Menahan Pipis Bisa Terkena Kanker Kandung Kemih?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kanker Kandung Kemih, menahan pipis

Halodoc, Jakarta - Sering menahan pipis karena malas pergi ke kamar kecil? Hati-hati karena kanker kandung kemih bisa mengincarmu. Ketika kamu sering menahan pipis, kamu bisa saja mengidap infeksi kandung kemih yang dapat memicu terjadinya kanker kandung kemih. Kanker kandung kemih sendiri merupakan kondisi saat sel dalam kandung kemih tumbuh secara abnormal, sehingga membentuk sel kanker.

Jika gejala yang muncul dibiarkan begitu saja tanpa penanganan, sel-sel ini bisa saja menyebar pada organ di sekitar, bahkan pada organ yang lebih jauh, seperti paru-paru, hati, dan tulang. Jadi, masih mau melestarikan kebiasaan yang dapat berakibat fatal ini?

Baca juga: Kenali Gejala-Gejala Kanker Kandung Kemih

Menahan Pipis Bisa Terkena Kanker Kandung Kemih, Benarkah?

Menahan pipis merupakan salah satu faktor risiko yang dapat memicu terjadinya kanker kandung kemih. Tak hanya itu, berikut ini beberapa hal yang dapat memicu terjadinya penyakit berbahaya ini:

  • Berjenis kelamin pria.

  • Wanita yang mengalami menopause dini.

  • Pernah menjalani radioterapi di area kandung kemih.

  • Memakai kateter dalam jangka waktu yang lama.

  • Mengidap diabetes tipe 2, yaitu kelainan metabolik yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi.

  • Mengidap skistosomiasis, yaitu infeksi cacing parasit skistosoma yang ditemukan di air tawar, seperti kolam, danau, sungai, atau waduk.

Selain hal-hal tersebut, kanker kandung kemih juga dapat terjadi karena seringnya terpapar zat kimia berbahaya, seperti zat karsinogenik. Zat berbahaya yang satu ini, ditemukan pada rokok. Jika seseorang terpapar zat ini secara terus-menerus, paparan tersebut dapat memicu mutasi genetik pada sel kandung kemih dan meningkatkan risiko terjadinya kanker kandung kemih.

Baca juga: 5 Pemeriksaan untuk Diagnosis Kanker Kandung Kemih

Kenali Gejalanya, agar Dapat Melakukan Penanganan dengan Tepat

Jika sel-sel kandung kemih berubah menjadi tumor kecil, biasanya hal ini tidak menimbulkan gejala apapun bagi pengidapnya. Namun, pada sebagian pengidap gejala yang muncul akan meliputi:

  • Mengalami hematuria atau kencing berdarah.

  • Adanya sensasi rasa terbakar saat buang air kecil.

  • Mengalami kenaikan atau penurunan pada frekuensi buang air kecil.

  • Mengalami sakit punggung yang menjalar hingga ke bagian bawah.

  • Mengalami penurunan jumlah urine, bahkan urine bisa saja keluar hanya beberapa tetes saja.

Gejala tersebut merupakan gejala ringan yang muncul. Namun, jika tumor sudah berkembang menjadi lebih besar, gejala yang muncul akan berbeda. Gejala akan meliputi sakit perut dan penurunan berat badan tanpa sebab yang pasti. Jika kamu mengalami serangkaian gejalanya, segera temui dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Penanganan yang tepat akan menghindarimu dari komplikasi berbahaya yang bisa saja terjadi.

Baca juga: Ikuti Tips Ini untuk Mencegah Kanker Kandung Kemih 

Begini Langkah Pencegahan Kanker Kandung Kemih

Kanker kandung kemih tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, menjalani gaya hidup sehat dapat kamu lakukan guna menurunkan faktor risiko terjadinya kanker kandung kemih. Berikut ini langkah yang dapat kamu lakukan:

  • Berhenti merokok.

  • Hindari paparan zat kimia berbahaya. Dalam hal ini, kamu dapat menggunakan masker ketika bepergian ke luar rumah.

  • Rutin mengonsumsi sayur-mayur dan buah-buahan. Kandungan antioksidan dalam buah dan sayur dapat mengurangi risiko terjadinya kanker kandung kemih.

Jika melakukan serangkaian pencegahan di atas tidak juga menghindarimu dari kanker kandung kemih, segera temui dokter, ya. Dalam hal ini, biasanya dokter akan menentukan berbagai pilihan terapi yang akan dilakukan, tergantung pada tingkat keparahan dan kondisi pengidap. Sebelum dilakukannya terapi, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menentukan stadium kanker yang dialami.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2019. Bladder Cancer. 
WebMD. Diakses pada 2019. Bladder Cancer Health Center.