Ini Kondisi yang Memerlukan Bedah Laparoskopi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini Kondisi yang Memerlukan Bedah Laparoskopi

Halodoc, Jakarta - Gangguan yang terjadi di perut dapat disebabkan oleh banyak hal. Maka dari itu, pemeriksaan yang tepat harus dilakukan agar tidak salah ambil tindakan. Salah satu tindakan yang dilakukan untuk mengatasi gangguan pada perut dan panggul adalah bedah laparoskopi.

Hal ini adalah jenis prosedur dengan bedah yang membuat dokter melakukan operasi tanpa harus membuat sayatan yang besar. Selain itu, bedah laparoskopi bisa dilakukan untuk mengatasi beberapa kondisi ini. Berikut ini kondisi yang bisa diatasi dengan bedah laparoskopi!

Baca juga: Inilah yang Dimaksud dengan Laparoskopi

Kondisi yang Memerlukan Bedah Laparoskopi

Bedah laparoskopi adalah teknik khusus yang dilakukan saat melakukan operasi. Prosedur ini digunakan untuk memeriksa organ yang berada di dalam perut. Bedah laparoskopi termasuk cara operasi dengan risiko yang rendah karena hanya membutuhkan sayatan kecil.

Hal ini dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut dengan laparoskop yang berguna untuk melihat organ perut. Alat ini berupa tabung panjang dan tipis dengan alat pencahayaan serta kamera resolusi yang tinggi. Laparoskop dimasukkan melalui sayatan pada dinding perut dan akan mengirimkan gambar ke monitor video.

Dokter dapat melihat bagian dalam perut kamu secara langsung tanpa melakukan operasi terbuka. Selain itu, dokter juga memungkinkan untuk mendapat sampel biopsi selama prosedur dilakukan. Hal tersebut mendeteksi gangguan yang terjadi pada organ tersebut.

Bedah laparoskopi dapat dilakukan untuk beberapa kondisi, antara lain:

  1. Masalah Pencernaan

Salah satu kondisi yang bisa diatasi dengan bedah laparoskopi adalah masalah pencernaan. Meski dapat diobati dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan, beberapa kondisi mungkin memerlukan prosedur ini. Orang yang dioperasi akan mendapatkan sayatan 7-10 cm untuk memasukkan alat tersebut.

Beberapa gangguan pencernaan yang dapat diatasi agar tidak menyebabkan komplikasi adalah penyakit Crohn, kanker kolorektal, divertikulitis, inkonsistensi usus, kolitis ulserativa, dan sembelit parah. Prosedur ini menyebabkan rasa sakit yang lebih sedikit dan penyembuhan yang lebih cepat.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terhadap bedah laparoskopi, dokter dari Halodoc dapat membantu. Caranya, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone kamu! Atau segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat apabila kamu memiliki masalah di bagian perut. Kini bisa membuat janji dengan dokter secara online, caranya melalui aplikasi Halodoc, ya!

Baca juga: Ketahui Operasi Laparoskopi untuk Mengangkat Usus Buntu

  1. Gangguan pada Perut

Bedah laparoskopi juga bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan di perut dan sekitarnya, seperti liver dan hati. Fungsi utama dari perut adalah menyimpan dan memecah makanan serta cairan yang dikonsumsi sebelum dicerna lebih lanjut di organ lainnya. Jika terjadi gangguan, bedah laparoskopi dapat mengatasinya.

Perut dapat mengalami gangguan karena keseimbangan perut yang bermasalah. Berikut ini gangguan yang umum terjadi berhubungan dengan perut, yaitu mual dan mulas, diare, tukak lambung, dan penyakit Crohn. Melalui bedah laparoskopi, tidak banyak bekas yang ditinggalkan ketika dilakukan.

Baca juga: Yang Perlu Diperhatikan Jika Mengatasi Kista dengan Laparoskopi

Seberapa Amankah Bedah Laparoskopi ketika Dilakukan?

Cara operasi ini sama amannya dengan operasi terbuka tradisional. Selain itu, operasi ini hanya membutuhkan sayatan yang kecil sehingga bekas dari sayatan tersebut tidak terlalu terlihat. Walau begitu, pemeriksaan untuk keamanan terhadap prosedur ini juga harus dilakukan agar tidak terjadi gangguan yang lebih parah.

Itulah pembahasan mengenai bedah laparoskopi yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi beberapa gangguan. Beberapa gangguan yang melibatkan perut umumnya direkomendasikan untuk dilakukan prosedur tersebut yang terbilang lebih aman. Walau begitu, ada baiknya untuk memastikannya terlebih dahulu kepada ahlinya.

Referensi:
WebMD.Diakses pada 2019.Laparoscopic Surgery for Digestive Problems
Healthline.Diakses pada 2019.What is laparoscopy?