24 October 2018

Gara-Gara Dystonia, Postur Tubuh Bisa Terganggu?

Gara-Gara Dystonia, Postur Tubuh Bisa Terganggu?

Halodoc, Jakarta - Dystonia adalah kelainan gerakan ketika kontraksi pada otot tidak terkendali. Kontraksi tersebut membuat bagian tubuh yang mengidapnya memutar tanpa sadar, sehingga mengakibatkan gerakan yang berulang atau postur tubuh tidak normal. Dystonia dapat memengaruhi otot, kelompok otot, hingga seluruh bagian tubuh.

Dystonia disebut juga gangguan gerakan, yaitu keadaan otot tidak normal yang membuat otot kejang. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh penyakit saraf atau efek samping dari obat. Kelainan tersebut mempunyai gejala seperti kontraksi otot secara terus-menerus yang membuat gerakan tidak normal dan sering terjadi berulang kali. Gerakan tersebut biasanya memutar atau memiliki pola dan mirip dengan getaran.

Penyakit ini dapat memengaruhi area tubuh dan juga beberapa otot. Dystonia dapat menyerang siapa saja, baik itu pria, wanita, anak-anak, muda, tua, atau pun latar belakang. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai macam rasa nyeri dan tingkat kecacatan pada tahap ringan hingga berat.

Gejala Dystonia

Gejala dari dystonia terbagi dari yang sangat ringan hingga sangat berat. Dystonia mampu memengaruhi bagian tubuh yang berbeda dari gejala yang dirasakan dan terbagi dalam beberapa stadium. Gejala awal dystonia yaitu tungkai kaki yang seperti seret atau dragging leg, kaki terasa kram, leher terasa ditarik, sulit berbicara, dan kedipan mata tidak dapat dikendalikan.

Seseorang yang mengidap dystonia juga merasakan sakit dan kelelahan karena kontraksi otot yang konstan. Lalu ketika terjadi pada anak-anak, umumnya pertama-tama akan terjadi pada kaki atau tangan. Setelah itu, terjadi pada bagian tubuh lain. Ketika telah tumbuh remaja, pengidap bisa saja mengalami pelambatan perkembangan dystonia.

Ketika terjadi pada seseorang yang telah dewasa, awalnya akan menyerang bagian atas tubuh. Setelah itu, progres penyakit tersebut melambat. Dystonia pada orang dewasa dapat memengaruhi salah satu bagian tubuh (fokal) atau lebih dari satu bagian tubuh yang berdekatan (segmental).

Penyebab Dystonia

Penyebab dari dystonia belum diketahui secara pasti. Walau begitu, ada beberapa yang diperkirakan menyebabkan hal tersebut terjadi, yaitu:

  1. Kondisi Medis

Kondisi medis dapat menyebabkan seseorang mengidap dystonia. Pada sebagian besar anak-anak yang mengidap kondisi ini, mereka mengalami penyakit lain seperti cerebral palsy atau gangguan gerakan. Lalu, dystonia yang menyerang orang dewasa biasanya disebabkan oleh stroke atau tumor. Hal lain yang dapat menyebabkan dystonia yaitu cedera kepala, infeksi, dan gangguan pada fungsi otak.

  1. Reaksi Obat

Reaksi obat juga dapat menyebabkan dystonia terjadi. Obat-obatan seperti dopamin, yang biasanya digunakan untuk mengobati gangguan kejiwaan, dapat membuat orang tersebut mengalami dystonia.

  1. Faktor Genetik

Faktor genetik juga dapat menyebabkan seseorang mengidap dystonia. Pada anak-anak, mungkin saja ia mendapatkan gen abnormal ini dari orangtuanya.

Pengobatan Dystonia

Untuk pengobatan dystonia, belum ada satu pun perawatan yang dapat dilakukan. Salah satu metode pengobatan yang paling efektif adalah dengan beradaptasi dengan hal-hal yang mungkin akan memicu gejala dystonia, seperti kaki kram dan nyeri.

Lalu, penyuntikkan botulinum neurotoxin atau botox pada otot-otot yang mengalami dystonia dapat membantu mengobati masalah yang terjadi, terutama pada pergelangan tangan atau jari. Botox hanya efektif untuk jangka waktu tertentu. Walau begitu, pengobatan ini tidak dapat berdampak sama pada semua orang. Namun, akan ada peningkatan dan pengurangan rasa sakit.

Jadi, benar adanya jika dystonia dapat memengaruhi postur tubuh seseorang. Apabila kamu mempunyai pertanyaan seputar dystonia atau masalah kesehatan lainnya, cobalah untuk berdiskusi dengan dokter di Halodoc. Caranya hanya dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu! Selain itu, kamu juga bisa membeli obat di Halodoc. Pesananmu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Praktis kan?

Baca juga: