Gerakan untuk Mengatasi Posisi Bayi Sungsang

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Gerakan untuk Mengatasi Posisi Bayi Sungsang

Halodoc, Jakarta - Melahirkan sang buah hati dengan cara normal tentu menjadi keinginan setiap ibu. Selain biaya yang lebih murah, persalinan normal tidak membutuhkan waktu penyembuhan yang lama bila dibandingkan dengan persalinan caesar. Ibu perlu tahu, persalinan normal bisa dilakukan jika fisik ibu berada dalam kondisi prima, kehamilan berlangsung tanpa adanya risiko komplikasi, dan posisi bayi normal dengan kepala di bawah. 

Lalu, bagaimana jika posisi bayi sungsang atau kepala masih berada di atas ketika mendekati waktu persalinan? Jika posisi sang janin belum berubah hingga batas waktu ia dilahirkan, biasanya dokter mengambil jalan aman dengan melakukan operasi caesar. Pada beberapa kasus kehamilan, posisi bayi tidak mau berbalik dengan kepala di bawah ketika tiba masa lahir. 

Baca juga: 3 Hal yang Bisa Ibu Lakukan Bila Bayi Sungsang

Gerakan untuk Mengatasi Posisi Bayi Sungsang

Sayangnya, hingga kini apa yang membuat bayi berada pada posisi melintang alias sungsang masih belum diketahui. Namun, posisi bayi melintang ini lebih umum ditemui pada ibu yang memiliki riwayat kelahiran prematur pada kehamilan sebelumnya, memiliki bentuk rahim yang terbilang tidak normal, terdapat jaringan parut di bagian rahim, hamil lebih dari satu kali, mengalami kehamilan kembar, mengidap plasenta previa, dan air ketuban terlalu sedikit atau terlalu banyak. 

Risiko terjadinya komplikasi pada bayi dengan posisi sungsang yang dilahirkan dengan metode operasi caesar disinyalir lebih rendah jika dibandingkan dengan kelahiran normal. Namun, risiko komplikasi pada ibu dengan posisi bayi sungsang sama besarnya, baik melahirkan secara normal maupun caesar. Lantas, adakah cara untuk mengatasi posisi bayi melintang ini?

Baca juga: Posisi Bayi Sungsang, Bisakah Ibu Melahirkan Normal?

Ternyata, ada gerakan-gerakan pada senam atau yoga untuk membantu memutar posisi bayi yang melintang kembali ke posisi normal. Sebelumnya, dokter tentu melakukan pemeriksaan posisi janin terlebih dahulu pada usia kehamilan 30 minggu. Jika bayi berada pada posisi sungsang, berikut gerakan yang membantu mengubah kembali posisi janin, yaitu:

  • Memiringkan panggul. Posisi ini diawali dengan berbaring telentang, angkat sedikit panggul. Lalu, letakkan bantal di bawah pinggul diikuti dengan gerakan menekuk lutut. Tahan posisi ini hingga sekitar 10 menit, dan sebaiknya lakukan sebelum makan dan bayi sedang aktif. Supaya hasilnya lebih maksimal, lakukan setidaknya tiga kali sehari. 
  • Dada ke lutut. Awali gerakan dengan berlutut di atas matras, angkat pantat ke atas. Posisikan kepala, bahu, dan dada menempel pada matras. Buka kaki lebar, usahakan agar paha tidak menempel pada bagian perut. Tahan posisi ini sekitar 15 menit. 
  • Mengangkat panggul. Awali gerakan ini dengan berbaring, posisikan lutut menekuk ke arah atas. Lalu, taruh kedua tangan dalam posisi sejajar di sisi tubuh. Tarik napas dalam-dalam, dan naikkan perut secara perlahan. Tahan selama beberapa saat, kemudian turunkan perut sembari membuang napas. Lakukan gerakan ini hingga 10 kali dalam satu hari. 

Baca juga: Yang Perlu Ibu Tahu Tentang Kelahiran Sungsang

Tidak hanya itu, yoga, pilates, berenang, hingga berjalan kaki juga bisa membantu memperbaiki posisi bayi sungsang kembali nomal. Lakukan maksimal selama 150 menit dalam waktu satu minggu. Namun, ibu tetap harus bertanya dahulu pada dokter, karena kebutuhan setiap ibu hamil tidak sama, ini bergantung pada kondisi kehamilan dan kesehatan ibu. Ibu bisa bertanya langsung pada dokter kandungan kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa bertanya langsung pada dokter kapan pun dan di mana pun. Mudah, kan?

Referensi: 
Baby Centre UK. Diakses pada 2019. How Can I Turn My Breech Baby Naturally?
American Pregnancy Association. Diakses pada 2019. Breech Births.
Familydoctor. Diakses pada 2019. Exercise During Pregnancy.