01 December 2018

Hipertensi Bisa Sebabkan Gagal Ginjal Kronis

Hipertensi Bisa Sebabkan Gagal Ginjal Kronis

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya organ tubuh, ginjal merupakan salah satu organ yang “pekerja keras”. Organ ini mesti menyaring zat-zat buangan (limbah) dalam tubuh, baik yang berasal dari makanan, obat-obatan, maupun zat beracun. Tak cuma itu, ginjal juga menyaring 200 liter darah tiap harinya. Oleh sebab itu, bila organ yang satu ini bermasalah, pastinya sederet masalah kesehatan siap menunggu.

Dari berbagai macam gangguan pada ginjal, gagal ginjal kronis merupakan masalah yang perlu diwaspadai. Kata ahli, gagal ginjal kronis merupakan penurunan fungsi ginjal di batas normal. Ginjal pengidap penyakit ini enggak bisa lagi menyaring kotoran, mengontrol air dalam tubuh, hingga mengatur kadar garam dan kalsium dalam darah. Alhasil, zat-zat metabolisme yang tak berguna akan menetap dan mengendap di dalam tubuh sehingga membahayakan kondisi tubuh.

Nah, dari banyaknya faktor yang bisa menyebabkan masalah pada ginjal, hipertensi merupakan penyebab gagal ginjal kronis yang sering menghantui. Lho, apa hubungannya hipertensi dengan masalah ginjal?

Rusaknya Pembuluh Darah

Umumnya, banyak orang mengira kalau tekanan darah tinggi cuma akrab dengan penyakit jantung saja. Padahal, hipertensi ini juga bisa merusak pembuluh darah di ginjal. Di dalam ginjal sendiri terdapat jutaan pembuluh darah kecil yang fungsinya sebagai penyaring guna mengeluarkan produk sisa darah.

Nah, kalau pembuluh darah di ginjal ini rusak, alhasil ada kemungkinan aliran darah berhenti membuang limbah dan cairan ekstra dari tubuh. Inilah biang keladinya. Sebab, bila ekstra cairan di dalam pembuluh darah meningkat, maka tekanan darah juga bisa meningkat. Kamu harus tahu, ini adalah siklus berbahaya.

Selain itu, seiring berjalannya waktu, bila hipertensi tidak terkontrol maka akan menyebabkan arteri di sekitar ginjal ini menyempit, melemah, dan mengeras. Kerusakan pada arteri ini akan menghambat darah yang diperlukan oleh jaringan pada ginjal.

Sayangnya, orang yang pengidap penyakit ginjal karena hipertensi, seringkali tidak merasakan gejala apa-apa. Namun, ketika dilakukan pemeriksaan darah dan urine, barulah diketahui kondisi ginjal sudah parah, bahkan gagal ginjal.

Kenali Gejala Keduanya

Menurut penelitian dalam American Heart Association, kini makin banyak saja orang sehat yang mengidap hipertensi tanpa menyadarinya. Nah, para ahli menyebut keadaan ini sebagai hipertensi bertopeng. Sesuai namanya, saat seseorang diperiksa hasil tekanan darahnya oleh dokter, dia mungkin memiliki tekanan darah yang stabil. Namun, di lain waktu tekanan darahnya bisa meroket, misalnya pada malam hari. Menariknya, risiko hipertensi yang enggak terdeteksi ini sering dialami oleh orang-orang muda, terutama pria.

Kebanyakan tekanan darah tinggi juga enggak memiliki gejala. Namun dalam beberapa kasus, hipertensi ini bisa menyebabkan sakit kepala. Nah, penyakit ginjal pun seperti itu, enggak memiliki gejala pada tahap awal.

Jadi, seseorang bisa saja telah mengalami pembengkakan yang disebut edema. Hal ini terjadi saat ginjal tidak dapat menyingkirkan cairan ekstra dan garam. Edema ini bisa terjadi di kaki, pergelangan kaki, dan kadang di tangan atau wajah.

Lalu, setelah fungsi ginjal sudah menurun, barulah gejala-gejalanya akan timbul. Contohnya, mual, muntah, kesulitan berkonsentrasi, kehilangan nafsu makan, masalah tidur, gatal atau mati rasa, kulit kering, ataupun sesak napas. Enggak cuma itu saja, terkadang fungsi ginjal yang sudah terganggu juga bisa membuat turunnya berat badan, kulit menjadi gelap, sakit dada, dan peningkatan atau penurunan frekuensi buang air kecil

Punya keluhan di ginjal atau masalah kesehatan lainnya? Kamu bisa lho bertanya kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: