Inilah Proses Operasi untuk Mengatasi Hirschsprung

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Inilah Proses Operasi untuk Mengatasi Hirschsprung

Halodoc, Jakarta - Kesehatan pencernaan sangat memengaruhi nutrisi yang akan diserap oleh tubuh. Setelah nutrisi dari makanan diserap, sisa-sisa makanan tersebut akan dibuang. Ternyata, seseorang mungkin saja mengalami kesulitan untuk membuang kotoran tersebut. Salah satunya disebabkan oleh penyakit Hirschsprung.

Penyakit tersebut terjadi karena usus besar mengalami gangguan sehingga makanan sisa yang akan dibuang terjebak di dalam usus. Salah satu pengobatan yang dapat dilakukan dan efektif untuk mengatasi gangguan ini adalah operasi. Berikut proses operasi untuk mengatasi penyakit Hirschsprung!

Baca juga: Ketahui Penanganan yang Tepat untuk Hirschsprung

Proses Operasi untuk Mengatasi Penyakit Hirschsprung

Gangguan pada usus besar ini merupakan penyakit bawaan lahir yang umumnya terjadi pada bayi, sehingga Si Kecil kesulitan untuk buang air besar dari lahir. Hal ini terjadi karena terdapat saraf yang tidak normal, sehingga usus besar tidak dapat dikontrol. Maka dari itu, feses atau kotoran tetap berada di dalam tubuh.

Penyakit ini memang umumnya menyerang bayi yang baru lahir. Cacat lahir ini memengaruhi sekitar 1 dari 5.000 orang. Seseorang yang terserang kelainan saraf usus yang disebut dengan sel-sel ganglion. Sel-sel tersebut akan membuat usus rileks, sehingga tinja dapat melewati usus dan keluar dari dubur.

Tanpa peran dari sel-sel saraf yang tidak dikontrol tersebut, usus menjadi sangat sempit dan kesulitan untuk dilewati. Akibatnya, bayi baru lahir yang mengidap penyakit Hirschsprung tersebut kesulitan untuk buang air besar sendiri dan mengalami konstipasi yang parah.

Bayi yang mengalami gangguan ini harus mendapatkan operasi. Cara melakukan hal ini terbagi menjadi dua cara, yaitu operasi menarik atau operasi ostomi. Berikut pembahasan tentang kedua jenis operasi tersebut, yaitu:

  1. Operasi Tarik

Operasi ini dilakukan dengan memotong bagian usus besar yang sel sarafnya terganggu. Setelah bagian yang tidak normal tersebut dihilangkan, usus besar yang normal akan ditarik dan disambungkan ke anus. Cara melakukan operasi ini umumnya melalui anus dengan metode invasif minimal atau laparoskopi.

  1. Operasi Ostomi

Pada seorang anak yang sangat sakit dan tidak dapat mengeluarkan tinja sejak lahir, operasi tersebut mungkin dilakukan dengan dua langkah. Awalnya, bagian yang terganggu dari usus besar akan diangkat bagian yang sehat, kemudian dihubungkan dengan lubang buatan. Kotoran tersebut akan melewati lubang tersebut ke dalam kantong yang menempel di ujung usus melalui lubang di perut. Hal ini memungkinkan bagian bawah usus besar untuk pulih.

Baca juga: Ketahui 2 Pengobatan untuk Atasi Hirschsprung

Setelah usus besar yang mendapat penanganan tersebut sudah sembuh, maka prosedur kedua akan dilakukan. Hal tersebut akan dilakukan untuk menutup stoma dan menghubungkan bagian usus yang sehat dengan dubur atau anus. Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait gangguan ini, jangan ragu untuk menanyakannya pada dokter di Halodoc. Dengan aplikasi ini, sehat menjadi lebih mudah.

Seseorang yang mendapat operasi tersebut umumnya sudah dapat buang air besar dengan normal, walaupun beberapa anak mengalami diare di awal. Melatih penggunaan toilet akan butuh waktu karena perlu belajar mengontrol otot saat BAB. Selain itu, gangguan yang dapat terjadi pada pengidapnya adalah sembelit, perut yang bengkak, dan feses yang bocor.

Baca juga: Ini Tanda Anak Mengalami Hirschsprung

Itulah proses operasi untuk mengatasi penyakit Hirschsprung. Setelah operasi dilakukan, anak-anak tersebut juga dapat mengalami infeksi usus. Hal ini dapat terjadi selama satu tahun pertama. Selain itu, perdarahan dari dubur juga dapat terjadi. Apabila anak ibu mengalaminya, segera temui dokter.

Referensi:
NHS.Diakses pada 2019.Hirschsprung's disease
Mayo Clinic.Diakses pada 2019.Hirschsprung's disease