• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Hydrophobia
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Hydrophobia

Hydrophobia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
hydrophobiahydrophobia

Pengertian Hydrophobia

Hydrophobia adalah ketakutan berlebihan terhadap air. Namun, tidak seperti fobia lainnya, hydrophobia sebenarnya bukan disebabkan oleh trauma pada air, melainkan merupakan gejala infeksi rabies. Hydrophobia terjadi pada tahap akhir infeksi virus dan menyebabkan kejang yang tidak disengaja dan menyakitkan di tenggorokan, yang terjadi saat minum atau berpikir untuk minum air.

Hal itu mengakibatkan pengidapnya merasa ketakutan, atau panik yang ekstrem saat ia melihat, merasakan, mengecap, atau mendengar air. Antisipasi rasa sakit dan ketidakmampuan untuk menelan kemungkinan besar juga akan menyebabkan orang dengan hydrophobia menolak untuk minum air, tidak peduli seberapa haus mereka atau betapa pentingnya air untuk kelangsungan hidup mereka.

Rabies adalah infeksi virus otak dan saraf yang bisa berakibat fatal. Virus tersebut bisa menular melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi. Penyakit ini mempengaruhi hewan berdarah panas (biasanya anjing, kelelawar, rubah dan manusia). 

Virus rabies sering tidak aktif selama antara satu dan tiga bulan, sebelum mulai menyerang sistem saraf pusat dan gejala mulai muncul. Contohnya seperti agresi atau perilaku abnormal, kesadaran berfluktuasi, mulut berbusa dan hydrophobia. Setelah gejala tersebut terjadi, pengobatan menjadi tidak efektif, dan bisa menyebabkan kematian.

Meskipun rabies terjadi pada sejumlah hewan berdarah panas, hydrophobia merupakan gejala yang terutama terjadi pada manusia. Hydrophobia berkembang selama stadium lanjut rabies. Ini paling sering berkembang ketika seseorang mengalami rabies yang parah, yaitu sejenis rabies yang menyebabkan radang otak atau yang dikenal sebagai ensefalitis.

Penyebab Hydrophobia

Hydrophobia berkembang selama stadium lanjut dari rabies ganas. Fobia tersebut terjadi setelah rabies menyebar dari luka awal ke sistem saraf pusat dan otak. Begitu virus rabies masuk ke dalam tubuh, ia bisa menyebar ke sistem saraf pusat, otak, dan ujung saraf. Virus kemudian menyebar ke kelenjar ludah dan organ tubuh , termasuk paru-paru dan ginjal.

Tidak semua orang yang terinfeksi rabies akan mengalami hydrophobia, karena fobia ini adalah gejala virus yang hanya berkembang selama tahap infeksi selanjutnya. Bila seseorang menerima perawatan efektif yang berhasil mengobati infeksi, ia tidak akan mengembangkan hydrophobia.

Fobia air terkait rabies ini biasanya berkembang selama fase eksitasi rabies, yang merupakan tahap yang ditandai dengan hiperaktif, perilaku dan agresi yang tidak biasa atau bersemangat.

Faktor Risiko Hydrophobia 

Sebagian besar kasus hydrophobia dan rabies terjadi di benua Asia dan Afrika. Anak-anak berisiko lebih besar daripada orang dewasa untuk tertular rabies, terutama karena mereka lebih mungkin digigit anjing dan hewan lain dan lebih mungkin menerima banyak gigitan. 

Anak-anak mungkin juga tidak bisa memberi tahu orang tua atau mungkin lupa jika sudah menerima gigitan atau cakaran kecil yang tidak menyakitkan dari hewan yang terinfeksi, sehingga mereka lebih mungkin mengembangkan hydrophobia.

Selain itu, kelompok orang yang juga berisiko lebih tinggi mengalami hydrophobia adalah:

  • Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana rabies biasa terjadi.
  • Orang yang sering beraktivitas di luar ruangan, sehingga lebih berpotensi bertemu dengan hewan yang mengidap rabies.
  • Mereka yang memiliki pekerjaan yang berkaitan dengan hewan, seperti dokter hewan, petugas karantina hewan, dan lain-lain.

Gejala Hydrophobia 

Karena hydrophobia terkait dengan penyakit rabies, maka gejala fobia ini sering muncul bersamaan dengan gejala umum rabies lainnya, seperti:

  • Hiperaktif.
  • Agitasi, agresi atau kebingungan.
  • Kondisi mental yang berubah.
  • Kesulitan bernapas.
  • Halusinasi visual atau pendengaran (seperti melihat atau mendengar sesuatu yang tidak dilihat atau didengar orang lain).
  • Kejang otot.
  • Memproduksi air liur berlebihan (hipersalivasi), mulut berbusa atau mengeluarkan air liur.
  • Fluktuasi kesadaran (terkadang sadar dan tidak).
  • Kejang.

Rabies mengubah produksi air liur, menyebabkan tubuh menghasilkan lebih banyak air liur. Namun, karena hydrophobia menyebabkan kejang yang menyakitkan saat menelan, pengidap menjadi enggan menelan kelebihan air liur. Hal itu juga bisa menyebabkan pengidap ketakutan atau menolak minum air. 

Akibatnya, kelebihan air liur yang mereka hasilkan tidak bisa ditelan atau dihilangkan dengan air minum, sehingga tetap berada di mulut mereka atau menyebar ke sekitarnya. Hal itu meningkatkan kemungkinan penyebaran virus rabies.

