Ini Alasan Hewan Ternak Bisa Sebabkan Tinea Barbae

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini Alasan Hewan Ternak Bisa Sebabkan Tinea Barbae

Halodoc, Jakarta - Merupakan infeksi jamur kulit yang menyerang area berambut di wajah dan leher, tinea barbae umumnya menyerang pria dewasa, dan nyaris tidak pernah terjadi pada anak-anak. Penyakit kulit ini banyak dialami oleh peternak hewan yang sering berkontak langsung dengan hewan-hewan ternak. Mengapa demikian?

 

Hal ini karena infeksi tinea barbae disebabkan oleh jamur bernama Trichophyton verrucosum, yang banyak ditemukan pada hewan ternak, dan jamur Trichophyton mentagrophytes var equinum yang berasal dari kuda. Namun pada beberapa kasus, jamur jenis Trichophyton rubrum dan Trichophyton violaceum juga bisa menyebabkan tinea barbae.

Baca juga: Aneh tapi Nyata, Pogonophobia Rasa Takut Terhadap Jenggot

 

Ketika terinfeksi, gejala yang muncul adalah peradangan parah pada area janggut atau kumis, yang ditandai dengan kemunculan benjolan merah, bengkak, bernanah, atau berkerak di wajah. Benjolan tersebut tidak terasa gatal ataupun sakit, tetapi rambut-rambut pada area yang terinfeksi dapat rontok dengan mudah.

 

Oleh karena itu, jika kamu atau ada orang terdekatmu yang menjadi peternak hewan, sebaiknya jaga selalu kebersihan dan kesehatan hewan-hewan ternaknya, ya. Periksakan kesehatan hewan ternak secara berkala, dan pisahkan hewan ternak yang terinfeksi jamur dengan yang sehat, untuk mencegah penyebaran penyakit. 

 

Setelah berkontak dengan hewan ternak, atau hewan apapun yang tidak terjamin kesehatannya, segera cuci tangan hingga benar-benar bersih. Jika mengalami gejala atau gangguan kesehatan usai berkontak dengan hewan, bicarakan dengan dokter. Sekarang, diskusi dengan dokter bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja lewat fitur Chat atau Voice/Video Call.

Baca juga: Ketahui Penyebab Kurap Bisa Muncul di Wajah

 

Bagaimana Mendiagnosis Tinea Barbae?

Memastikan diagnosis tinea barbae dapat dilakukan dengan mengerok kulit yang terinfeksi untuk diperiksa di bawah mikroskop. Pemeriksaan di mikroskop dilakukan dengan menggunakan larutan kalium hidroksida yang berfungsi untuk memperlihatkan elemen jamur pada sampel.

 

Selain pemeriksaan melalui mikroskop, pemeriksaan kultur sampel bagian tubuh yang terinfeksi juga dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis tinea barbae. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan agar-agar, sebagai media untuk melihat pertumbuhan jamur, dan membutuhkan waktu sekitar 3 minggu untuk membuahkan hasil. 

 

Umumnya, diagnosis tinea barbae dapat dipastikan dengan pemeriksaan melalui mikroskop atau kultur sampel yang terinfeksi, tetapi kadang diperlukan juga pemeriksaan tambahan. Pemeriksaan tambahan tersebut adalah biopsi kulit, yang dilakukan dengan mengamati perubahan yang terjadi pada kulit di bawah mikroskop. Sebab, terkadang elemen jamur sulit terlihat.

 

Semua prosedur untuk memastikan diagnosis itu perlu dilakukan sesuai anjuran dokter. Jadi jika kamu merasa mengalami gejala-gejala tinea barbae, langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah memeriksakan diri ke dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

 

Baca juga: Jarang Mandi Bisa Buat Kulit Kena Kadas dan Kurap

 

Pengobatan untuk Tinea Barbae

Pada kasus yang ringan, pengobatan tinea barbae dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan antijamur topikal, seperti krim, losion, atau sampo antijamur. Pengidap biasanya dianjurkan untuk mencukur rambut di bagian yang terinfeksi terlebih dahulu, sebelum mengaplikasikan antijamur topikal.

 

Namun pada kasus yang lebih parah, diperlukan obat-obatan tablet untuk dikonsumsi. Salah satunya adalah griseofulvin yang biasanya dianjurkan untuk dikonsumsi selama 2–3 minggu. Obat ini bekerja dengan cara menghambat perkembangan sel-sel jamur. 

 

Umumnya, tinea barbae dapat sembuh jika diobati dengan benar. Lesi yang bengkak pun akan mereda dalam waktu beberapa bulan. Namun, jika penyakit ini tidak diobati, pengidap dapat mengalami kebotakan dengan luka parut.

 

Referensi:
Doctor Fungus. Diakses pada 2019. Tinea Barbae.
MSD Manual. Diakses pada 2019. Tinea Barbae.