• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Acrophobia
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Acrophobia

Acrophobia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
AcrophobiaAcrophobia

Pengertian Acrophobia

Acrophobia adalah kondisi kesehatan mental di mana seseorang mengalami ketakutan yang intens terhadap ketinggian. Kondisi ini merupakan jenis gangguan kecemasan. Seseorang dengan acrophobia mengalami ketakutan dan kecemasan yang intens ketika mereka memikirkan ketinggian atau dihadapkan pada ketinggian. Itulah alasannya orang dengan acrophobia sering menghindari situasi atau tempat yang tinggi.

Penyebab Acrophobia

Acrophobia biasanya berkembang di masa kanak-kanak. Penyebabnya pun tidak tunggal, karena para peneliti telah mengembangkan beberapa teori mengapa ketakutan ini dapat berkembang.

1. Evolusioner

Teori evolusi fobia menunjukkan bahwa orang cenderung takut pada hal-hal tertentu yang mungkin berbahaya. Dalam hal ini, jatuh dari ketinggian merupakan hal yang mengancam jiwa. Untuk alasan tersebut, para ahli teori evolusi percaya bahwa rasa takut akan ketinggian mungkin bawaan.

2. Teori behavioris

Teori behavioris yang berkaitan dengan fobia menunjukkan bahwa orang mengembangkan rasa takut melalui interaksi dengan lingkungannya. 

Contohnya:

Pengamatan: Seorang anak yang mengamati orang tua atau pengasuhnya mengalami ketakutan di sekitar ketinggian, dapat mengembangkan ketakutan yang sama.

Trauma: Seseorang yang pernah atau menyaksikan orang lain memiliki pengalaman buruk dengan ketinggian, juga dapat mengembangkan acrophobia. 

Pengondisian atau pengalaman: Jika seseorang memiliki pengalaman buruk seperti jatuh dari pohon, mereka mungkin mengasosiasikan pengalaman tersebut dengan ketinggian. Orang tersebut kemudian belajar untuk mengasosiasikan ketinggian dengan jatuh, membuatnya merasa takut pada saat mereka menghadapi situasi yang sama. 

Faktor Risiko Acrophobia

Selain kemungkinan penyebab di atas, sejauh ini ada juga faktor risiko yang dapat mengembangkan acrophobia, yaitu:

  • Jatuh dari ketinggian yang signifikan atau melihat orang lain jatuh dari ketinggian.
  • Mengalami peristiwa negatif, seperti serangan panik, saat berada di tempat tinggi.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan.

Gejala Acrophobia

Secara emosional dan fisik, respons terhadap acrophobia mirip dengan fobia lainnya. Beberapa gejala umum yang terkait dengan acrophobia meliputi:

1. Gejala emosional

Pengidapnya mungkin merasa panik ketika merasa bahwa berada jauh dari tanah. Kemungkinan secara naluriah ia mulai mencari sesuatu untuk berpegangan atau kesulitan untuk menjaga keseimbangan diri. 

2. Gejala fisik

Gejala fisik acrophobia mirip dengan fobia spesifik lainnya, dan mungkin termasuk:

  • Sakit dada.
  • Pusing.
  • Mual.
  • Detak jantung cepat.
  • Sesak napas.
  • Gemetaran.

3. Kecemasan dan penghindaran

Pengidap acrophobia kemungkinan besar akan mulai takut dengan situasi berada di tempat tinggi. Misalnya, mereka mungkin merasa khawatir jika harus menginap di hotel di lantai tinggi, atau harus bekerja di gedung di lantai tinggi.

Penghindaran ini dapat mengganggu kemampuanmu untuk beraktivitas sehari-hari. Misalnya, kamu tidak dapat bersekolah, pergi bekerja, mengunjungi teman, atau meninggalkan rumah, karena ketakutan.

Diagnosis Acrophobia

Fobia, termasuk acrophobia, hanya dapat didiagnosa oleh profesional kesehatan mental atau psikolog. Mereka dapat membantu mendiagnosa. Psikolog atau psikiater akan meminta pengidapnya untuk menjelaskan apa yang terjadi ketika berada pada situasi ketinggian. 

