Benarkah Jerawat Batu Disebabkan karena Genetik?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Benarkah Jerawat Batu Disebabkan karena Genetik?

Halodoc, Jakarta - Jerawat batu adalah bentuk jerawat yang terkait dengan gangguan wajah yang menyakitkan, yang juga dapat terjadi pada punggung leher, dada, dan punggung. Seorang remaja dapat mengalami jerawat dengan tahapan tertentu, yang masing-masing membutuhkan pengobatan khusus. Selain itu, jerawat yang terjadi dapat membentuk jaringan parut.

Jerawat batu adalah tahap akhir dari perkembangan jerawat. Jika tidak mendapatkan pengobatan, kondisi tersebut dapat menjadi sumber signifikan dari jaringan parut jerawat. Pasalnya, jerawat batu merupakan gangguan yang disebabkan oleh peradangan dari jerawat sebelumnya, serta bekas luka yang terjadi dapat diprediksi.

Penyebab Jerawat Batu Salah Satunya adalah Genetik

Jerawat batu dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah faktor genetik atau keturunan. Seseorang dapat mengidap jerawat batu apabila salah seorang dari orangtuanya mengalami gangguan tersebut. Umumnya jerawat batu yang disebabkan genetik akan muncul selama masa pubertas.

Penyebab lainnya yang dapat menyebabkan jerawat batu adalah pengaruh hormon. Hal tersebut dapat merangsang kelenjar minyak dalam tubuh secara berlebihan. Oleh karena itu, tubuh kamu akan menghasilkan lebih banyak minyak pada tubuh yang dapat terjebak pada pori-pori kulit bersamaan dengan bakteri. Setelah itu, bakteri akan berkembang biak dan menyebabkan jerawat batu.

Baca Juga : 5 Cara Menghilangkan Jerawat Batu Secara Alami dan Tanpa Bekas

Gejala Jerawat Batu

Jerawat batu mempunyai gejala, seperti bintik-bintik yang menimbulkan rasa sakit pada wajah, leher, dada, dan punggung. Hidung dapat terhindar atau terlibat secara signifikan dengan gangguan ini. Jerawat batu sangat mungkin terjadi pada pipi. Awalnya, gangguan tersebut terjadi seperti jerawat yang berisi nanah, lalu berkembang menjadi benjolan merah yang meradang, dan akhirnya berkembang menjadi jerawat batu.

Diagnosis Jerawat Batu

Jerawat batu biasanya didiagnosis berdasarkan penampilan klinisnya. Bahkan jika tidak ada nodul inflamasi yang aktif, bekas luka berwarna merah mungkin tetap ada. Biopsi kulit tidak diperlukan kecuali jika diduga bahwa pengidapnya mungkin benar-benar memiliki gangguan yang disebabkan oleh ragi atau folikulitis eosinofilik.

Baca Juga : Ketahui 4 Tips Menghilangkan Jerawat Batu Secara Alami

Pengobatan Jerawat Batu

Gangguan yang umumnya terjadi pada wajah ini dapat diatasi dengan pengobatan rumahan, seperti baking soda, cuka sari apel, dan minyak pohon teh. Walau begitu, cara-cara ini belum terbukti secara ilmiah, karena disebutkan hanya dapat menunda diagnosis dan terbilang tidak efektif mengatasi jerawat batu.

Kamu juga dapat mengonsumsi vitamin A yang memang telah terbukti dapat mengatasi jerawat batu dengan efek yang bervariasi. Walau begitu, kamu tidak boleh mencampur vitamin A dengan isotretinoin, karena dapat meningkatkan risiko keracunan vitamin A.

Pola makan disebut-sebut juga dapat menyebabkan jerawat batu pada seseorang, sama halnya dengan jerawat lainnya. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh susu yang dapat memperburuk gangguan tersebut jika tidak dikonsumsi dengan batas cukup. Selain itu, makanan yang mengandung gula darah tinggi juga dapat menimbulkan gangguan pada wajah tersebut.

Produk turunan susu lainnya juga mungkin saja menyebabkan jerawat pada seseorang. Tidak sedikit orang yang mengalami pertumbuhan jerawat setelah berolahraga. Hal tersebut disebut-sebut terjadi karena kandungan protein di dalam susu dan turunannya dapat berperan aktif dalam menimbulkan jerawat.

Baca Juga : Inilah Hormon Jerawat dan Cara Mengatasinya

Itulah pembahasan tentang jerawat batu yang dapat disebabkan oleh faktor genetik. Jika kamu membutuhkan pemeriksaan terkait jerawat batu, kamu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Ayo, download aplikasi Halodoc di smartphone kamu sekarang!