Hipertensi Bisa Sebabkan Gagal Ginjal Kronis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Hipertensi Bisa Sebabkan Gagal Ginjal Kronis

Halodoc, Jakarta - Dari sekian banyak organ tubuh, tahukah kamu organ mana yang dijuluki sebagai 'pekerja keras'? Ya, jawabannya adalah ginjal. Organ ini dijuluki sebagai pekerja keras karena ia mesti menyaring zat-zat buangan (limbah) dalam tubuh, baik yang berasal dari makanan, obat-obatan, maupun zat beracun. Ginjal bertugas untuk menyaring 200 liter darah tiap harinya.

Jadi, dipastikan kamu akan mengalami masalah kesehatan yang serius jika terdapat masalah di ginjal. Nah, dari banyaknya faktor yang menyebabkan masalah pada ginjal, hipertensi merupakan penyebab gagal ginjal kronis yang sering menghantui. Lantas, bagaimana bisa kondisi ini terjadi?

Baca juga: 5 Tanda Awal Gagal Ginjal yang Perlu Diketahui

Alasan Hipertensi Sebabkan Gagal Ginjal

Mengutip American Heart Association, ginjal dan sistem peredaran darah bergantung satu sama lain untuk menunjang kesehatan yang baik. Ginjal membantu menyaring limbah dan cairan ekstra dari darah, dan mereka menggunakan banyak pembuluh darah selama proses penyaringan tersebut.

Ketika pembuluh darah menjadi rusak, nefron yang menyaring darah tidak menerima oksigen dan nutrisi yang mereka butuhkan agar berfungsi dengan baik. Inilah sebabnya tekanan darah tinggi (HBP atau hipertensi) adalah penyebab utama kedua gagal ginjal. Seiring waktu, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol menyebabkan arteri di sekitar ginjal menyempit, melemah atau mengeras. Arteri yang rusak ini tidak mampu memberikan cukup darah ke jaringan ginjal.

Sayangnya, orang yang mengidap penyakit ginjal karena hipertensi, sering tidak merasakan gejala. Namun, ketika dilakukan pemeriksaan darah dan urine, barulah diketahui kondisi ginjal sudah parah, bahkan sudah masuk ke tahap gagal ginjal.

Baca juga: 5 Olahraga yang Dapat Membantu Pengobatan Darah Tinggi

Gejala Hipertensi dan Gangguan Ginjal

Banyak orang-orang sehat yang kini mengidap hipertensi namun tidak menyadarinya. Nah, para ahli menyebut keadaan ini sebagai hipertensi bertopeng. Sesuai namanya, saat seseorang diperiksa hasil tekanan darahnya oleh dokter, dia mungkin memiliki tekanan darah yang stabil. Namun, di lain waktu tekanan darahnya bisa saja meroket, misalnya pada malam hari. Risiko hipertensi semacam ini sering dialami oleh orang-orang muda, terutama pria.

Kebanyakan tekanan darah tinggi juga tidak memiliki gejala. Namun dalam beberapa kasus, hipertensi ini bisa menyebabkan sakit kepala. Jadi, segera periksakan diri ke rumah sakit jika kamu mengalami sakit kepala yang tidak kunjung sembuh. Pemeriksaan yang dilakukan sedini mungkin membantu deteksi sejak awal sehingga penanganan bisa segera dilakukan. Buat janji segera melalui aplikasi Halodoc, dan ikuti semua saran kesehatan yang dokter berikan kelak. 

Nah, beberapa gejala yang patut dicurigai tersebut antara lain:

  • Berkurangnya jumlah urin atau kesulitan buang air kecil;
  • Edema (retensi cairan), yang ditandai dengan pembekakan, terutama pada tungkai bawah;
  • Lebih sering buang air kecil, terutama di malam hari.

Langkah Pencegahan dan Pengobatannya

Cara mencegah kerusakan ginjal akibat tekanan darah tinggi, ini langkah yang bisa dilakukan:

  • Usahakan agar mengontrol tekanan darah dan memeriksakannya secara teratur;

  • Jaga pola makan sehat;

  • Lakukan olahraga ringan, seperti berjalan, setidaknya selama 30 menit setiap hari;

  • Minumlah obat yang diresepkan dokter.

Baca juga: 6 Cara Ampuh Mengontrol Tekanan Darah

Untuk pengidap tekanan darah tinggi dan penyakit ginjal, perawatan yang penting adalah mengontrol tekanan darah melalui perubahan gaya hidup. ACE inhibitor dan angiotensin II receptor blocker (ARB) yakni obat menurunkan tekanan darah biasanya diresepkan untuk melindungi ginjal dari kerusakan lebih lanjut, tetapi perawatan bisa berbeda-beda tiap orang. 

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2019. How High Blood Pressure Can Lead to Kidney Damage or Failure.
Web MD. Diakses pada 2019. Kidney Disease Caused by High Blood Pressure.