• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gerakan untuk Mengatasi Posisi Bayi Sungsang
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gerakan untuk Mengatasi Posisi Bayi Sungsang

Gerakan untuk Mengatasi Posisi Bayi Sungsang

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 08 September 2021
Gerakan untuk Mengatasi Posisi Bayi Sungsang

“Normalnya, kepala bayi telah memasuki panggul saat mendekati waktu persalinan. Namun, bayi dengan posisi sungsang punya risiko yang lebih besar apabila dilahirkan secara pervaginam. Ada beberapa gerakan yang bisa bumil lakukan untuk mengubah posisi sungsang bayi. Mulai dari memiringkan panggul, dada ke lutut atau mengangkat panggul.”

Halodoc, Jakarta - Melahirkan sang buah hati dengan cara normal tentu menjadi keinginan setiap ibu. Selain biaya yang lebih murah, persalinan normal tidak membutuhkan waktu penyembuhan yang lama bila dibandingkan dengan persalinan caesar. Ibu perlu tahu, persalinan normal bisa dilakukan jika fisik ibu berada dalam kondisi prima, kehamilan berlangsung tanpa adanya risiko komplikasi, dan posisi bayi normal dengan kepala di bawah.

Lalu, bagaimana jika posisi bayi sungsang atau kepala masih berada di atas ketika mendekati waktu persalinan? Jika posisi sang janin belum berubah hingga batas waktu ia dilahirkan, biasanya dokter mengambil tindakan lain dengan melakukan operasi caesar. Pada beberapa kasus kehamilan, posisi bayi tidak mau berbalik dengan kepala di bawah ketika tiba masa lahir.

Baca juga: 3 Hal yang Bisa Ibu Lakukan Bila Bayi Sungsang

Gerakan untuk Mengatasi Posisi Bayi Sungsang

Risiko terjadinya komplikasi pada bayi dengan posisi sungsang yang dilahirkan dengan metode operasi caesar, disinyalir lebih rendah jika dibandingkan dengan kelahiran normal. Namun, risiko komplikasi pada ibu dengan posisi bayi sungsang sama besarnya, baik melahirkan secara normal maupun caesar. Lantas, adakah cara untuk mengatasi posisi bayi melintang ini?

Ternyata, ada gerakan-gerakan pada senam atau yoga untuk membantu memutar posisi bayi yang melintang kembali ke posisi normal. Sebelumnya, dokter tentu melakukan pemeriksaan posisi janin terlebih dahulu pada usia kehamilan 30 minggu. Jika bayi berada pada posisi sungsang, berikut gerakan yang membantu mengubah kembali posisi janin, yaitu:

  • Memiringkan panggul. Posisi ini diawali dengan berbaring telentang, angkat sedikit panggul. Lalu, letakkan bantal di bawah pinggul diikuti dengan gerakan menekuk lutut. Tahan posisi ini hingga sekitar 10 menit, dan sebaiknya lakukan sebelum makan dan bayi sedang aktif. Supaya hasilnya lebih maksimal, lakukan setidaknya tiga kali sehari. 
  • Dada ke lutut. Awali gerakan dengan berlutut di atas matras, angkat pantat ke atas. Posisikan kepala, bahu, dan dada menempel pada matras. Buka kaki lebar, usahakan agar paha tidak menempel pada bagian perut. Tahan posisi ini sekitar 15 menit. 
  • Mengangkat panggul. Awali gerakan ini dengan berbaring, posisikan lutut menekuk ke arah atas. Lalu, taruh kedua tangan dalam posisi sejajar di sisi tubuh. Tarik napas dalam-dalam, dan naikkan perut secara perlahan. Tahan selama beberapa saat, kemudian turunkan perut sembari membuang napas. Lakukan gerakan ini hingga 10 kali dalam satu hari.

Baca juga: Posisi Bayi Sungsang, Bisakah Ibu Melahirkan Normal?

Tidak hanya itu, yoga, pilates, berenang, hingga berjalan kaki juga bisa membantu memperbaiki posisi bayi sungsang kembali normal. Lakukan maksimal selama 150 menit dalam waktu satu minggu. 

Jenis dan Penyebab Posisi Sungsang

Posisi sungsang bayi juga dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut jenis-jenis sungsang yang perlu bumil ketahui:

  • Sungsang lengkap. Posisi ini ditandai dengan bokong bayi yang mengarah ke bawah dengan kaki terlipat di lutut dan kaki di dekat bokong.
  • Frank breech. Sementara posisi ini ditandai dengan bokong bayi yang mengarah ke jalan lahir dengan kaki menjulur lurus ke depan tubuhnya dan kaki di dekat kepala.
  • Footling breech. Dalam posisi ini, satu atau kedua kaki bayi mengarah ke bawah dan akan keluar sebelum bagian tubuh lainnya.

Melansir dari American Pregnancy, penyebab sungsang tidak diketahui pasti hingga saat ini. Namun, data menunjukkan bahwa kelahiran sungsang lebih sering terjadi:

  • Pada kehamilan berikutnya.
  • Pada kehamilan kembar.
  • Ada riwayat persalinan prematur.
  • Rahim memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit cairan ketuban.
  • Rahim yang berbentuk tidak normal atau rahim dengan pertumbuhan abnormal, seperti fibroid.
  • Bumil mengidap plasenta previa.

Baca juga: Yang Perlu Ibu Tahu Tentang Kelahiran Sungsang

Namun, ibu tetap harus bertanya dahulu pada dokter sebelum melakukan posisi tertentu untuk atasi sungsang, Ini karena kebutuhan setiap ibu hamil tidak sama dan bergantung pada kondisi kehamilan dan kesehatan ibu. Ibu bisa bertanya langsung pada dokter kandungan kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa bertanya langsung pada dokter kapan pun dan di mana pun. Mudah, kan? 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi: 
Baby Centre UK. Diakses pada 2019. How Can I Turn My Breech Baby Naturally?
American Pregnancy Association. Diakses pada 2019. Breech Births.
Familydoctor. Diakses pada 2019. Exercise During Pregnancy.