• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kulit Kering Rentan Alami Dermatographia

Kulit Kering Rentan Alami Dermatographia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu menggaruk atau mengalami goresan pada kulit lalu kulit menjadi terlihat menonjol atau seperti timbul? Jika iya, mungkin kamu mengalami kondisi kesehatan yang disebut dermatographia. Masalah ini terbilang ringan, bahkan seringnya tidak dibutuhkan pengobatan khusus. Kulit yang menonjol ini akan pulih dalam waktu sekitar 30 menit. 

Namun, ada beberapa keadaan yang bisa membuat dermatographia berkembang menjadi masalah kulit yang serius. Goresan pada kulit bisa menjadi lebih buruk, menyebabkan luka yang terbilang dalam, dan menimbulkan reaksi yang mirip dengan alergi. Tentunya, rasa gatal yang muncul membuat kamu menjadi tidak nyaman, meski gejalanya tidak berlangsung lama. 

Benarkah Kulit Kering Rentan Alami Dermatographia?

Meski penyebab pasti dari dermatographia belum diketahui, ada beberapa dugaan yang mengarah pada masalah kesehatan ini, termasuk stres, adanya riwayat alergi, terjadinya gesekan berlebihan antara pakaian dengan tubuh, infeksi, dampak dari penggunaan obat tertentu, dan aktivitas yang membuat kulit tergesek berlebihan, seperti olahraga gulat. 

Baca juga: 5 Makanan yang Bisa Mencegah Dermatographia

Masih ada lagi beberapa faktor yang diduga turut meningkatkan risiko seseorang mengalami dermatographia, salah satunya adalah kondisi kulit kering. Sementara faktor risiko lainnya adalah riwayat penyakit dermatitis yang merupakan kondisi peradangan pada kulit, sering mengalami goresan pada kulit, mengidap penyakit yang berkaitan dengan tiroid, dan mengidap kelainan saraf atau penyakit dalam lainnya yang mengakibatkan kulit menjadi gatal. 

Dermatitis yang menjadi salah satu faktor risiko dermatographia lebih rentan terjadi pada anak-anak. Namun, kebanyakan dermatographia lebih sering menyerang remaja dan para dewasa muda. Sementara itu, tanda umum dermatographia terjadi ketika kulit mengalami goresan dan bukan muncul dengan sendirinya. Gejala ini bisa berupa kulit kemerahan, kulit tampak menonjol atau timbul, luka yang cukup dalam, terasa gatal, membengkak, dan sangat mungkin mengalami peradangan. 

Baca juga: Bagaimana Cara Mengobati Dermatographia?

Munculnya gejala ini bisa berlangsung hingga 30 menit. Namun, pada kondisi yang jarang terjadi, gejala bisa berlangsung lebih lama, bahkan lebih dari sehari. Bagaimanapun juga, dermatographia merupakan kondisi yang bisa terus muncul selama berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun dan bisa menjadi lebih buruk ketika suhu sedang mudah berubah atau cuaca ekstrem. Mandi menggunakan air hangat atau aktivitas sauna akan membuat gejalanya menjadi lebih buruk. 

Pengobatan dan Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Lalu, kapan saatnya memeriksakan diri ke dokter? Kamu perlu segera membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat apabila mengalami gejala dermatographia sudah sangat mengganggu dan membuat tidak nyaman. Jangan lupa, pakai aplikasi Halodoc, ya! Pengobatan harus segera diberikan apabila gejala dermatographia muncul diikuti dengan alergi anafilaksis, seperti sesak napas dan sulit menelan. 

Baca juga: Bisakah Dermatographia Disembuhkan?

Meski biasanya akan menghilang dengan sendirinya, dermatographia yang muncul dan mengganggu tetap membutuhkan pengobatan. Biasanya, obat yang diberikan ditujukan untuk mengurangi rasa gatal, peradangan, dan pembengkakan yang terjadi. Jarang terjadi, dermatographia yang berakhir dengan komplikasi serius. Dampak yang sering terjadi adalah iritasi kulit yang sifatnya ringan, tetapi tidak meninggalkan bekas luka pada tubuh. 

Sebaiknya, hindari semua aktivitas yang bisa memicu terjadinya masalah kulit ini, termasuk mandi air hangat atau sauna. Sebaik mungkin, kelola stres karena stres bisa memperburuk gejalanya. Jaga selalu kelembapan kulit agar tidak terjadi kulit kering dan hindari menggaruk apabila muncul rasa gatal. 

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2020. What is Dermatographia?
Medical News Today. Diakses pada 2020. Dermatographia: Causes and Treatment of Skin Writing.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Dermatographism or Skin Writing.