22 November 2018

Ini Pentingnya Premarital Checkup untuk Cegah Thalassemia

Ini Pentingnya Premarital Checkup untuk Cegah Thalassemia

Halodoc, Jakarta – Menjalani pemeriksaan kesehatan pranikah alias premarital check up adalah hal yang penting dilakukan pasangan yang akan menikah. Tujuannya untuk mengetahui dan menguji apakah ada risiko penyakit genetika dan penyakit infeksi menular pada pasangan. Setelah mengetahui hal tersebut, kamu dan pasangan akan lebih waspada dan mengetahui langkah yang diperlukan untuk mencegah penularan penyakit, baik pada pasangan maupun pada calon anak kelak.

Mengetahui kondisi kesehatan pasangan sesegera mungkin bisa menjadi “pedoman” untuk merencanakan kesehatan keluarga. Mulai dari gaya hidup yang akan diterapkan, pencegahan penularan penyakit, dan cara mengobati penyakit tertentu saat menyerang. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah maka ada beberapa kondisi yang bisa dicegah, salah satunya adalah thalassemia. Apa itu?

Thalassemia adalah satu penyakit yang terjadi karena faktor genetika. Kondisi ini menyebabkan pengidapnya mengalami kelainan darah sehingga mengakibatkan protein yang ada di dalam sel darah merah alias hemoglobin tidak berfungsi secara normal. Orang yang mengidap penyakit ini cenderung memiliki kadar hemoglobin yang rendah. Padahal, hemoglobin berperan penting untuk mengantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh anggota tubuh.

Rendahnya kadar hemoglobin pada pengidap thalassemia menyebabkan tingkat oksigen dalam tubuh juga rendah. Kondisi ini bisa mengganggu seseorang saat menjalani aktivitas sehari-hari. Pengidap thalassemia rentan mengalami gejala, seperti mudah lelah, sering mengantuk, pingsan, hingga kesulitan bernapas. Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini berisiko memicu komplikasi, seperti gagal jantung, kerusakan organ tubuh, gangguan hati, terhambatnya pertumbuhan, hingga kematian.

Penyebab dan Gejala Thalassemia yang Perlu Diketahui

Kelainan genetika menjadi penyebab utama seseorang mengidap thalassemia. Penyakit ini terjadi karena adanya mutasi di dalam DNA yang memproduksi hemoglobin pembawa oksigen ke seluruh tubuh. Masih belum diketahui apa yang menyebabkan mutasi tersebut terjadi. Namun, hal ini diduga berkaitan dengan faktor genetika.

Pada dasarnya, penyakit ini dibagi ke dalam dua jenis, yaitu thalassemia alfa dan thalassemia beta. Jumlah mutasi dan bagian hemoglobin yang mengalami mutasi menjadi penentu tipe thalassemia yang menyerang.

Umumnya, gejala thalassemia yang dialami berbeda antara satu orang dan yang lainnya. Hal itu tergantung dari tingkat keparahan dan tipe thalassemia yang diidap. Namun, ada beberapa gejala yang bersifat umum dan sering muncul sebagai tanda penyakit thalassemia, seperti urine berwarna keruh, wajah selalu terlihat pucat, kelainan bentuk tulang wajah, hingga terhambatnya pertumbuhan tubuh.

Thalassemia juga ditandai dengan kulit dan bagian putih mata menjadi kuning (sakit kuning), perut membengkak karena pembesaran limpa atau hati, hingga kekurangan sel darah merah atau anemia. Semua kondisi tersebut pun akan memicu sesak napas, tubuh mudah letih, dan lesu.

Pada bayi yang baru lahir, biasanya gejala thalassemia biasanya tidak terlalu terlihat. Sebab, hemoglobin pada bayi biasanya berbeda dengan hemoglobin normal, kondisi ini disebut dengan fetal hemoglobin. Hal itu yang menyebabkan gejala thalassemia baru mulai terlihat setelah bayi berusia di atas enam bulan.

Penyakit ini tergolong serius, sebab bisa memicu komplikasi yang mematikan. Maka dari itu, pastikan untuk selalu memperhatikan kesehatan dan segera temui dokter jika mencurigai gejala-gejala mirip thalassemia muncul.

Cari tahu lebih lanjut mengenai thalassemia dan penyakit genetika lain dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: