Lakukan 5 Cara Ini untuk Mengobati Sindrom Gilbert

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Lakukan 5 Cara Ini untuk Mengobati Sindrom Gilbert

Halodoc, Jakarta – Kelelahan adalah hal yang wajar terjadi dialami tubuh. Namun, jika kamu tetap merasa kelelahan meskipun sudah beristirahat, disertai dengan mual, nyeri, dan rasa tidak nyaman pada bagian perut, sebaiknya waspada. 

Hal ini bisa jadi kamu mengalami gejala sindrom gilbert. Ketahui lebih banyak mengenai kondisi sindrom gilbert yang dapat dialami oleh siapa saja, sehingga kamu mengerti penanganan sindrom gilbert yang mengganggu kesehatan.

Baca juga: Sindrom Gilbert Bisa Sebabkan Penyakit Kuning Intra-Hepatik, Mitos atau Fakta

Mengenal Sindrom Gilbert

Sindrom gilbert merupakan penyakit turunan yang ditandai dengan tingginya kadar bilirubin indirek dalam tubuh. Bilirubin indirek adalah pigmen warna kuning kecoklatan dan dihasilkan dari pemecahan sel darah merah oleh limpa.

Selain kondisi lemah dan lemas, biasanya pengidap sindrom gilbert mengalami gejala seperti perubahan warna pada bagian mata dan kulit pengidap yang menjadi kekuningan. Meskipun mengalami gejala seperti sakit kuning, pengidap sindrom gilbert tidak mengalami gangguan pada bagian hati. Segera periksakan kondisi kesehatan ke rumah sakit terdekat jika kondisi kuning yang dialami tidak kunjung reda dan semakin parah.

Perubahan nafsu makan dan diare menjadi tanda dari kondisi sindrom gilbert. Kondisi sindrom gilbert sudah ada semenjak pengidap dilahirkan, namun gejalanya muncul ketika pengidap beranjak remaja. Perkembangan fisik dan usia pengidap sindrom gilbert semakin memperjelas gejala yang dialami pengidap sindrom gilbert.

Ada beberapa penyebab yang membuat seseorang mengalami kondisi sindrom gilbert, salah satunya adalah perubahan atau mutasi gen yang mengendalikan kadar bilirubin dalam tubuh. Gen yang bermutasi memiliki fungsi untuk memecah bilirubin indirek dalam tubuh menjadi bilirubin direk agar dapat dibuang melalui urine maupun feses.

Baca juga: Diidap oleh Pembalap Jonas Folger, Kenali Lebih Dalam Sindrom Gilbert

Pada pengidap sindrom gilbert, mutasi gen menyebabkan bilirubin indirek menumpuk dalam darah sehingga terjadi penumpukan bilirubin dalam tubuh. Penyebab mutasi gen pada pengidap sindrom gilbert belum diketahui hingga sekarang, namun ada faktor yang membuat kadar bilirubin meningkat dalam tubuh, seperti stres atau tekanan emosional.

Tidak hanya itu, berolahraga berat juga dapat membuat kadar bilirubin dalam tubuh meningkat, Selain itu, dehidrasi menyebabkan kadar bilirubin seseorang meningkat. Tidak ada salahnya untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh perhari agar terhindar dari dehidrasi yang menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.

Inilah Pengobatan untuk Sindrom Gilbert

Gejala yang dialami tentu harus dipastikan dengan melakukan pemeriksaan yang tepat untuk memastikan kondisi kesehatan seseorang. Ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan kondisi sindrom gilbert, seperti tes darah bilirubin, tes fungsi hati dan tes genetik. 

Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi sindrom gilbert, seperti:

1. Penggunaan Obat

Biasanya, pengidap sindrom gilbert diberikan obat phenobarbital untuk menurunkan kadar bilirubin dalam tubuh.

2. Perbanyak Cairan

Jangan lupa untuk mengonsumsi banyak cairan perhari agar kebutuhan cairan terpenuhi. Dengan menghindari kondisi dehidrasi dalam tubuh tentu kamu juga akan terhindar dari kambuhnya sindrom gilbert atau risiko sindrom gilbert.

Baca juga: Inilah Penyebab Sakit Kuning pada Orang Dewasa

3. Hindari Alkohol

Nyatanya menghindari alkohol dapat membuat seseorang terhindar dari kondisi sindrom gilbert.

4. Rutin Olahraga

Sebaiknya pengidap sindrom gilbert hindari olahraga fisik yang cukup berat, kamu bisa mengganti dengan olahraga ringan selama 30 menit setiap harinya. Kamu juga bisa lakukan olahraga yoga untuk hindari stres atau tekanan emosi.

5. Istirahat dengan Baik

Nyatanya, memberikan kesempatan untuk tubuh beristirahat dapat menjauhkan kamu dari kambuhnya penyakit sindrom gilbert.