Bagaimanakah Cara Mengobati Granuloma Annulare?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bagaimanakah Cara Mengobati Granuloma Annulare?

Halodoc, Jakarta - Sebagai penyakit kulit kronis, granuloma annulare memiliki gejala khas berupa munculnya bintik merah berbentuk cincin pada beberapa bagian kulit. Karena jarang menimbulkan kondisi berbahaya, penyakit ini kerap tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika gejala memburuk, dokter biasanya akan meresepkan krim steroid atau petroleum jelly sebagai obat oles.

Namun, steroid juga dapat digunakan sebagai suntikan. Selain itu, jika granuloma annulare menyebar luas dan bertambah parah, dokter akan merekomendasikan pasiennya untuk melakukan terapi cahaya ultraviolet khusus supaya menghambat sistem imun lainnya.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Granuloma Annulare Bisa Sebabkan Kematian

Sementara itu, selain pengobatan medis, pengidap granuloma annulare juga biasanya disarankan untuk melakukan beberapa perawatan rumahan, seperti:

  • Pakai obat yang diresepkan dokter dengan teratur.

  • Menghindari paparan alergi agar tidak membuat gejala semakin memburuk.

  • Segera hubungi dokter jika terasa gatal, kulit kering, atau tanda-tanda infeksi seperti demam, bengkak, atau berhenti tiba-tiba.

Sekarang, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan juga bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call. Kemudian, jika dokter meresepkan obat, kamu bisa memesannya melalui aplikasi Halodoc. Kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam.

Bagaimana Gejala Granuloma Annulare?

Granuloma annulare dapat terjadi pada siapa saja, dari berbagai kalangan usia. Namun, penyakit ini memang lebih umum terjadi pada anak-anak dan remaja. Seperti telah disebutkan di awal, bahwa penyakit kulit ini ditandai dengan kemunculan bengkak merah di beberapa bagian kulit.

Baca juga: Begini Prosedur Diagnosis Granuloma Annulare

Bengkak tersebut lama-kelamaan akan berubah bentuk menjadi bulat-bulat kecil seperti cincin. Bentuknya agak cekung di tengah dan menyebabkan gatal. Beberapa bagian tubuh yang paling sering mengalami bengkak merah ini adalah tangan, kaki, lengan, siku, dan lutut. 

Namun, sebenarnya gejala granuloma annulare dapat berbeda-beda, tergantung jenis dari masing-masing tipe, yaitu:

  • Lokalisata. Merupakan bentuk granuloma annulare yang paling umum. Ruam memiliki batas melingkar atau setengah lingkaran dengan diameter kurang lebih lima sentimeter. Gejala ini terjadi paling sering di tangan, kaki, pergelangan tangan dan pergelangan kaki dewasa muda.

  • Generalisata. Bentuk yang lebih jarang, ruam merah yang muncul biasanya disertai gatal yang terjadi di bagian tubuh luas, termasuk lengan dan tungkai.

  • Di bawah kulit. Tipe yang biasanya menyerang anak-anak. Lebih dikenal dengan granuloma annulare subkutan. Kemerahan yang muncul lebih kecil dan letaknya di bawah kulit sehingga tidak sampai membuat sebuah ruam. Kemerahan ini muncul pada bagian tangan, dahi, dan kulit kepala.

Jika mengalami berbagai gejala yang telah dipaparkan tadi, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter, ya. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Baca juga: Waspadai 2 Komplikasi yang Menyebabkan Granuloma Annulare

Apa yang Menjadi Penyebab Granuloma Annulare?

Meski hingga kini belum diketahui dengan jelas apa yang menjadi penyebabnya, granuloma annulare diduga terjadi karena adanya riwayat penyakit tiroid atau diabetes. Sebab, orang yang mengidap kedua penyakit tersebut biasanya lebih rentan terkena granuloma annulare. 

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena granuloma annulare, yaitu:

  • Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas;

  • Memiliki riwayat penyakit tiroid;

  • Digigit serangga atau binatang;

  • Suntikan;

  • Terkena paparan sinar matahari secara berlebihan.

Perlu diingat bahwa tidak memiliki faktor risiko bukan berarti kamu tidak dapat terserang granuloma annulare, lho. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu menjaga pola hidup dan pola makan sehat setiap hari, agar bisa tetap fit, ya. 



Referensi:
MedScape (2019). Granuloma Inguinale (Donovanosis)
Healthline (2019). What You Need to Know About Granuloma Inguinale
CDC (2019). Granuloma Inguinale (Donovanosis)