• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Manfaat Diet Keto untuk Tingkatkan Kesehatan Otak

Ini Manfaat Diet Keto untuk Tingkatkan Kesehatan Otak

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Sudah sejak beberapa waktu belakangan diet keto dipilih banyak orang sebagai metode menurunkan berat badan yang ampuh. Dengan berfokus pada asupan makanan tinggi lemak sebagai pengganti energi dari karbohidrat, beberapa orang mengaku bisa mendapatkan berat badan ideal hanya dalam beberapa pekan.

Namun, tahukah kamu bahwa diet keto juga memiliki manfaat tersendiri untuk otak manusia? Ingin tahu apa saja manfaatnya untuk otak? Berikut ini ulasannya!

Baca juga: Intip 5 Tips Diet Keto Bagi Pemula

Manfaat Diet Keto untuk Otak

Melansir dari Healthline, meski ini belum banyak diteliti, diet rendah karbohidrat seperti diet keto bisa memiliki beberapa manfaat untuk otak, antara lain:

  • Mempertajam Ingatan. Orang dewasa yang lebih tua yang berisiko terkena penyakit Alzheimer telah menunjukkan peningkatan daya ingat setelah mengikuti diet rendah karbohidrat selama enam minggu. 

  • Meningkatkan Fungsi Otak. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa diet keto berhasil meningkatkan fungsi otak. 

  • Hiperinsulinisme Kongenital. Kondisi ini menyebabkan hipoglikemia dan dapat menyebabkan kerusakan otak. Hiperinsulinisme kongenital ini telah berhasil diobati dengan diet ketogenik. 

  • Sakit Kepala Migrain. Para peneliti melaporkan bahwa diet rendah karbohidrat atau ketogenik dapat memberikan bantuan kepada pengidap migrain. 

  • Penyakit Parkinson. Sebuah penelitian kecil menunjukkan, lima dari tujuh orang dengan penyakit Parkinson yang menyelesaikan diet ketogenik selama empat minggu mengalami perbaikan gejala hingga 43 persen. 

  • Cedera Otak Traumatis. Pengidap cedera kepala parah yang diberi makanan bebas karbohidrat mengalami kesembuhan lebih cepat. Ini karena karbohidrat dapat menghambat pemulihan.

Baca juga: 4 Hal yang Harus Diketahui sebelum Memulai Diet Keto

Diet Keto Bantu Atasi Penyakit Otak

Diet keto juga bisa bermanfaat untuk mengatasi beberapa penyakit terkait fungsi otak, seperti:

  1. Epilepsi

Epilepsi berkaitan dengan aktivitas elektrik abnormal di otak. Penyakit ini dapat ditandai dengan kejang, terkait dengan periode kegembiraan berlebihan yang terjadi di dalam sel-sel otak. Kondisi ini menyebabkan gerakan menyentak yang tidak terkontrol dan kehilangan kesadaran dan paling sering terjadi pada anak-anak.

Epilepsi bisa sangat sulit diobati secara efektif. Ada beberapa jenis kejang, dan beberapa anak bisa mengalami kejang sebanyak beberapa kali setiap hari. Meskipun ada banyak obat anti-kejang yang efektif, obat ini tidak mampu mengendalikan kejang pada setidaknya 30 persen pengidapnya. Jenis epilepsi ini disebut refraktori, atau tidak responsif terhadap pengobatan. 

Melansir Healthline, diet ketogenik dikembangkan oleh Dr. Russell Wilder pada tahun 1921 ini ternyata bisa mengobati epilepsi pada anak yang yang resisten terhadap obat-obatan. Sepertiga dari anak-anak yang merespons diet keto memiliki penurunan kejang hingga 90 persen atau lebih besar.

Melalui studi ini, anak-anak yang diobati dengan diet ketogenik selama tiga bulan juga mengalami penurunan kejang rata-rata 75 persen. Meskipun diet ketogenik klasik bisa efektif melawan kejang, namun tetap membutuhkan pengawasan ketat oleh ahli saraf dan ahli diet. Pilihan makanan juga sangat terbatas, dan pola makannya bisa sulit diikuti, terutama untuk anak-anak. 

2. Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia. Ini adalah penyakit progresif di mana otak mengembangkan plak dan yang kemudian menyebabkan otak kehilangan memori. Banyak peneliti meyakini bahwa kondisi ini bisa dianggap diabetes "tipe 3" karena sel-sel otak menjadi resisten insulin dan tidak dapat menggunakan glukosa dengan benar, akibatnya peradangan pun terjadi.

Para ahli melaporkan bahwa penyakit Alzheimer memiliki ciri-ciri tertentu dengan epilepsi, termasuk rangsangan otak yang menyebabkan kejang. Dalam satu penelitian terhadap 152 orang dengan penyakit Alzheimer, mereka yang menerima suplemen tinggi lemak selama 90 hari memiliki kadar keton yang jauh lebih tinggi dan peningkatan fungsi otak yang signifikan dibandingkan dengan kelompok lain. 

Seperti halnya epilepsi, para peneliti tidak yakin dengan mekanisme pasti di balik manfaat potensial ini terhadap penyakit Alzheimer. Satu teori adalah bahwa keton melindungi sel-sel otak dengan mengurangi spesies oksigen reaktif, yang merupakan produk sampingan dari metabolisme yang menyebabkan peradangan. Sementara teori lain adalah bahwa diet tinggi lemak, termasuk lemak jenuh, dapat mengurangi protein berbahaya yang menumpuk di otak orang dengan Alzheimer.

Baca juga: Ini 4 Penanda Bahwa Diet Keto Berhasil

Itulah manfaat diet keto yang perlu kamu ketahui. Jika kamu tertarik untuk mencoba diet ini untuk menjaga kesehatan otak, coba tanyakan dulu pada dokter di Halodoc. Dokter akan menjelaskan cara aman untuk kamu menjalani diet keto. Tunggu apa lagi, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. How Low-Carb and Ketogenic Diets Boost Brain Health.
The Charlie Foundation. Diakses pada 2020. Keto for Brain Health.