Ini Alasan Stres Bisa Sebabkan Dermatographia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Alasan Stres Bisa Sebabkan Dermatographia

Halodoc, Jakarta - Kalau kulit terasa gatal, kamu pasti menggaruknya untuk mengurangi rasa gatal yang membuat tidak nyaman. Pada kondisi normal, permukaan kulit mengalami perubahan warna kemerahan, tetapi lambat laun akan menghilang. Namun, tidak jika kamu mengidap dermatographia atau dikenal dengan penyakit tulisan pada kulit. 

Bahkan, goresan dapat menyebabkan timbulnya luka atau reaksi yang mirip dengan reaksi alergi pada pengidap. Biasanya, penyakit ini sering dialami oleh anak-anak dan remaja, terlebih jika ada riwayat atau mengalami kelainan kulit lain, misalnya dermatitis. 

Benarkah Stres Menyebabkan Dermatographia?

Muncul anggapan dari para profesional medis bahwa dermatographia adalah reaksi alergi yang terjadi ketika antibodi spesifik dilepaskan sebagai bentuk respon terhadap goresan, tekanan, atau iritasi ringan pada kulit. Respon ini mendorong pelepasan histamin yang menyebabkan kerutan. 

Baca juga: Ini Alasan Pengidap Dermatitis Rentan Terkena Dermatographia

Namun, ternyata ada kemungkinan bahwa terjadinya dermatographia juga melibatkan faktor genetik. Ini artinya, kelainan kulit ini diturunkan dari orangtua kepada anak-anak atau penerus mereka berikutnya. Lalu, benarkah stres menyebabkan dermatographia? Ternyata, stres menjadi pemicu dermatographia menjadi lebih buruk. 

Mengapa demikian? Stres memperlambat fungsi normal tubuh, termasuk sistem pencernaan dan kekebalan tubuh. Pada akhirnya, hal ini berdampak pada pernapasan yang menjadi lebih cepat begitu pula dengan aliran darah, kewaspadaan, dan penggunaan otot tubuh. 

Seseorang yang merasa tidak cukup kuat untuk menghadapinya memiliki reaksi yang lebih kuat dan memicu terjadinya berbagai masalah kesehatan. Pasalnya, stres memengaruhi setiap orang dengan berbagai cara. Bahkan, beberapa pengalaman yang terbilang positif memicu stres, seperti memiliki anak, naik jabatan, melakukan perjalanan, dan pindah rumah. Ini terjadi karena dibutuhkan tenaga dan tanggung jawab yang lebih besar dari seharusnya, pun kebutuhan untuk menyesuaikan diri yang terkadang memicu munculnya rasa stres tersebut. 

Baca juga: Bagaimana Cara Mengobati Dermatographia?

Masalah Lain yang Memicu Terjadinya Dermatographia

Selain stres, dermatographia bisa terjadi jika seseorang memiliki riwayat alergi, infeksi, menggunakan obat tertentu, berlatih yang melibatkan gesekan atau gosokan kulit yang berlebihan seperti gulat, dan gesekan berlebihan kulit pada pakaian atau tempat tidur. Pun, seseorang yang memiliki kulit kering, riwayat penyakit dermatitis, penyakit tiroid, dan kelainan saraf atau penyakit dalam yang menyebabkan kulit gatal rentan mengalami dermatographia. 

Oleh karena lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja, dermatographia ini harus mendapatkan penanganan, terlebih lagi kalau dipicu oleh stres. Jangan sampai anak yang mengalami stres tidak mendapat penanganan. Segera buat janji dengan dokter ahli kulit di rumah sakit terdekat agar anak mendapatkan pertolongan dan terhindar dari komplikasi. 

Tindakan Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Salah satu cara mencegah terjadinya dermatographia adalah perubahan gaya hidup untuk mencegah terjadinya iritasi pada kulit. Beberapa cara yang direkomendasikan termasuk menghindari penggunaan pakaian dengan bahan seperti wol atau kain sintetis karena keduanya menjadi pemicu iritasi kulit yang paling umum terjadi. 

Baca juga: Pemeriksaan untuk Deteksi Dermatographia

Lalu, pakailah sabun yang tidak mengandung wangi-wangian. Bersihkan dulu tempat tidur sebelum digunakan, dan gunakan pelembap apabila memiliki kulit kering. Tentu saja, yang tidak kalah pentingnya adalah mengelola stres, karena stres bisa menghadirkan beragam penyakit pada tubuh. 

Referensi: 
Medical News Today. Diakses pada 2019. Why Stress Happen and How to Manage it.
Healthline. Diakses pada 2019. What Is Dermatographia?
Medical News Today. Diakses pada 2019. Causes and Treatment of Skin Writing.