Kista Payudara Bisa Jadi Awal Kanker Ganas

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
kista-payudara-bisa-jadi-awal-kanker-ganas-halodoc

Halodoc, Jakarta – Melakukan pemeriksaan payudara secara rutin sangat penting bagi wanita untuk mendeteksi kalau ternyata terdapat perubahan yang tidak biasa pada payudara, seperti munculnya benjolan. Benjolan pada payudara memang tidak selalu menandakan kanker, melainkan mungkin saja adalah kista payudara. Meskipun bersifat jinak, tetapi kista payudara sebaiknya tetap perlu diperiksakan. Pasalnya, kista payudara bisa menjadi awal dari terjadinya kanker ganas. Yuk, simak lebih lanjut penjelasannya di sini.

Apa Itu Kista Payudara?

Kista payudara atau breast cyst adalah benjolan berisi cairan di dalam payudara yang biasanya tidak bersifat kanker (jinak). Seorang wanita bisa memiliki satu atau banyak kista payudara sekaligus dan bisa terjadi pada satu atau kedua payudara. Kista payudara sering dirasakan, seperti anggur atau balon berisi air, tetapi terkadang benjolan ini juga bisa terasa keras.

Kista payudara paling sering terjadi pada wanita yang belum memasuki masa menopause, yaitu di antara usia 35–50 tahun. Meski demikian, kista payudara bisa terjadi pada wanita dari segala usia. Benjolan ini juga bisa muncul pada wanita pascamenopause yang menggunakan terapi hormon.

Berdasarkan ukurannya, kista payudara bisa dibagi menjadi dua kategori, yaitu:

  • Mikrokista. Kista payudara berukuran mikro, terlalu kecil untuk dirasakan. Namun, kista ini bisa dideteksi dengan melakukan tes pencitraan, seperti mamografi atau ultrasonografi.

  • Makrokista. Kista payudara berukuran makro sudah cuku besar untuk dirasakan. Diameternya sekitar 2,5–5 sentimeter. Kista payudara yang berukuran besar ini bisa menekan jaringan payudara di sekitarnya, sehingga menyebabkan rasa nyeri atau tidak nyaman pada payudara.

Baca juga: Jangan Tertukar, Ini Pengertian Kista dan Tumor Payudara

Penyebab Kista Payudara

Para ahli tidak tahu secara pasti apa yang menyebabkan munculnya kista payudara. Namun, benjolan pada payudara ini terbentuk akibat adanya penumpukan cairan di dalam kelenjar payudara.

Selain itu, perubahan hormon pada wanita yang terjadi saat menstruasi bulanan juga sering dikaitkan dengan munculnya kista payudara. Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa kelebihan estrogen dalam tubuh dapat merangsang jaringan payudara, sehingga berkontribusi pada terbentuknya kista payudara.

Gejala Kista Payudara

Kamu bisa mengenali kista payudara dengan mengamati tanda-tanda berikut ini:

  • Benjolan berbentuk bulat atau oval yang halus dan mudah berpindah-pindah dengan tepian yang berbeda.

  • Keluar cairan dari puting susu yang mungkin berwarna jernih kekuningan atau cokelat tua.

  • Muncul rasa nyeri di area benjolan payudara atau payudara terasa lembut.

  • Ukuran benjolan payudara dan rasa nyerinya akan semakin meningkat sesaat sebelum menstruasi.

Baca juga: Payudara Wanita Kencang, 8 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

Apakah Kista Payudara Bisa Berkembang Menjadi Kanker?

Memiliki kista payudara tidak meningkatkan risiko kamu untuk terkena kanker payudara. Sangat jarang sekali kista payudara berkembang menjadi kanker payudara. Meski demikian, kista bisa menghalangi atau mempersulit proses pendeteksian benjolan payudara baru atau perubahan lain yang mungkin butuh evaluasi lebih lanjut dari dokter. Selain itu, kista payudara juga bisa terinfeksi oleh bakteri dan berubah menjadi abses payudara.

Namun, kebanyakan kista payudara tidak memerlukan perawatan khusus, karena bisa sembuh dengan sendirinya. Pada kasus kista yang berukuran besar dan terasa menyakitkan, dokter bisa melakukan prosedur seperti aspirasi jarum halus untuk mengeringkan cairan pada payudara, sehingga gejala bisa mereda.

Baca juga: Begini Cara Mencegah Kista Payudara

Bila kamu menyadari adanya perubahan yang tidak biasa pada payudara, segera periksakan diri ke dokter. Kamu juga bisa langsung buat janji dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit pilihan kamu melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Breast Cyst – Symptoms and Causes.