05 April 2019

Mengenal Lebih Jauh Pola Asuh Otoritatif pada Anak

Mengenal Lebih Jauh Pola Asuh Otoritatif pada Anak

Halodoc, Jakarta – Setiap keluarga memiliki bentuk pola asuh yang berbeda untuk anak. Orangtua tentunya bebas memilih pola asuh mana yang dirasa pantas, mulai dari pola asuh permisif, otoriter, hingga otoritatif. Kepribadian dan karakter anak akan berkembang sejalan dengan pola asuh yang diterapkan orangtua. Itu mengapa pola asuh sangat penting agar anak tumbuh dengan sifat yang positif.

Dari ketiga jenis pola asuh di atas, pola asuh autoritatif banyak dipilih para orangtua karena memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan dua pola asuh lainnya. Yuk, kenali lebih jauh pola asuh otoritatif.

Baca Juga: Inilah 6 Jenis Pola Asuh Anak yang Bisa Diterapkan Orangtua

Mengenal Pola Asuh Otoritatif

Pola asuh otoritatif disebut juga dengan pola asuh “demokratis” atau mencari jalan tengah. Jika ditelaah, otoritatif adalah pola asuh yang paling efektif dan bermanfaat bagi anak. Penelitian menunjukkan bahwa peran orangtua fleksibel saat menerapkan pola asuh ini berdasarkan tujuan pribadi dan perilaku unik setiap anak.

Dalam pola asuh ini, orangtua memberi kebebasan disertai bimbingan pada anak. Anak akan diberi masukan dan arahan sebelum bertindak. Orangtua juga akan menjawab pertanyaan anak dengan bijak dan terbuka, karena orangtua menganggap hak dan kewajibannya sederajat. Pola asuh ini menempatkan musyawarah sebagai pilar dalam memecahkan berbagai persoalan anak yang didukung dengan komunikasi.

Pola asuh otoritatif juga menuntut anak untuk mandiri, tapi tetap disertai dengan batas dan kendali orangtua. Melalui pola asuh ini, anak akan merasa bahagia, percaya diri, dan mempunyai kendali diri yang baik. Manfaat lainnya adalah anak bisa mengatasi stres, punya keinginan untuk berprestasi, dan bisa lancar berkomunikasi. Dampak positif lainnya, anak bisa mengambil keputusan dan siap menerima segala konsekuensi dari keputusan yang diambil. Dengan demikian, potensi yang dimiliki anak dapat berkembang secara optimal dan menjadikan anak tidak takut untuk terbuka kepada orangtua.  .

Baca Juga: Anak Terus-terusan Main Gadget, Tanda Pola Asuh yang Salah?

Karakteristik Pola Asuh Otoritatif

Karakteristik pola asuh otoritatif meliputi:

  • Mendengarkan kemauan anak.

  • Membiarkan anak untuk mengekspresikan pendapat

  • Mendorong anak untuk mendiskusikan pilihan,

  • Menumbuhkan kemandirian dan memberikan pendapat.

  • Orangtua memberikan batasan, konsekuensi, dan harapan pada perilaku anak.

  • Orangtua mengekspresikan kehangatan.

  • Orangtua mengelola disiplin yang adil dan konsisten saat anak melanggar aturan.

Meski menaruh harapan tinggi pada anak, orangtua yang menerapkan pola asuh otoritatif tetap bersifat fleksibel.  Misalnya jika ditemukan keadaan yang tidak sesuai, orangtua akan menyesuaikan respons pada keadaan tersebut. Beberapa orangtua mungkin telah menerapkan pola asuh lainnya. Namun, bukan berarti orangtua tidak dapat memulai untuk menerapkan pola yang lebih otoritatif.

Sebelum mengembangkan kebiasaan pola asuh otoritatif, orangtua disarankan untuk memperhatikan setiap tindakan terlebih dahulu. Kemudian, cobalah untuk tidak terlalu keras ataupun terlalu lunak pada anak. Hal ini bisa dimulai dengan membiarkan anak membuat lebih banyak keputusan. Seiring bertambahnya waktu, pola asuh ini akan bekerja secara alami.

Baca Juga: Hati-Hati Pola Asuh Seperti Ini Bisa Picu Peter Pan Syndrome

Itulah sedikit informasi tentang pola asuh otoritatif. Jika kamu memiliki pertanyaan lain seputar pola asuh anak, gunakan saja aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung kepada ahlinya. Melalui fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc, kamu bisa berbicara dengan dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!