Melemahkan Otot, Ini 10 Gejala Myasthenia Gravis pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Gejala Myasthenia Gravis

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar penyakit yang bernama myasthenia gravis sebelumnya? Kondisi ini ditandai dengan melemahnya otot tubuh karena adanya gangguan saraf dan otot. Pada awal kemunculannya, pengidap akan merasa cepat lelah setelah beraktivitas, tapi akan membaik setelah beristirahat. Gangguan saraf otot pada pengidap myasthenia gravis disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang tubuh itu sendiri.

Meskipun penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja, myasthenia gravis lebih sering dialami oleh wanita yang berusia 20-30 tahun dan pria yang berusia di atas 50 tahun. Kenali gejala myasthenia gravis yang menyerang anak-anak.

Baca juga: Olahraga untuk Pengidap Myasthenia Gravis

Kenali Gejala Myasthenia Gravis pada Anak

Adanya gangguan saraf dan otot pada pengidap myasthenia gravis disebabkan oleh terputusnya saraf antara mata dan otot. Gejala-gejala yang muncul meliputi:

  1. Mengalami perubahan penglihatan, seperti penglihatan ganda.

  2. Mengalami perubahan suara yang ditunjukkan dengan suara serak.

  3. Mengalami kesulitan bernapas saat sedang beraktivitas atau beristirahat.

  4. Mengalami kesulitan menelan, sehingga pengidap akan sering tersedak.

  5. Mengalami keterbatasan mengekspresikan wajah karena adanya gangguan pada saraf dan otot wajah.

  6. Mengalami kelemahan pada otot leher, tangan, dan kaki.

  7. Mengalami nyeri otot pada sejumlah bagian tubuh setelah beraktivitas.

  8. Mengalami kesulitan mengangkat kepala setelah berbaring.

  9. Mengalami kesulitan bergerak, seperti berpindah posisi dari duduk ke berdiri.

  10. Mengalami gangguan dalam berjalan.

Jika gejala-gejala yang muncul dibiarkan begitu saja, sel saraf pada otot perlahan akan hancur dan rusak. Hal tersebut akan menyebabkan terputusnya komunikasi antar sel saraf, karena kinerja yang terhambat oleh sistem imunitas tubuh yang rusak. Karena hal tersebut, pengidap mengalami kelemahan pada otot, sehingga menjadi mudah lelah.

Baca juga: Kenali Pencegahan Myasthenia Gravis yang Perlu Diketahui

Seperti penyakit-penyakit lainnya yang disebabkan oleh sistem imunitas tubuh yang menyerang tubuh itu sendiri, myasthenia gravis tidak dapat disembuhkan. Pengobatan dilakukan untuk mengurangi gejala yang timbul seperti kelemahan otot dengan tindakan terapi, obat-obatan, atau operasi. 

Meskipun terbilang aman dilakukan, pengobatan yang dilakukan memiliki efek samping yang tidak dapat disepelekan. Efek samping yang muncul akan tergantung pada dosis dan jenis obat yang diberikan, serta komplikasi yang ditimbulkan oleh myasthenia gravis sendiri. Beberapa efek samping yang muncul, seperti diare, kram perut, diabetes, mual, otot berkedut, serta kenaikan berat badan.

Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Sejauh ini belum ada cara yang dapat mencegah myasthenia gravis dengan tepat. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar myasthenia gravis tidak semakin bertambah parah. Beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Mencuci tangan dengan rajin, sebelum atau sesudah makan, serta setelah dari toilet.

  • Gunakan masker ketika sedang berdekatan dengan orang yang sakit.

  • Hindari melakukan aktivitas berat dan berlebihan.

  • Menjaga suhu tubuh agar tetap stabil.

  • Kelola stres dengan baik dengan melakukan hal-hal yang disukai.

Segera temui dokter di rumah sakit terdekat jika Si Kecil mengeluhkan badan yang terasa sakit dan mudah lelah. Hal tersebut merupakan gejala awal yang muncul pada pengidap myasthenia gravis. Ibu perlu mengetahui bahwa myasthenia gravis merupakan penyakit kronis yang dapat bertambah parah seiring dengan berjalannya waktu.

Baca juga: Otot Bisa Melemah Sebelum Masuk Usia 40an, Wanita Mesti Waspada Myasthenia Gravis

Myasthenic crisis merupakan salah satu komplikasi yang cukup berbahaya pada pengidap myasthenia gravis. Kondisi ini terjadi ketika melemahnya otot-otot pernapasan, sehingga pengidap akan membutuhkan pertolongan darurat dengan alat bantu pernapasan. Tak hanya itu, lupus, rematik, atau masalah tiroid bisa saja muncul sebagai komplikasi pada pengidap myasthenia gravis.

Untuk itu, segera temui dokter jika Si Kecil mengeluhkan ada yang salah dengan tubuhnya, sehingga dokter dapat melakukan pemeriksaan berkala guna mengawasi perkembangan penyakit. Dengan begitu, kondisinya dapat terpantau dengan baik, sehingga komplikasi yang muncul dapat dicegah dengan segera.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2019. Myasthenia Gravis.
Healthline. Diakses pada 2019. Myasthenia Gravis.