Kenali Lebih Jauh Tentang Hipertensi Pulmonal

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Kenali Lebih Jauh Tentang Hipertensi Pulmonal

Halodoc, Jakarta -  Pernah alami gejala sesak napas diiringi denyut jantung yang semakin cepat? Kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan aliran darah yang berkaitan dengan fungsi paru-paru, istilah medisnya adalah hipertensi pulmonal. Saat mengidap kondisi ini, gejala lainnya adalah kaki membengkak, bibir dan kulit yang membiru, nyeri pada dada, pusing hingga pingsan, rasa lelah, perut membesar, dan badan yang terasa lemas.  

Hipertensi pulmonal adalah kondisi saat tekanan di dalam pembuluh darah yang berasal dari jantung menuju paru‐paru menjadi terlalu tinggi. Salah satu fungsi jantung adalah memompa  darah  dari  ventrikel  kanan  ke  paru‐paru untuk mendapatkan oksigen. Darah menempuh perjalanan yang cukup dekat, sehingga tekanan di sisi jantung dan arteri  menyalurkan  darah  dari ventrikel  kanan ke paru‐paru biasanya  lebih  rendah  dari  tekanan sistolik  atau  diastolik. Saat tekanan pada arteri terlalu tinggi, maka arteri pada paru‐paru menjadi sempit dan darah tidak mengalir seperti seharusnya. 

Baca Juga: 5 Tanda Orang yang Berpotensi Terkena Hipertensi 

Apa Penyebab dari Hipertensi Pulmonal?

Hipertensi pulmonal terjadi saat adanya perubahan pada pembuluh darah paru-paru sehingga darah dan oksigen tidak dapat mengalir dengan baik. Kondisi ini terjadi akibat dari adanya penyempitan, penyumbatan, atau kerusakan pada pembuluh darah kecil dan pembuluh kapiler yang memicu naiknya tekanan darah dalam pembuluh. Tekanan darah yang tinggi membuat dinding pembuluh darah menjadi tebal, kaku, meradang, tegang, atau memicu tumbuhnya jaringan tambahan yang berujung pada berkurangnya aliran darah. Hipertensi pulmonal juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, antara lain: 

  • Hipertensi Arteri Pulmonal Idiopatik. Hingga kini belum tahu apa penyebabnya, tetapi faktor yang diduga menyebabkan kondisi ini, seperti mutasi gen, penyakit jantung bawaan, penyakit jaringan ikat, misalnya lupus, infeksi HIV, sirosis, atau efek obat penekan nafsu makan. 

  • Penyakit Jantung Bagian Kiri. Kondisi ini memengaruhi pada sisi kanan jantung. Contohnya penyakit katup jantung (katup mitral) dan hipertensi yang berlangsung lama.

  • Penyakit Paru-Paru. Beberapa kondisi seperti penyakit paru obstruktif kronis, penyakit paru interstisial, atau fibrosis paru bisa memicu hipertensi pulmonal. Seseorang yang terlalu lama tinggal di dataran tinggi juga memiliki risiko terkena hipertensi pulmonal.

  • Penggumpalan darah kronis di paru-paru.

  • Kondisi lain, seperti sarkoidosis atau tumor yang menekan pembuluh arteri paru-paru.

Hipertensi pulmonal adalah kondisi yang tidak bisa dianggap sepele. Oleh karena itu, ketika kondisi gejala sudah terjadi, segera periksakan diri ke dokter. Buat janji dengan dokter kini lebih mudah dilakukan dengan aplikasi Halodoc

Baca Juga: 3 Tips Olahraga untuk Pengidap Hipertensi 

Apa Saja Komplikasi dari Hipertensi Pulmonal?

Jika tidak kunjung mendapat pengobatan, dikhawatirkan kondisi semakin bahaya.  Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi antara lain: 

  • Gangguan irama jantung. Kondisi ini bisa terjadi akibat jantung bekerja terlalu keras memompa darah melalui pembuluh darah yang tersumbat. Kondisi ini menimbulkan gejala berupa sakit kepala, jantung berdebar, dan pingsan, bahkan dapat berakibat fatal.

  • Pembesaran dan gagal jantung bagian kanan (cor pulmonale). Karena bekerja terlalu keras untuk memompa darah melewati pembuluh darah paru-paru yang tersumbat atau menyempit, maka kondisi ini juga bisa terjadi.

  • Penggumpalan darah. Gumpalan darah dapat terbentuk pada aliran darah yang menyempit sehingga semakin membuat pembuluh darah menyempit.

  • Perdarahan pada paru-paru. Kondisi ini membahayakan nyawa, dengan gejala berupa batuk darah.

Baca Juga: Tips Mencegah Tekanan Darah Naik Drastis

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Pulmonary Hypertension 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Disease and Conditions. Pulmonary Hypertension