22 November 2018

Kenali Craniopharyngioma, Tumor yang Sering Terjadi pada Anak-Anak

kenali craniopharyngioma tumor yang sering terjadi pada anak-anak

Halodoc, Jakarta – Melihat anak jatuh sakit saja sudah cukup membuat orangtua sedih dan sangat cemas. Apalagi bila Si Kecil sampai mengidap penyakit yang serius. Nyatanya, ada satu jenis tumor yang sering menyerang anak-anak berusia 5–10 tahun, bernama Craniopharyngioma. Tumor ini termasuk jenis tumor otak dan biasanya bersifat jinak atau non-kanker. Meski demikian, penting bagi orangtua untuk mengenal lebih jauh tentang penyakit ini agar dapat sigap bila anak mengalami gejala-gejala craniopharyngioma.

Apa Itu Craniopharyngioma?

Craniopharyngioma adalah tumor yang berkembang di dekat kelenjar pituitari di bagian dasar tengkorak. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang berperan dalam mengendalikan banyak fungsi tubuh. Saat craniopharyngioma tumbuh secara perlahan, maka hal ini dapat memengaruhi fungsi kelenjar pituitari dan struktur lainnya yang ada di dekat otak.

Sebenarnya tumor ini dapat terjadi pada semua usia, tapi kebanyakan pengidapnya adalah anak-anak dan orang dewasa yang berusia 65–74 tahun.

Penyebab Craniopharyngioma

Penyebab pasti craniopharyngioma masih belum diketahui sampai saat ini. Namun, tumor ini diduga tumbuh dari sekelompok sel-sel khusus yang biasa ditemukan di bagian otak yang disebut daerah suprasellar yang terdapat di sekitar kelenjar pituitari.

Gejala  Craniopharyngioma

Pertumbuhan craniopharyngioma bisa dikatakan cukup lambat. Pada tahap awal, tumor ini malah biasanya tidak menunjukkan gejala yang berarti. Namun, gejala akan mulai muncul secara perlahan selama 1 sampai 2 tahun. Oleh  karena craniopharyngioma tumbuh di bagian otak, maka kebanyakan pengidapnya akan mengalami sakit kepala dan memiliki masalah dengan penglihatan. Masalah penglihatan yang paling sering terjadi adalah kehilangan penglihatan samping yang disebut hemianopsia bitemporal. Selain itu, gejala craniopharyngioma lainnya, seperti:

  • Susah tidur.
  • Mual dan muntah (biasanya terjadi di pagi hari).
  • Perubahan mental.
  • Masalah keseimbangan.

Bila anak sudah menunjukkan gejala-gejala tersebut, sebaiknya ibu segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya. Pasalnya, craniopharyngioma dapat menghambat pertumbuhan anak-anak, sehingga menyebabkan tubuh anak mungkin menjadi lebih kecil dari yang seharusnya.

Sementara ukuran tumor yang sudah bertumbuh lebih besar pada orang dewasa bisa menyebabkan gejala neuropsikiatri (gangguan kejiwaan), hilang ingatan, apatis, inkontinensia (sulit mengontrol buang air kecil), depresi dan kelelahan.

Tindakan Pengobatan Craniopharyngioma

Ada beberapa pilihan tindakan medis yang bisa dilakukan untuk mengatasi craniopharyngioma:

Operasi

Prosedur pembedahan untuk mengangkat semua atau sebagian besar tumor adalah tindakan yang paling sering dianjurkan dokter untuk pengidap craniopharyngioma. Namun, jenis operasi apa yang dilakukan tergantung dari lokasi dan ukuran tumor pengidap.

Bila memungkinkan, dokter akan berusaha untuk mengangkat seluruh tumor. Namun, karena sering terdapat banyak struktur rumit dan penting yang ada di sekitar tumor, dokter terkadang memutuskan untuk tidak mengangkat seluruh tumor agar pengidapnya dapat tetap memiliki kualitas hidup yang baik setelah operasi.

Terapi Radiasi

Terapi radiasi dengan menggunakan sinar eksternal juga bisa dilakukan setelah operasi untuk mengobati craniopharyngioma yang belum terangkat. Metode pengobatan ini menggunakan sinar energi yang kuat, seperti sinar X dan proton untuk membunuh sel-sel tumor. Selama menjalani terapi ini, pengidap berbaring di atas meja sementara mesin memancarkan energi ke sel-sel tumor.

Kemoterapi

Pengobatan dengan cara kemoterapi dinilai cukup efektif dalam membunuh sel-sel tumor. Bahkan, obat-obatan kemoterapi yang mengandung bahan kimia dapat disuntikkan langsung ke tumor, sehingga pengobatan dapat langsung mencapai sel target tanpa merusak jaringan sehat yang ada di sekitarnya.

Pengobatan untuk Craniopharyngioma Papillary

Craniopharyngioma papillary termasuk jenis craniopharyngioma yang langka, tapi dapat diatasi dengan terapi yang ditargetkan. Terapi yang ditargetkan adalah terapi dengan menggunakan obat-obatan yang berfokus pada kelainan tertentu yang terdapat dalam sel tumor yang memungkinkan tumor untuk bertahan hidup.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu orangtua tentang craniopharyngioma yang sering menyerang anak-anak. Kalau ibu ingin tahu lebih jauh seputar penyakit ini, tanyakan saja langsung kepada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: