Kenali Gejala-Gejala Lichen Planus pada Wanita

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Kenali Gejala-Gejala Lichen Planus pada Wanita

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu sedang mengalami ruam berwarna merah keunguan di kulit? Atau, muncul bercak berwarna putih di bagian dalam mulut seperti lidah dan gusi? Jika kamu memiliki gejala ini, maka waspada pada kondisi yang disebut lichen planus. Gejala lichen planus dapat muncul pada kulit, rambut, kuku, dan selaput lendir (mukosa).

Penyakit lichen planus  lebih banyak terjadi pada perempuan dibanding laki-laki. Pada wanita, gejala lichen planus bisa muncul pada vagina yang menimbulkan bercak putih di vulva dan vagina. Bercak putih ini dapat disertai gatal dan menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual. Jaringan parut bisa muncul dan berkembang, sehingga mempersempit jalan masuk ke vagina.

Baca Juga: 7 Penanganan Pertama untuk Redakan Gejala Lichen Planus

Apa yang Menjadi Penyebab Lichen Planus?

Kondisi ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel di kulit dan selaput lendir, namun belum diketahui alasan apa yang mendasarinya. Pada sejumlah kasus, lichen planus bisa terjadi karena dipicu oleh beberapa faktor, seperti infeksi hepatitis C.

Pemakaian obat antiinflamasi nonsteroid, obat darah tinggi, diuretik, obat untuk penyakit diabetes, malaria, atau penggunaan vaksin flu, juga memicu timbulnya lichen planus. Paparan logam merkuri melalui tambalan gigi atau paparan cairan kimia untuk cuci foto, serta kebiasaan menggigit lidah atau pipi bagian dalam dapat memicu lichen planus.

Kapan Harus Menemui Dokter?

Kamu wajib buat janji dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan saat muncul gejala dari lichen planus, seperti:

  • Ada luka dalam mulut yang tidak kunjung sembuh;

  • Memiliki bercak putih atau merah di mulut;

  • Mengalami sakit mulut;

  • Mengalami pendarahan yang menerus di mulut saat menyikat gigi;

  • Memiliki lesi atau luka pada kulit, alat kelamin, kulit kepala, atau kuku;

  • Memiliki bekas luka yang tidak dapat dijelaskan dari membran transparan (konjungtiva) yang menutupi bagian putih bola mata;

  • Memiliki peradangan pada saluran telinga (otitis) yang tidak merespon pengobatan atau tidak memiliki diagnosis yang jelas.

Buat janji dokter pun dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Pemeriksaan dini sejak awal dapat membantu mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Anak Alami Lichen Planus, Orangtua Lakukan 3 Hal Ini 

Bagaimana Cara Mengobati Lichen Planus?

Pada kasus lichen planus ringan, kondisi bisa membaik tanpa pengobatan. Pada kasus lichen planus parah, pengidapnya diberikan pengobatan untuk menangani kondisinya, misalnya: 

  • Antihistamin. Obat ini digunakan untuk mengurangi keluhan gatal yang diakibatkan lichen planus, obat bisa diberikan dalam bentuk oral atau salep. Antihistamin bekerja menghambat histamin, yaitu protein yang menyebabkan reaksi alergi.

  • Kortikosteroid. Tersedia dalam bentuk salep, tablet, maupun suntikan untuk mengurangi peradangan. Pemilihan bentuk obat tergantung dari parah atau tidaknya lichen planus.

  • Fototerapi. Terapi ini memanfaatkan cahaya ultraviolet B, lapisan atas kulit pengidapnya disinari untuk menghilangkan lichen planus. Fototerapi dengan cahaya ultraviolet A yang dibarengi konsumsi psoralen juga efektif mengobati lichen planus. Umumnya dilakukan fototerapi 2 hingga 3 kali dalam sepekan selama beberapa minggu. 

  • Imunosupresan. Obat ini digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh. 

  • Tretinoin. Jika kondisi masih belum juga membaik, dokter akan meresepkan jenis vitamin A jenis tretinoin dalam bentuk tablet atau tretinoin salep. Meski efektif mengobati lichen planus, namun salep retinoid bisa menyebabkan kulit mengalami iritasi, kemerahan, dan mengelupas. Sedangkan pada pasien lichen planus dalam kondisi hamil, tretinoin bisa menyebabkan kecacatan janin.

Tidak hanya itu, terdapat pengobatan rumahan yang bisa dilakukan pengidapnya untuk membantu mengurangi gatal, antara lain: 

  • Tidak menggaruk ruam;

  • Kompres ruam dengan air dingin;

  • Menggunakan krim pelembap.

Baca Juga: 3 Penyakit Kulit yang Bisa Menyerang Alat Kelamin 

Referensi:
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Diseases & Conditions. Lichen Planus. 
Healthline (Diakses pada 2019). Lichen Planus.