Di samping itu, pengidapnya perlu memberi tahu psikolog atau psikiater mengenai gejala apa saja yang dialami, dan berapa lama memiliki ketakutan tersebut. 

Umumnya, acrophobia didiagnosa jika:

  • Selalu menghindari ketinggian.
  • Selalu khawatir tentang menghadapi ketinggian.
  • Ketakutan tentang ketinggian mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari. 
  • Bereaksi dengan ketakutan dan kecemasan langsung ketika menghadapi ketinggian.
  • Memiliki gejala ini selama lebih dari enam bulan.

Pengobatan Acrophobia

Sebenarnya fobia tidak selalu membutuhkan pengobatan. Bagi sebagian orang, menghindari objek yang ditakuti relatif mudah dan tidak berdampak besar pada aktivitas sehari-hari. Namun, jika kamu menyadari bahwa ketakutan menghambatmu untuk melakukan hal-hal yang diinginkan atau perlu lakukan, perawatan mungkin dapat membantu. 

1. Terapi paparan

Terapi paparan dianggap sebagai salah satu perawatan yang paling efektif untuk fobia spesifik. Dalam jenis terapi ini, kamu akan dirawat oleh terapis untuk secara perlahan mengekspos diri pada apa yang kamu takuti. Untuk acrophobia, kamu bisa mulai dengan melihat gambar dari sudut pandang seseorang di dalam gedung tinggi, menonton video orang-orang melintasi tali, memanjat, atau melintasi jembatan sempit.

Setelah itu, kamu akan diminta untuk pergi ke balkon atau menggunakan tangga. Pada titik ini, kamu telah mempelajari teknik relaksasi untuk membantu menaklukkan ketakutan pada ketinggian. 

2. Terapi perilaku kognitif (CBT)

CBT dapat membantu jika kamu tidak merasa siap untuk mencoba terapi paparan. Pada CBT, terapis akan mengajarkanmu untuk menantang dan membingkai ulang pikiran negatif tentang ketinggian. Pendekatan ini mungkin masih mencakup sedikit paparan ketinggian, tapi umumnya dilakukan dalam pengaturan sesi terapi yang aman.

3. Pengobatan

Hingga saat ini belum ada obat yang dirancang untuk mengobati fobia. Namun, beberapa obat dapat membantu mengatasi gejala panik dan kecemasan, seperti:

  • Beta-blocker. Obat untuk menjaga tekanan darah dan detak jantung agar stabil dan mengurangi gejala fisik kecemasan lainnya. 
  • Benzodiazepin. Obat penenang untuk mengurangi gejala kecemasan.
  • D-sikloserin. Obat ini dapat meningkatkan manfaat terapi paparan.

Komplikasi Acrophobia

Hingga saat ini tidak ada komplikasi yang parah yang diakibatkan oleh acrophobia. Hanya saja, seseorang yang memiliki fobia ini dapat memiliki hambatan dalam aktivitas sehari-hari, seperti:

  • Tidak bisa bekerja atau bersekolah di gedung yang tinggi.
  • Tidak bisa bekerja di lapangan pekerjaan yang mengharuskan aktivitas pada tempat tinggi. 
  • Ruang gerak terbatas.

Pencegahan Acrophobia

Tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah acrophobia. Hanya saja orang yang sudah memiliki gangguan acrophobia harus menghindari ketinggian, supaya gejala kecemasan tidak muncul. 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika acrophobia mengganggu aktivitas sehari-hari dan menghambatmu dalam melakukan hal yang ingin dan perlu kamu lakukan, tidak ada salahnya untuk melakukan pengobatan dengan mengunjungi psikolog. Kamu juga bisa membuat janji medis di fasilitas kesehatan pilihanmu melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Acrophobia (Fear of Heights)
Healthline. Diakses pada 2022. Understanding Acrophobia, or Fear of Heights
Very Well Mind. Diakses pada 2022. Acrophobia: The Fear of Heights