• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hipertensi Bisa Sebabkan Gagal Ginjal Kronis

Hipertensi Bisa Sebabkan Gagal Ginjal Kronis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hipertensi Bisa Sebabkan Gagal Ginjal Kronis

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya jangan abaikan kondisi tekanan darah tinggi yang kamu alami terus-menerus. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit. Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali menjadi salah satu gejala adanya gangguan pada ginjal.

Baca juga: 5 Tanda Awal Gagal Ginjal yang Perlu Diketahui

Tentunya kondisi ini perlu diatasi dengan segera agar tidak menyebabkan berbagai komplikasi yang lebih parah pada kesehatan. Lalu, apa alasan tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menyebabkan gagal ginjal? Nah, tidak ada salahnya simak ulasan dalam artikel ini, mengenai kaitan hipertensi dan gagal ginjal!

Alasan Hipertensi Sebabkan Gagal Ginjal Kronis

Mengutip American Heart Association, ginjal dan sistem peredaran darah bergantung satu sama lain untuk menunjang kesehatan yang baik. Ginjal membantu menyaring limbah dan cairan ekstra dari darah, dan mereka menggunakan banyak pembuluh darah selama proses penyaringan tersebut.

Ketika pembuluh darah menjadi rusak, nefron yang menyaring darah tidak menerima oksigen dan nutrisi yang mereka butuhkan agar berfungsi dengan baik. Inilah sebabnya tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah penyebab utama kedua gagal ginjal. Seiring waktu, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol menyebabkan arteri di sekitar ginjal menyempit, melemah, atau mengeras. Arteri yang rusak ini tidak mampu memberikan cukup darah ke jaringan ginjal.

Sayangnya, orang yang mengidap penyakit ginjal karena hipertensi, sering tidak merasakan gejala. Namun, ketika dilakukan pemeriksaan darah dan urine, barulah diketahui kondisi ginjal sudah parah, bahkan sudah masuk ke tahap gagal ginjal.

Gejala Hipertensi dan Gangguan Ginjal

Banyak orang-orang sehat yang kini mengidap hipertensi namun tidak menyadarinya. Nah, para ahli menyebut keadaan ini sebagai hipertensi bertopeng. Sesuai namanya, saat seseorang diperiksa hasil tekanan darahnya oleh dokter, dia mungkin memiliki tekanan darah yang stabil. Namun, di lain waktu tekanan darahnya bisa saja meroket, misalnya pada malam hari. Risiko hipertensi semacam ini sering dialami oleh orang-orang muda, terutama pria.

Kebanyakan tekanan darah tinggi juga tidak memiliki gejala. Namun dalam beberapa kasus, hipertensi ini bisa menyebabkan sakit kepala. Jika kamu mengalami sakit kepala yang tidak kunjung sembuh, jangan ragu untuk bertanya pada dr. Adhi Permana,SpPD,K-GH melalui aplikasi Halodoc. Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Dokter Adhi Permana berpraktek dan menjabat sebagai kepala staf medis penyakit dalam di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang, serta aktif sebagai dosen pengajar di FK Muhammadiyah Palembang. Beliau menyelesaikan studi kedokteran di Universitas Sriwijaya dengan keahlian ilmu penyakit dalam dan konsultan ginjal dan hipertensi. 

Pemeriksaan yang dilakukan sedini mungkin membantu deteksi sejak awal sehingga penanganan bisa segera dilakukan. Nah, beberapa gejala yang patut dicurigai tersebut, antara lain:

1. Berkurangnya jumlah urin atau kesulitan buang air kecil;

2. Edema (retensi cairan), yang ditandai dengan pembekakan, terutama pada tungkai bawah;

3. Lebih sering buang air kecil, terutama di malam hari.

Baca juga: 5 Olahraga yang Dapat Membantu Pengobatan Darah Tinggi

Langkah Perawatan Terhadap Kondisi Gagal Ginjal Kronis

Kerusakan ginjal yang kamu alami biasanya bersifat permanen. Namun jangan khawatir, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan agar kondisi ginjal tidak semakin memburuk:

1. Usahakan agar mengontrol tekanan darah dan memeriksakannya secara teratur.

2. Jaga pola makan sehat;

3. Lakukan olahraga ringan, seperti berjalan, setidaknya selama 30 menit setiap hari;

4. Minumlah obat yang diresepkan dokter.

Untuk pengidap tekanan darah tinggi dan penyakit ginjal, perawatan yang penting adalah mengontrol tekanan darah melalui perubahan gaya hidup. ACE inhibitor dan angiotensin II receptor blocker (ARB), yakni obat menurunkan tekanan darah biasanya diresepkan untuk melindungi ginjal dari kerusakan lebih lanjut, tetapi perawatan bisa berbeda-beda tiap orang. Kerusakan ginjal yang cukup parah biasanya akan diatasi dengan melakukan dialisis dan juga tindakan transplantasi ginjal.

Komplikasi yang Ditimbulkan Akibat Gagal Ginjal Kronis

Bukan hanya berkaitan dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi, gagal ginjal kronis yang tidak diatasi dengan baik dapat memicu berbagai gangguan kesehatan lainnya, seperti:

1. Asam Urat

Asam urat merupakan penyakit yang paling umum dialami akibat kondisi gagal ginjal. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa penyakit asam urat juga bisa menyebabkan gagal ginjal.

2. Anemia

Ginjal membantu tubuh untuk membuat sel darah merah. Ketika ginjal mengalami gangguan, kondisi ini meningkatkan risiko tubuh mengalami kekurangan sel darah merah. Biasanya, kondisi ini dikenal sebagai anemia.

3. Gangguan Jantung

Ginjal menjadi salah satu organ yang berhubungan dengan banyak organ vital dalam tubuh, salah satunya jantung. Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, kondisi ini juga bisa memicu gangguan jantung.

4. Penumpukan Cairan dalam Tubuh

Ginjal yang sehat dapat membantu mengeluarkan kelebihan cairan dari darah. Namun, jika ginjal mengalami gangguan, kondisi ini menyebabkan ginjal tidak dapat mengeluarkan kelebihan cairan dalam tubuh. Hal ini membuat tubuh mengalami penumpukan cairan yang dapat memicu berbagai gangguan pada jantung hingga paru-paru.

Baca juga: 6 Cara Ampuh Mengontrol Tekanan Darah

Itulah mengapa sangat penting bagi kita untuk menjaga kesehatan organ tubuh, termasuk ginjal. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan ginjal. Mulai dari rutin berolahraga, membatasi asupan garam dan gula, mengontrol tekanan darah, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, hingga berhenti merokok maupun mengonsumsi alkohol.

Mudahkan? Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan ginjal dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit terdekat. Yuk, download Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2021. How High Blood Pressure Can Lead to Kidney Damage or Failure.
Web MD. Diakses pada 2021. Kidney Disease Caused by High Blood Pressure. 
American Kidney Foundation. Diakses pada 2021. Chronic Kidney Disease.
Healthline. Diakses pada 2021. 8 Ways to Keep Your Kidney Healthy.