Waspada, Ini Komplikasi Berbahaya karena Sindrom Sheehan

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Waspada, Ini Komplikasi Berbahaya karena Sindrom Sheehan

Halodoc, Jakarta – Salah satu kondisi yang bisa terjadi setelah persalinan adalah perdarahan.  Kabar buruknya, kondisi ini bisa memicu hal-hal yang membahayakan bagi wanita, salah satunya adalah sindrom Sheehan. Apa itu? 

Sindrom Sheehan terjadi saat seorang wanita kehilangan banyak darah saat persalinan yang bisa mengancam nyawa. Kondisi ini juga bisa menyebabkan wanita mengalami tekanan darah rendah setelah masa persalinan dan dapat mengganggu suplai oksigen di tubuh. Kondisi ini akhirnya akan memengaruhi kinerja kelenjar hipofisis dan menyebabkan kelenjar ini tidak bisa memproduksi hormon-hormon hipofisis. Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele. 

Baca juga: 5 Faktor Risiko yang Bisa Sebabkan Sindrom Sheehan

Mencegah Komplikasi Akibat Sindrom Sheehan 

Sindrom Sheehan menyebabkan terjadinya kerusakan pada kelenjar pituitari alias hipofisis. Kerusakan ini terjadi karena adanya perdarahan hebat atau penurunan tekanan darah selama proses persalinan berlangsung, hingga selesai melahirkan. Kelenjar hipofisis merupakan kelenjar kecil yang terletak di bawah otak dan berfungsi menghasilkan hormon pertumbuhan, produksi ASI, siklus menstruasi, dan reproduksi. 

Rusaknya kelenjar ini bisa menyebabkan tubuh kekurangan hormon hipofisis. Saat tubuh kekurangan hormon ini, bisa memicu munculnya sekumpulan gejala yang disebut dengan hipopituitarisme. Sindrom Sheehan sering tidak disadari, sebab gejalanya muncul perlahan dalam beberapa bulan atau tahun. Namun, ada beberapa kondisi yang bisa membuat gejala penyakit ini segera muncul. 

Ada beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit ini, seperti gangguan menstruasi, tekanan darah rendah, kadar gula darah rendah, ASI tidak keluar, serta tubuh mudah lelah. Kondisi ini juga bisa menyebabkan aritmia, payudara menyusut, berat badan bertambah, mudah kedinginan, kulit kering, penurunan nafsu makan, serta nyeri sendi dan muncul kerutan di sekitar mata dan bibir. 

Perdarahan setelah melahirkan bisa terjadi pada siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang disebut bisa meningkatkan risiko perdarahan setelah persalinan yang bisa berujung pada sindrom Sheehan. Risiko penyakit ini meningkat pada wanita yang mengalami solusio plasenta atau lepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum bayi lahir, plasenta previa atau kondisi sebagian atau seluruh plasenta menutupi mulut rahim, preeklamsia selama masa kehamilan, serta melahirkan anak dengan berat badan lebih dari 4 kilogram atau bayi kembar. 

Baca juga: Diagnosis Sindrom Sheehan dengan Cara Ini

Kondisi ini harus segera diatasi dengan pengobatan, agar terhindar dari komplikasi berbahaya. Pengobatan sindrom Sheehan dilakukan dengan terapi pengganti hormon yang hilang, seperti kortikosteroid, levotiroksin, dan estrogen. Hormon-hormon tersebut merupakan jenis hormon yang diatur oleh kelenjar hipofisis. 

Wanita yang mengalami kondisi ini juga harus menerima terapi hormon pertumbuhan. Pengganti hormon pertumbuhan pada wanita dengan sindrom Sheehan dapat menjaga rasio normal otot dan lemak tubuh. Hal ini juga bisa membantu menurunkan kadar kolesterol, mempertahankan massa tulang, dan meningkatkan kualitas hidup penderita secara keseluruhan. Sindrom Sheehan yang tidak ditangani bisa memicu komplikasi berupa: 

  1. Krisis adrenal, yaitu kondisi serius yang menyerang kelenjar adrenal. Krisis adrenal menyebabkan kelenjar ini hanya dapat menghasilkan hormon kortisol dalam jumlah rendah. 

  2. Menurunnya tekanan darah secara drastis dan hal ini bisa membahayakan tubuh. 

  3. Penurunan berat badan drastis. Kondisi ini juga tidak baik bagi ibu yang baru saja melahirkan. 

  4. Menstruasi tidak teratur. 

Baca juga: Sindrom Sheehan Bisa Dicegah dengan Cara Ini

Cari tahu lebih lanjut seputar sindrom Sheehan dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa kapan dan di mana saja  menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Halodoc. Diakses pada 2019. Sindrom Sheehan.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Sheehan’s Syndrome.
Healthline. Diakses pada 2019. Sheehan Syndrome.