Seseorang dengan hydrophobia juga bisa mengalami gejala aerofobia, yaitu rasa takut yang ekstrem terhadap udara segar. Hal itu karena menghirup udara bisa menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan yang sama yang disebabkan oleh hydrophobia.

Diagnosis Hydrophobia 

Karena hydrophobia merupakan gejala rabies, maka dokter akan mendiagnosis penyakit tersebut dengan menggunakan tes antibodi fluoresen langsung. Tes tersebut mendeteksi antigen virus rabies di jaringan otak.

Tes diagnostik lain yang bisa digunakan untuk mendiagnosis hydrophobia, antara lain:

  • Biopsi kulit. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel kecil kulit dan diperiksa untuk melihat ada tidaknya virus dalam tubuh.
  • Tes air liur. Sampel air liur akan diambil dan diperiksa untuk mendeteksi virus.
  • Pungsi lumbal. Sampel kecil cairan serebrospinal (CSF) akan dikeluarkan menggunakan jarum dan diperiksa antibodi rabies.
  • Tes darah. Sampel darah akan diambil dan diperiksa antibodi rabies. Namun, dalam beberapa kasus, antibodi rabies tidak muncul hingga rabies stadium lanjut. 

Meskipun tes-tes tersebut efektif untuk mendiagnosis rabies setelah seseorang menunjukkan gejala hydrophobia, tapi mungkin juga tidak efektif bila dilakukan pada tahap awal infeksi. 

Pengobatan Hydrophobia 

Cara mengatasi hydrophobia adalah dengan mengobati rabies. Perawatan untuk rabies tergantung pada apakah pengidap sudah mulai menunjukkan tanda atau gejala infeksi. Namun, bila virus rabies sudah cukup berkembang hingga menyebabkan hydrophobia, hal itu hampir selalu berakibat fatal, dan pengobatan kemungkinan besar tidak efektif. 

Rabies ganas kemungkinan besar bisa menyebabkan kematian pada manusia atau hewan, dalam waktu enam hari setelah menunjukkan gejala, atau dalam beberapa hari setelah menunjukkan gejala hydrophobia.

Namun, bila infeksi rabies diobati dengan cepat, idealnya pada hari infeksi, orang tersebut bisa memiliki prognosis yang baik. Sayangnya, rabies memiliki masa inkubasi satu hingga tiga bulan. Artinya, pada saat seseorang menunjukkan gejala, penyakitnya mungkin sudah berkembang terlalu jauh, dan pengobatan tidak akan efektif.

Jadi, bila seseorang menunjukkan gejala hydrophobia dan diagnosis rabies dikonfirmasi atau sangat dicurigai, maka pengobatan yang bisa dilakukan hanya berfokus untuk membuat pengidap senyaman mungkin, daripada menyembuhkan infeksinya. 

Dokter akan berusaha membuat pengidap nyaman dengan menggunakan obat penenang. Karena orang dengan hydrophobia tidak bisa minum air, mereka akan diberikan cairan melalui infus. Begitu gejala hydrophobia berkembang, kematian biasanya terjadi dalam beberapa hari, biasanya karena henti jantung atau pernapasan.

Komplikasi Hydrophobia 

Karena bisa membuat seseorang enggan minum air, bahkan ketakutan yang ekstrem terhadap air, hydrophobia bisa menyebabkan komplikasi berupa dehidrasi parah. Manusia hanya bisa bertahan hidup kurang lebih tiga hari tanpa air. Namun, karena seseorang yang mengalami hydrophobia juga memiliki virus rabies, tubuhnya kemungkinan besar sudah melemah, artinya waktu bertahan hidupnya lebih rendah.

Pencegahan Hydrophobia 

Cara mencegah hydrophobia adalah dengan mengobati rabies sedini mungkin. Jadi, bila kamu baru saja digigit dan berpotensi terkena rabies, segera temui dokter untuk mendapatkan pengobatan. Perawatan untuk rabies meliputi:

  • Membersihkan dan mendisinfeksi area yang digigit atau dicakar.
  • Pemberian empat dosis vaksin rabies selama sebulan bila belum divaksinasi atau dua dosis bila sudah divaksinasi.
  • Pemberian imunoglobulin (kemungkinan besar melalui suntikan) ke area yang digigit atau dicakar untuk memberikan antibodi segera, dan perlindungan jangka pendek bila pasien tidak bisa segera mendapatkan vaksin atau sebelum vaksin mulai bekerja.

Rabies bisa diobati dengan kombinasi vaksin dan imunoglobulin rabies yang membantu pengidap menghasilkan antibodi yang diperlukan untuk melawan virus tersebut. Namun, jika pengobatan tidak diberikan sampai gejala hydrophobia sudah terjadi, kemungkinan besar pengobatan tidak akan efektif lagi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencari perawatan medis segera setelah gigitan hewan terjadi.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebaiknya segera temui dokter setelah digigit atau dicakar hewan yang berisiko menularkan virus rabies. 

Bila kamu masih punya pertanyaan seputar hydrophobia atau rabies, hubungi saja dokter melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa tanya dokter dan minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
CPD Online College. Diakses pada 2022. What is Hydrophobia?
Ro Health Guide. Diakses pada 2022. Hydrophobia and aquaphobia: the fear of water