Hari Tuberculosis Sedunia, Ini yang Perlu Diketahui tentang TBC

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Hari Tuberculosis Sedunia, Ini yang Perlu Diketahui tentang TBC

Halodoc, Jakarta – Tanggal 24 Maret dirayakan sebagai hari Tuberculosis (TBC) sedunia. Meski sudah banyak dikenal, ternyata masih ada saja anggapan-anggapan salah yang beredar tentang penyakit yang satu ini.

Penyakit TBC sering dikaitkan dengan kejadian batuk berdarah. Padahal, gejala penyakit ini bukan hanya batuk berdarah dan tidak semua batuk yang disertai darah sudah pasti tanda TBC.

TBC adalah penyakit paru-paru yang terjadi karena serangan kuman bernama Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menyebabkan pengidapnya mengalami gejala berupa batuk yang berlangsung lebih dari tiga minggu. Batuk yang menjadi gejala penyakit ini biasanya disertai dahak dan terkadang mengeluarkan darah.

Gejala lain juga sering muncul, yaitu demam, lemas, nafsu makan menurun, nyeri dada, serta berkeringat di malam hari. Selain gejalanya, ada beberapa hal lain seputar TBC yang perlu diketahui dan diwaspadai. Apa saja?

  • Sangat Mudah Menular

Kabar buruknya, penyakit yang satu ini sangat mudah menular dari satu manusia ke manusia lainnya. Penularan virus penyebab TBC bisa terjadi melalui percikan ludah yang keluar dari pengidap TBC. Biasanya, ini terjadi saat pengidap TBC berbicara, batuk, atau bersin. Penyakit ini menjadi lebih mudah menyerang orang yang memiliki sistem kekebalan rendah, misalnya pengidap HIV.

  • Penyakit Mematikan

Organisasi kesehatan dunia alias World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman tuberculosis, tidak terkecuali di Indonesia. Bahkan, Indonesia disebut berada di peringkat kedua yang memiliki pengidap TBC terbanyak di dunia setelah India. Karena sangat mudah menular, penyakit ini bahkan digadang-gadang sebagai penyebab kematian nomor satu di Indonesia.

Baca juga: 10 Gejala Tuberkulosis yang Wajib Diketahui

  • Mendeteksi Penyakit TBC

Jangan abaikan batuk yang berlangsung terus-menerus, bahkan hingga lebih dari tiga minggu. Bisa jadi, batuk yang terjadi merupakan tanda adanya penyakit serius, salah satunya TBC. Penting untuk segera melakukan pemeriksaan jika batuk tak kunjung reda atau muncul gejala lain yang memperparah kondisi.

Penyakit tuberkulosis bisa dideteksi dengan melakukan pemeriksaan dahak. Selain itu, ada beberapa jenis pemeriksaan lain yang juga harus dilakukan untuk memastikan TBC, di antaranya rontgen dada, tes darah, atau tes kulit (mantoux).

  • Pengobatan Segera Meningkatkan Peluang Sembuh

Semakin cepat TBC dideteksi dan diobati, semakin besar pula peluang pengidapnya mengalami kesembuhan. Penyakit ini bisa disembuhkan jika pengidapnya patuh minum obat. Untuk mengatasi penyakit TBC, seseorang harus minum beberapa jenis obat khusus dalam waktu yang cukup lama, yaitu minimal 6 bulan.

  • Bisa Menyerang Organ Lain

Tak hanya menyerang paru-paru, kuman TBC juga bisa menginfeksi organ lain di tubuh. Kuman penyebab TBC juga bisa menyerang ginjal, usus, otak, atau TBC kelenjar. Penyakit TBC selain paru-paru, biasanya menyerang orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah, misalnya pengidap AIDS.

Baca juga: Bukan Cuma Paru-Paru, Tuberkulosis Juga Serang Organ Tubuh Lain

  • TBC Laten

TBC laten adalah jenis infeksi kuman yang tidak menimbulkan gejala. Dalam kondisi ini, kuman TBC hanya masuk ke paru-paru, kemudian bersembunyi sampai suatu hari berubah aktif dan menimbulkan gejala. Selain tidak menimbulkan gejala, TBC laten juga tidak menular.

Baca juga: Waspadai Komplikasi Akibat Tuberkulosis

Masih penasaran dan butuh informasi lebih seputar TBC? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!