Limfedema Rentan Menyerang Pengidap Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Limfedema Rentan Menyerang Pengidap Kanker Payudara

Halodoc, Jakarta - Kanker adalah suatu penyakit yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa menimbulkan gejala. Seseorang yang mengidapnya mungkin tidak menyadari hingga gangguan ini terjadi cukup parah. Wanita juga dapat terserang penyakit ini dan salah satu gangguan yang rentan adalah kanker payudara.

Wanita yang mengalami kanker payudara harus segera mendapatkan penanganan berupa operasi. Seseorang mungkin sembuh setelah menjalani operasi, tetapi risiko lainnya mungkin saja terjadi. Risiko yang dapat terjadi pada seseorang setelah mendapat perawatan terhadap kanker tersebut adalah limfedema. Berikut pembahasan tentang hal tersebut!

Baca juga: Ini Gejala Limfedema yang Perlu Diwaspadai

Operasi Kanker Payudara Dapat Sebabkan Limfedema

Limfedema adalah terjadinya pembengkakan abnormal yang dapat berkembang pada lengan, tangan, atau payudara. Hal ini sebagai efek samping dari operasi kanker payudara dan/atau terapi radiasi. Gangguan ini dapat muncul pada beberapa orang dengan rentang waktu bulan atau tahun setelah pengobatan dilakukan.

Limfe berarti cairan bening dan tipis pada tubuh untuk menghilangkan kotoran, bakteri, dan zat lainnya dari jaringan. Edema adalah penumpukan cairan yang berlebih. Maka limfedema adalah terlalu banyak getah bening berkumpul di dalam tubuh. Seseorang yang menjalani perawatan kanker payudara yang paling berisiko mengalami gangguan ini.

Limfedema terjadi ketika kelenjar getah bening sering diangkat saat dilakukannya operasi kanker. Hal ini dapat mengganggu aliran getah bening yang dapat menyebabkan pembengkakan. Gangguan ini dapat menjadi lebih buruk dan parah. Beberapa gangguan yang dapat terjadi adalah luka pada kulit dan juga infeksi.

Selama dilakukan perawatan kanker payudara, beberapa kelenjar getah bening di bawah lengan akan dirawat dengan cara radiasi. Hal ini disebut juga dengan kelenjar getah bening aksila. Dokter akan mengeringkan pembuluh limfatik dari lengan atas, payudara, dada, leher, dan ketiak. Jika kamu mempunyai pertanyaan tentang gangguan ini, dokter dari Halodoc dapat membantu kamu.

Setelah pengangkatan kelenjar getah bening di bawah lengan, orang tersebut berisiko lebih tinggi mengalami limfedema seumur hidup. Selain itu, perawatan radiasi tersebut dapat menyebabkan jaringan parut dan sumbatan yang juga berisiko pada gangguan tersebut. Maka dari itu, pencegahan dini kanker payudara sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit ini.

Baca juga: 4 Jenis Pemeriksaan untuk Deteksi Limfedema

Gejala Limfedema yang Dapat Timbul

Gejala utama dari gangguan limfedema setelah dilakukannya perawatan kanker payudara adalah pembengkakan pada lengan. Hal ini terjadi karena kelenjar getah bening di area tersebut telah diangkat. Ukuran pembengkakan pada tiap orang dapat berbeda-beda. Seseorang dapat mengalami pembengkakan lebih ringan dibanding lainnya.

Gejala lainnya yang dapat terjadi ketika mengalami limfedema adalah:

  • Perasaan berat atau sesak di lengan, dada, atau daerah ketiak.

  • Bra, pakaian, atau perhiasan terasa lebih kecil.

  • Terasa nyeri di lengan.

  • Kesulitan menekuk atau menggerakkan sendi, seperti jari, pergelangan tangan, siku, atau bahu.

  • Pembengkakan di tangan.

  • Penebalan atau perubahan pada kulit.

  • Kelemahan pada lengan.

Baca juga: Adakah Pencegahan untuk Kondisi Limfedema?

Cara Mengurangi Risiko Terkena Limfedema

Ketika kamu melakukan operasi kanker payudara, risiko terhadap limfedema selalu ada. Kamu dapat menurunkan risiko tersebut dengan beberapa cara. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

  1. Melakukan Pemeriksaan Rutin

Pemeriksaan rutin ini dapat dilakukan dengan skrining pada area yang berisiko. Jika kamu telah mengalami beberapa kali rasa sakit pada tubuh, terutama setelah dilakukannya operasi kanker, mungkin kamu harus melakukan pemeriksaan. Cobalah untuk bertanya pada dokter jika merasakan hal ini.

  1. Berolahraga

Sebaiknya lakukan kegiatan seperti biasa supaya dapat membantu proses penyembuhan dengan lebih baik. Otot-otot yang sering digunakan akan membantu cairan getah bening mengalir dengan benar. Berolahraga dapat menjaga otot kamu menjadi fleksibel dan mengurangi terjadinya jaringan parut.

Referensi:
Cancer.org .Diakses pada 2019.For People at Risk of Lymphedema
Hopkins Medicine.Diakses pada 2019.Breast Cancer: Lymphedema After Treatment
Breastcancer.org .Diakses pada 2019.Lymphedema