
DAFTAR ISI
- Apa Itu Timolol?
- Merek Dagang Timolol
- Studi Terkait Timolol
- Peringatan Sebelum Menggunakan Timolol
- Dosis Timolol
- Cara Menggunakan Timolol
- Efek Samping Timolol
- Interaksi Timolol
- Kontraindikasi Timolol
Perhatian Penting
1. Artikel ini bersifat edukasi dan ditujukan hanya untuk tenaga kesehatan.
2. Pasien tidak diperbolehkan menggunakan informasi ini untuk penggunaan mandiri.
3. Semua keputusan terapi harus berdasarkan pemeriksaan dokter.
Apa Itu Timolol?
Timolol adalah obat golongan penghambat beta (beta-blocker) untuk menurunkan tekanan di dalam bola mata (intraokular) pada kondisi seperti glaukoma dan hipertensi okular.
Obat ini bekerja dengan cara mengurangi produksi aqueous humour, cairan bening yang mengisi ruangan di bagian depan mata.
- Golongan: Obat resep.
- Kategori: Beta blocker.
- Manfaat: Menurunkan tekanan di dalam bola mata.
- Digunakan oleh: Dewasa.
- Timolol untuk ibu hamil: Sebaiknya digunakan atas anjuran dan pengawasan dokter.
- Timolol untuk ibu menyusui: Sebaiknya digunakan berdasarkan resep dan petunjuk dokter
- Bentuk obat: Tetes mata (eye drops).
Merek Dagang Timolol
Timolol tersedia dalam beberapa sediaan dan dosis, berikut beberapa pilihannya:
- Cendo Timol 0.5% Eye Drop 5 ml. Obat tetes mata yang digunakan untuk menurunkan tekanan tinggi di dalam mada pada penderita glaukoma.
- Cendo Timol 0.25% Eye Drop 5 ml. Dengan dosis 0.25% timolol obat ini dapat membantu menangani glaukoma.
- Cendo Timol 0.25% Minidose 0.6 ml. Tersedia pula dalam bentuk sediaan mini yang membantu menurunkan tekanan intraokuler pada penderita glaukoma dan hipertensi okular.
- Lamofer Eye Drop 2.5 ml. Digunakan untuk mengurangi tekanan intraokular (TIO) pada pasien dengan glaukoma sudut terbuka dan hipertensi okular yang kurang responsif terhadap timolol dan atau latanoprost.
- Isotic adretor 0.25% Eye Drops 5 ml. Digunakan untuk menurunkan IOP/tekanan intraokuler pada glaukoma sudut terbuka kronis dan glaukoma sekunder.
Studi Terkait Timolol
Sebuah studi yang diterbitkan pada StatPearls menjelaskan cara kerja dan kegunaan dari kandungan timolol:
- Obat ini bekerja dengan mengurangi produksi cairan di dalam mata.
- Timolol bekerja dengan menghambat zat tertentu (reseptor beta) di bagian mata yang bertugas menghasilkan cairan mata.
- Pada kondisi hipertensi okular (tekanan mata tinggi tanpa kerusakan saraf mata), cara kerja timolol diduga sama seperti pada glaukoma sudut terbuka, yaitu dengan menurunkan produksi cairan mata.
Jangan anggap sepele, glaukoma bisa sebabkan kebutaan, atasi segera.
Peringatan Sebelum Menggunakan Timolol
Sebelum menggunakan timolol, perhatikan hal-hal berikut:
- Beri tahu dokter jika kamu memiliki riwayat asma atau penyakit paru seperti PPOK, penyakit jantung, tekanan darah rendah, diabetes, dan gangguan tiroid.
- Tidak dianjurkan digunakan tanpa pengawasan dokter pada penderita asma berat dan gangguan jantung tertentu.
- Beri tahu dokter jika kamu sedang menggunakan obat lain.
- Ibu hamil dan menyusui harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan timolol.
- Jika menggunakan lensa kontak, lepaskan lensa sebelum meneteskan obat dan tunggu minimal 15 menit sebelum memakainya kembali.
- Gunakan obat sesuai dosis dan aturan pakai, jangan menghentikan atau mengganti dosis tanpa petunjuk dokter.
Waspadai komplikasi glaukoma, simak selengkapnya di sini.
Dosis Timolol
Dosis timolol bervariasi tergantung pada bentuk obat dan kondisi yang diobati. Untuk tetes mata, dosis umum adalah satu tetes pada mata yang terkena, satu atau dua kali sehari.
Untuk kamu, ini 11 Rekomendasi Obat Tetes Mata untuk Redakan Gatal dan Kemerahan.
Cara Menggunakan Timolol
Berikut adalah beberapa poin penting dalam penggunaan timolol:
- Tetes mata: Cuci tangan sebelum menggunakan. Miringkan kepala ke belakang dan teteskan obat ke dalam kantung mata bagian bawah.
- Jangan menghentikan penggunaan timolol secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Efek Samping Timolol
Seperti obat lain, timolol dapat menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum meliputi:
- Mata terasa perih atau tidak nyaman (untuk tetes mata).
- Penglihatan kabur.
- Sakit kepala.
- Pusing.
- Denyut jantung lambat.
Efek samping yang lebih serius namun jarang terjadi meliputi:
- Kesulitan bernapas.
- Nyeri dada.
- Reaksi alergi.
Interaksi Timolol
Timolol dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat, termasuk:
- Beta-blocker lain (oral atau tetes mata).
- Penghambat saluran kalsium.
- Digoksin.
- Obat antiaritmia.
- Insulin dan obat diabetes oral.
Kontraindikasi Timolol
Timolol tidak boleh digunakan atau harus dihindari pada kondisi berikut:
- Alergi terhadap timolol atau obat sejenis (beta-blocker).
- Asma bronkial atau riwayat asma berat.
- Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) berat.
- Gangguan jantung tertentu, seperti:
- Denyut jantung sangat lambat.
- Gagal jantung yang tidak terkontrol.
- Syok kardiogenik (gangguan berat pada fungsi jantung).
Timolol adalah obat yang efektif untuk mengelola kondisi seperti glaukoma atau hipertensi okular.
Penting untuk menggunakan timolol sesuai anjuran dokter dan melaporkan efek samping yang dialami. Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang timolol, konsultasikan dengan dokter spesialis mata di Halodoc untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat.
Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!


