22 November 2018

Ini Perbedaan Demam Berdarah dan Infeksi Virus Zika

Ini Perbedaan Demam Berdarah dan Infeksi Virus Zika

Halodoc, Jakarta - Virus zika semakin meresahkan masyarakat luas, dikarenakan penyebarannya yang telah memasuki tahap mengkhawatirkan. Virus ini beberapa saat lalu sangat marak di negara-negara Amerika Selatan dan Tengah. Tidak hanya disebarkan melalui gigitan nyamuk, virus zika juga ternyata bisa disebarkan melalui aktivitas seksual.

Tidak sedikit orang yang mengira virus zika sebagai demam berdarah. Pasalnya, kedua penyakit tersebut sama-sama ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti. Sebelumnya demam berdarah dikenal oleh masyarakat luas sebagai penyakit yang umum terjadi. Namun, saat ini juga orang-orang mulai mengetahui keberadaan virus zika, karena penyebarannya sudah meluas di masyarakat.

Banyak yang belum mengetahui bahwa virus zika sudah ada sejak zaman dahulu. Namun, saat itu penyebarannya belum berbahaya seperti saat ini. Saat ini, penyakit ini telah berevolusi menjadi penyakit yang lebih berbahaya. Selain itu,hal yang membuat penyakit ini lebih berbahaya adalah nyamuk aedes aegypti sangat aktif pada siang hari, sehingga akan sulit bagi seseorang untuk melindungi diri dari gigitannya.

Kesamaan lainnya antara demam berdarah dengan virus zika adalah keduanya tidak memiliki vaksin atau pun obat-obatan. Pengobatan yang bisa dilakukan untuk kedua penyakit tersebut adalah menghilangkan rasa sakit yang disebabkan dan demam. Cara pemulihan yang cepat untuk penyakit-penyakit tersebut adalah memperbanyak istirahat dan minum cairan yang banyak.

Perbedaan antara Demam Berdarah dan Virus Zika

  1. Gejala Penyakit

Dalam beberapa hal, demam berdarah dan virus zika memiliki gejala yang sama. Misalnya seperti konjungtivitis, nyeri otot dan persendian, ruam, sakit kepala, serta demam. Sedangkan perbedaan gejala dari kedua penyakit tersebut adalah demam karena virus zika dapat terjadi selama beberapa hari atau minggu, lalu mereda. Pada demam berdarah, demam dapat terjadi selama berminggu-minggu dan pengidapnya mungkin mengalami perdarahan dan memar.

Demam berdarah dapat membahayakan pengidapnya dan bahkan menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan medis untuk menangani kondisi ini. Perawatan intensif di rumah sakit dapat membantu pengidap demam berdarah untuk kembali pulih.

Berbeda dengan demam berdarah, virus zika tidak akan membuat pengidapnya mengalami sakit yang parah. Pengidap virus zika juga tidak membutuhkan penanganan intensif di rumah sakit dan tidak akan menyebabkan kematian.

  1. Penyebaran Penyakit

Zika dan demam berdarah dapat ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Oleh karena itu, perlindungan dari gigitan nyamuk merupakan cara utama untuk melindungi diri dari kedua penyakit tersebut. Meski begitu, saat ini telah ditemukan bahwa virus zika dapat menyebar melalui hubungan intim dan transfusi darah. Penyebaran tersebut lah yang membedakan virus zika dan demam berdarah. Meski begitu, kasus virus zika karena hubungan intim masih terhitung rendah. Sebaiknya kamu lebih waspada ketika pasanganmu menunjukkan gejala virus zika.

  1. Komplikasi

Mikrosepali adalah sebuah komplikasi yang disebabkan oleh zika, yang tidak dapat disebabkan oleh demam berdarah. Selain itu, terdapat hubungan antara virus zika dengan sindrom Guillain-Barre yang tidak dapat terjadi karena demam berdarah. Hal itu disebabkan karena virus zika memiliki implikasi jangka panjang, terutama pada bayi yang belum lahir. Maka dari itu, untuk wanita yang hamil harus ekstra hati-hati apabila tinggal di daerah yang terdapat pengidap zika.

Dibutuhkan langkah yang tepat untuk mengendalikan demam berdarah dan zika. Langkah terbaik adalah dengan memastikan tempat tinggalmu aman dari nyamuk penyebab kedua penyakit tersebut. Langkah lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan penggunaan losion anti-nyamuk untuk mencegah gigitannya.

Itu lah sedikit penjelasan mengenai perbedaan antara virus zika dan demam berdarah. Apabila kamu mempunyai pertanyaan perihal kedua penyakit tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Kamu bisa menghubungi dokter di Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, kamu juga bisa membeli obat di Halodoc, dan pesananmu akan sampai dalam waktu satu jam. Ayo, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: