Jangan Takut, Radiasi Smartphone Tidak Sebabkan Kanker Otak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Jangan Takut, Radiasi Smartphone Tidak Sebabkan Kanker Otak

Halodoc, Jakarta - Kamu mungkin pernah dengar larangan begini: “Jangan taruh HP dekat kepala saat tidur, nanti radiasinya bisa sebabkan kanker otak!” Namun, apakah larangan itu benar? Adakah hubungan antara radiasi smartphone dengan risiko kanker otak? 

Sebenarnya, anggapan bahwa smartphone dapat menyebabkan kanker hingga saat ini masih menjadi kontroversi. Sebab, banyak juga penelitian yang menunjukkan bahwa radiasi smartphone tidak berpengaruh terhadap peningkatan risiko kanker. Namun, penelitian-penelitian tersebut termasuk penelitian jangka pendek, yang tidak dapat secara jelas membuktikan dampak radiasi dalam jangka panjang. 

Baca juga: Agung Hercules Kena Kanker Glioblastoma, Ini Penjelasannya

Ada tiga alasan utama mengapa orang khawatir bahwa radiasi smartphone mungkin bisa menyebabkan kanker atau masalah kesehatan lainnya, yaitu:

  • Smartphone memancarkan energi radio frekuensi yang merupakan bentuk radiasi non-pengion, dan jaringan tubuh terdekat bisa menyerap energi ini.

  • Jumlah pengguna smartphone meningkat dengan sangat cepat. Secara global, jumlah penggunanya diperkirakan oleh International Telecommunications Union mencapai 5 miliar.

  • Dari hari ke hari, jangka waktu setiap telepon dan jumlah frekuensi orang menggunakan smartphone semakin meningkat. 

Belum Tentu Bisa Sebabkan Kanker

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menunjukkan kaitan antara radiasi smartphone dengan kanker, terutama kanker otak. Energi radio frekuensi dari ponsel terbukti tidak menyebabkan kerusakan DNA yang bisa berakibat pada kanker. National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS) membuktikan hal ini.

Mereka menjalankan penelitian berskala besar pada hewan pengerat yang terpapar energi radio frekuensi (jenis yang digunakan di smartphone). Penyelidikan ini dijalankan di laboratorium yang sangat khusus yang dapat menentukan dan mengendalikan sumber radiasi dan menilai pengaruhnya.

Baca juga: Hati-Hati, Pembengkakan Otak Bisa Terjadi karena 6 Hal Ini

Berikut hal-hal yang dipelajari oleh para peneliti mengenai kaitan antara smartphone dan kanker:

  • Mengikuti lebih dari 420.000 pengguna smartphone, para peneliti tidak menemukan bukti kaitan antara smartphone dengan tumor otak.

  • Sebuah penelitian menemukan kaitan antara smartphone dengan kanker kelenjar ludah, tetapi hanya sejumlah kecil partisipan yang mengalaminya.

  • Setelah menilai beberapa penelitian dengan fokus kemungkinan kaitan antara smartphone dengan glioma dan tumor otak non-kanker yang disebut neuroma, para anggota International Agency for Research on Cancer (bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO) setuju bahwa hanya ada bukti terbatas yang menunjukkan bahwa radiasi smartphone merupakan agen penyebab kanker (karsinogenik).

Serangkaian penelitian yang sudah dilakukan ini memang tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan. Sering kali diperlukan bertahun-tahun lamanya untuk meneliti faktor penyebab kanker dan observasi tingkat kanker. Untuk saat ini, dimungkinkan bahwa jarak waktu yang ada masih terlalu singkat untuk mendeteksi peningkatan tingkat kanker yang berkaitan langsung dengan penggunaan smartphone.

Sekarang, orang-orang mempertanyakan apakah anak-anak lebih berisiko menyerap radiofrekuensi dibandingkan orang dewasa ataukah tidak. Untuk saat ini, jawabannya masih belum jelas. Namun, para ilmuwan dan sejumlah organisasi pemerintahan masih menganjurkan anak-anak untuk menghindari penggunaan smartphone.

Baca juga: Pentingnya Keseimbangan Otak Kiri dan Kanan

Jika kamu khawatir mengenai kemungkinan kaitan antara radiasi smartphone dengan kanker, pertimbangkan untuk membatasi penggunaan ponsel, atau, gunakan speaker atau alat hands-free, sehingga kamu bisa menjauhkan ponsel dari kepala setiap melakukan panggilan. 

Itulah sedikit penjelasan tentang kaitan antara radiasi smartphone dengan kanker otak. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!