Ketahui Tes yang Dilakukan untuk Diagnosis Sepsis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ketahui Tes yang Dilakukan untuk Diagnosis Sepsis

Halodoc, Jakarta - Sepsis atau keracunan darah merupakan komplikasi infeksi atau luka, yang berpotensi mengancam nyawa. Kondisi ini terjadi ketika ada zat kimia yang masuk ke dalam pembuluh darah untuk melawan infeksi, kemudian malah memicu respon peradangan di dalam tubuh. Peradangan ini memicu sejumlah perubahan yang dapat merusak berbagai sistem organ, yang pada tahap selanjutnya dapat menyebabkan kegagalan organ tubuh.

Sepsis paling umum dan berbahaya pada orang dewasa yang lebih tua atau yang sistem imunnya lemah, tapi kondisi ini juga dapat memengaruhi orang dalam semua usia. Tanda dan gejala umum sepsis adalah:

  • Suhu tubuh di atas 38,3 derajat celsius atau di bawah 36 derajat celsius.

  • Laju jantung lebih dari 90 detakan per menit.

  • Laju pernapasan lebih dari 20 napas per menit.

Baca juga: Waspada Penyakit Sepsis yang Dapat Terjadi pada Balita

Kemudian, jika sepsis tak segera ditangani dan berlanjut menjadi kondisi yang parah, gejala yang umum dialami adalah:

  • Pengeluaran urine berkurang drastis.

  • Perubahan mendadak dalam status kejiwaan.

  • Berkurangnya jumlah keping darah.

  • Sulit bernapas.

  • Detak jantung abnormal.

  • Sakit perut.

  • Septic shock.

Apa yang Membuat Seseorang Mengalami Sepsis?

Sepsis dapat disebabkan oleh berbagai hal. Umumnya, hal ini terjadi ketika ada infeksi bakteri, virus, atau jamur. Kondisi ini juga dapat berkembang karena ada riwayat penyakit pneumonia, infeksi perut, infeksi ginjal, dan infeksi pembuluh darah.

Selain itu, kondisi ketika bakteri kebal terhadap bakteri lain juga dapat mengakibatkan sepsis. Dengan kata lain, beberapa jenis bakteri dapat kebal terhadap efek antibiotik yang dulu bisa membunuh mereka. Penyebab lainnya adalah sistem imun yang melemah, yang mungkin merupakan akibat HIV, pengobatan kanker atau obat transplantasi organ.

Baca juga: Demam dan Tekanan Darah Rendah, Bisa Saja Gejala dari Sepsis

Dapat Didiagnosis dengan Rangkaian Tes Berikut

Untuk mendiagnosis sepsis, dokter biasanya membutuhkan serangkaian tes berikut:

1. Tes Darah

Tes darah mungkin merupakan langkah pertama yang dibutuhkan. Tes ini mampu membantu dokter memeriksa infeksi, masalah penyumbatan, fungsi hati atau ginjal abnormal, berkurangnya jumlah oksigen, ketidakseimbangan mineral bernama elektrolit yang mempengaruhi jumlah air di dalam tubuh dan keasaman darah.

2. Tes Urine

Dengan hasil tes darah dan gejala, tes lainnya yang bisa dilakukan adalah tes urine untuk mengecek apakah terdapat bakteri di dalam urine.

3. Tes Sekresi Lendir

Untuk mengetahui jenis kuman penyebab infeksi.

4. X-Ray

Tes x-ray dilakukan untuk melihat paru-paru.

5. CT Scan

Computed tomography (CT) scan dilakukan untuk melihat kemungkinan infeksi di dalam usus buntu, pankreas, atau area usus.

Baca juga: Cara Pencegahan Penyakit Sepsis yang Perlu Diketahui

Pengobatan yang Dapat Dilakukan

Pengobatan untuk sepsis biasanya ditentukan dokter dari tingkat keparahan dan gejala yang dialami. Jika disebabkan oleh bakteri, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi. Namun, pada kasus yang sudah cukup parah, dokter biasanya akan menggunakan sejumlah obat-obatan untuk mengobati kondisi.

Obat bisa berupa antibiotik lewat infus untuk melawan infeksi, obat vasoactive untuk meningkatkan tekanan darah, insulin untuk menstabilkan gula darah, corticosteroid untuk mengurangi radang, dan obat penghilang rasa sakit. Bila sepsis menjadi parah, cairan infus dalam jumlah besar dan respirator untuk bernapas. Dalam beberapa kasus, operasi mungkin dibutuhkan untuk menghilangkan sumber infeksi, termasuk penyerapan abses bernanah atau pengangkatan jaringan yang terinfeksi.

Itulah sedikit penjelasan tentang sepsis. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!