03 March 2019

Faktor Risiko yang Meningkatkan Wanita Terkena Menoragia

Faktor Risiko yang Meningkatkan Wanita Terkena Menoragia

Halodoc, Jakarta – Menoragia adalah perdarahan menstruasi yang berat atau berkepanjangan. Ini dapat berhubungan dengan sejumlah kondisi termasuk masalah dengan rahim, hormon, atau kondisi lainnya.

Selama siklus menstruasi, jika telur tidak dibuahi, maka lapisan rahim rusak dan berdarah. Telur dan lapisan rahim kemudian dikeluarkan selama periode. Masalah atau kondisi hormon yang memengaruhi rahim dapat menyebabkan perdarahan hebat. Penyakit lain atau gangguan pendarahan juga bisa menyebabkannya.

Baca juga: 7 Tanda Haid Tidak Normal yang Harus Kamu Waspadai

Masalah hormon bisa karena ketidakseimbangan estrogen dan progesteron atau hormon lainnya. Sedangkan masalah dengan rahim, meliputi fibroid (tidak bersifat kanker), kanker, masalah kehamilan (seperti, keguguran atau kehamilan ektopik), penggunaan alat kontrasepsi (IUD) dan kondisi lain, misalnya tiroid, penyakit ginjal atau hati, kanker, ataupun gangguan pendarahan juga dapat menyebabkan perdarahan hebat.

Gejala Menoragia

Jika kamu harus mengganti pembalut atau tampon setiap 1–2 jam karena basah kuyup atau berdarah lebih dari 7 hari, kunjungi penyedia layanan kesehatan. Bercak atau pendarahan di antara menstruasi juga merupakan tanda masalah. Selain itu, beberapa gejala lainnya, yaitu:

  1. Perlu menggunakan perlindungan sanitasi ganda untuk mengontrol aliran menstruasi

  2. Perlu bangun untuk mengubah perlindungan sanitasi pada malam hari

  3. Pendarahan lebih dari satu minggu

  4. Melewati gumpalan darah lebih besar dari seperempat

  5. Membatasi aktivitas harian karena aliran menstruasi yang berat

  6. Gejala anemia, seperti kelelahan atau sesak napas

Risiko Menoragia

Faktor-faktor risiko bervariasi berdasarkan usia dan apakah kamu memiliki kondisi medis lain yang dapat memicu menoragia. Dalam siklus normal, pelepasan sel telur dari ovarium merangsang produksi progesteron tubuh, hormon perempuan yang paling bertanggung jawab menjaga periode menstruasi teratur.

Ketika tidak ada sel telur yang dilepaskan, progesteron yang tidak cukup dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang berat. Menoragia pada gadis remaja biasanya disebabkan oleh anovulasi. Gadis remaja sangat rentan terhadap siklus anovulasi pada tahun pertama setelah periode menstruasi pertama mereka (menarche).

Baca juga: 6 Trik Atasi Nyeri Haid saat di Kantor

Menoragia pada perempuan usia reproduksi yang lebih tua biasanya disebabkan oleh patologi uterus, termasuk fibroid, polip, dan adenomiosis. Tapi, masalah lain, seperti kanker rahim, gangguan perdarahan, efek samping obat, dan penyakit hati atau ginjal harus disingkirkan.

Pendarahan menstruasi yang berlebihan atau berkepanjangan dapat menyebabkan kondisi medis lainnya, termasuk:

  • Anemia

Menoragia dapat menyebabkan anemia kehilangan darah dengan mengurangi jumlah sel darah merah yang bersirkulasi. Jumlah sel darah merah yang bersirkulasi diukur dengan hemoglobin, yaitu protein yang memungkinkan sel darah merah untuk membawa oksigen ke jaringan.

Anemia defisiensi besi terjadi ketika tubuh berusaha menebus sel darah merah yang hilang dengan menggunakan simpanan zat besi untuk membuat lebih banyak hemoglobin, kemudian dapat membawa oksigen pada sel darah merah. Menoragia dapat menurunkan kadar zat besi cukup untuk meningkatkan risiko anemia defisiensi besi.

Baca juga: Telat Datang Bulan Bisa Jadi Tanda 6 Penyakit Ini

Tanda dan gejala termasuk kulit pucat, kelemahan dan kelelahan. Meskipun diet berperan dalam anemia defisiensi besi, masalahnya dipersulit oleh periode menstruasi yang berat.

  • Sakit parah

Seiring dengan perdarahan menstruasi yang berat, kamu mungkin mengalami kram menstruasi yang menyakitkan (dismenore). Terkadang kram yang berhubungan dengan menoragia cukup parah, sehingga memerlukan evaluasi medis.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai faktor risiko yang meningkatkan perempuan terkena menoragia, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.