista yang sudah ada sebelumnya juga dapat memicu abses.

Bagian tengah abses mencair dan mengandung sel-sel mati, bakteri, dan partikel lainnya. Area ini mulai tumbuh, menciptakan ketegangan di bawah kulit dan peradangan lebih lanjut pada jaringan di sekitarnya. Tekanan dan peradangan menyebabkan rasa sakit.

Gejala Abses

Gejala abses tergantung pada area mana ia berkembang di tubuh. Tanda-tanda abses kulit dapat meliputi:

  • Pembengkakan halus di bawah kulit.
  • Rasa sakit dan nyeri di daerah yang terkena.
  • Kehangatan dan kemerahan di daerah yang terkena.
  • Penumpukan nanah putih atau kuning yang terlihat di bawah kulit di daerah yang terkena.
  • Demam.
  • Badan panas dingin.

Abses yang berkembang di dalam organ atau di ruang antar organ bisa lebih sulit diidentifikasi daripada abses kulit. Gejalanya bisa tidak jelas dan mungkin tidak ada tanda-tanda eksternal yang jelas.

Gejala abses internal juga dapat bervariasi tergantung lokasi tepatnya di dalam tubuh abses berkembang. Misalnya, abses hati dapat menyebabkan penyakit kuning (kulit dan mata menguning), sedangkan abses di atau dekat paru-paru dapat menyebabkan batuk atau sesak napas.

Gejala umum abses internal dapat meliputi:

  • Ketidaknyamanan di daerah abses.
  • Suhu badan tinggi.
  • Peningkatan keringat.
  • Merasa sakit.
  • Badan panas dingin.
  • Rasa sakit atau bengkak di perut. 
  • Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan.

Diagnosis Abses

Ada beberapa tes yang digunakan untuk mendiagnosis abses, tergantung di mana letaknya. Jika kamu memiliki abses kulit, dokter pertama akan memeriksa daerah yang terkena dan menanyakan sudah berapa lama mengalami abses, apakah pernah terjadi luka, dan apakah juga memiliki gejala lain.

Sampel nanah dapat diambil dari abses dan diperiksa untuk mengidentifikasi penyebab dan cara pengobatannya. Jika kamu memiliki lebih dari satu abses kulit, kamu mungkin diminta untuk memberikan sampel urine. Ini akan diuji untuk glukosa, yang merupakan tanda diabetes. Orang dengan diabetes memiliki peningkatan risiko mengembangkan abses kulit.

Jika kamu kerap mengalami bisul dan abses berulang, dokter mungkin meminta laboratorium untuk menguji bakteri lebih lanjut untuk melihat apakah bakteri itu memproduksi toksin Panton-Valentine leukocidin (PVL). Perawatan tambahan mungkin direkomendasikan, seperti membersihkan area yang terkena termasuk pemberian krim antibiotik, untuk menghentikan bakteri ini hidup di tubuh.

Abses yang berkembang di dalam tubuh lebih sulit didiagnosis daripada abses kulit karena tidak terlihat. Dokter umum akan menanyakan gejala dan kondisi kesehatan lain yang mungkin kamu alami. 

Komplikasi Abses

Dalam beberapa kasus, abses dapat menyebabkan komplikasi serius, beberapa di antaranya adalah:

  • Penyebaran infeksi, berpotensi ke otak atau sumsum tulang belakang.
  • Keracunan darah atau sepsis.
  • Endokarditis, yang merupakan infeksi pada lapisan dalam jantung.
  • Perkembangan abses baru.
  • Kematian jaringan di daerah abses, seperti gangren.
  • Infeksi tulang akut atau osteomielitis.

Baca juga: Enggak Cuma di Kulit, Abses Bisa Terjadi di Mana Saja

Pengobatan Abses

Untuk pengobatan di rumah, kamu dapat mengobati abses kulit dengan cara mengompres area yang terkena dengan air hangat sampai menyusut dan mengering. Temui dokter jika abses membandel dan tidak sembuh. 

Untuk mengeringkan abses, dokter akan memberikan obat mati rasa dan kemudian akan memotong abses agar cairan dapat keluar. Setelah abses mengering, dokter akan mengobati luka. Cara ini dapat membantu menyembuhkan dan mencegah abses muncul kembali. Setelah prosedur selesai, dokter kemungkinan akan meresepkan antibiotik untuk mencegah luka agar tidak terinfeksi.

Kasus abses kulit yang parah umumnya juga diobati dengan antibiotik. Dokter mungkin meresepkan antibiotik seperti dikloksasilin atau sefaleksin jika kamu memiliki salah satu dari berikut ini:

  • Abses di wajah, yang memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan komplikasi.
  • Selulitis.
  • Lebih dari satu abses.
  • Sistem kekebalan tubuh. 

Jika MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureu) adalah penyebab abses, biasanya dokter akan meresepkan klindamisin atau doksisiklin untuk melawan infeksi.

Pencegahan Abses

Menjaga kebersihan dengan mencuci kulit dengan sabun dan air secara teratur adalah tindakan pencegahan abses yang paling sederhana. Berhati-hatilah agar tidak melukai diri sendiri saat mencukur ketiak atau area kemaluan.

Cari pertolongan medis segera untuk setiap luka tusukan, terutama jika:

  • Terdapat kotoran pada luka 
  • Luka tusukan disebabkan oleh gigitan manusia, serangga atau hewan.
  • Memiliki salah satu kondisi medis yang tercantum.
  • Sedang menjalani pengobatan steroid atau kemoterapi.

Baca juga: Kenalan dengan Abses Gigi pada Anak

 

Kapan Harus ke Dokter?

Biasanya abses dapat sembuh dengan sendirinya setelah pecah dan mengering. Kamu perlu melakukan kunjungan dokter jika abses yang dialami memiliki luka yang lebih besar dari 1 sentimeter, luka semakin terasa sakit, demam di atas 38 derajat celsius dan terdapat garis merah yang menyebar dari abses.

Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Tanpa perlu repot antre, kamu hanya perlu datang di waktu yang telah kamu tentukan sebelumnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi: 
WebMD.com. Diakses pada 2021. Abscess: Causes, Symptoms, Tests, and Treatment.
Healthline. Diakses pada 2021. Abscess.

Diperbarui pada 04 November 2021.