Ad Placeholder Image

Musim Hujan Tiba, Waspadai Risiko Penyakit pada Anak dan Keluarga

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlin SpA   05 November 2025

Musim hujan dapat meningkatkan terjadinya beberapa penyakit pada anak dan keluarga, seperti flu hingga leptospirosis.

Musim Hujan Tiba, Waspadai Risiko Penyakit pada Anak dan KeluargaMusim Hujan Tiba, Waspadai Risiko Penyakit pada Anak dan Keluarga

Daftar Isi: 


Musim hujan sering kali membawa suasana sejuk dan menyenangkan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama pada anak-anak.

Perubahan suhu, kelembapan tinggi, hingga genangan air dapat menjadi pemicu meningkatnya penyebaran virus dan bakteri

Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk lebih waspada terhadap masalah kesehatan yang biasanya meningkat di musim ini.

Keluarga, terutama anak-anak, memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang sehingga lebih mudah terserang penyakit musiman.

Nah, untuk mencegah gangguan kesehatan, ibu perlu mengetahui apa saja penyakit yang umum terjadi di musim hujan, dan langkah pencegahan yang tepat untuk melindungi orang-orang tercinta.

Masalah Kesehatan yang Sering Terjadi di Musim Hujan

Musim hujan identik dengan meningkatnya kasus penyakit akibat virus, bakteri, hingga gigitan nyamuk. 

Menurut data BPJS Kesehatan, DBD menjadi salah satu penyakit yang paling diwaspadai pada musim hujan. 

Terdapat lebih dari 166.000 kasus demam dengue pada paruh kedua tahun 2025. Dari angkat tersebut, 59% di antaranya dialami oleh mereka yang berusia kurang dari 20 tahun. 

Ini artinya, anak-anak merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap DBD.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Kesmas UI tahun 2007 menjelaskan bahwa, faktor cuaca seperti curah hujan, suhu, dan kelembapan memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan kasus DBD. 

Perubahan iklim yang memicu naiknya suhu serta frekuensi hujan dapat menciptakan lingkungan ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.

Ketika jumlah nyamuk meningkat, risiko penularan DBD pun ikut bertambah karena populasi vektor penyakit ini menjadi lebih banyak dan lebih aktif. 

Selain DBD, berikut beberapa penyakit yang rentan terjadi di musim hujan:

1. Pilek dan Flu

Pilek dan flu lebih mudah menyebar saat musim hujan karena peningkatan virus di udara dan kontak antar manusia. Gejalanya meliputi hidung tersumbat, batuk, demam, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas.

2. Penyakit Kulit

Penyakit kulit, seperti infeksi jamur sering muncul saat musim hujan. Hal ini terjadi karena, kondisi lembap membuat kulit lebih mudah teriritasi dan jadi tempat ideal berkembangnya jamur. 

Kebiasaan memakai pakaian basah terlalu lama atau terkena air hujan kotor juga meningkatkan penyakit kulit. 

3. Diare

Diare sering terjadi karena makanan atau air yang terkontaminasi selama musim hujan. Pengidap biasanya buang air besar cair lebih dari tiga kali sehari, disertai kram perut, mual, dan lemas.

4. Leptospirosis

Leptospirosis lebih sering terjadi di musim hujan karena genangan air dan banjir memudahkan penyebaran bakteri dari urine hewan, terutama tikus.

Penyakit ini dapat menyebabkan demam mendadak, nyeri otot, sakit kepala berat, bahkan gangguan ginjal bila tidak ditangani.

5. Demam Tifoid (Tipes)

Tipes disebabkan bakteri Salmonella typhi dari makanan atau minuman yang kurang higienis. Gejalanya termasuk demam berkepanjangan, lemas, mual, dan gangguan pencernaan.

Tips Mencegah Penyakit di Musim Hujan

Menjaga kesehatan keluarga di musim hujan bisa dilakukan melalui langkah-langkah sederhana berikut:

1. Konsumsi makanan sehat dan bergizi

Perbanyak buah, sayur, dan protein untuk menjaga sistem imun anak dan keluarga tetap kuat.

Pilih makanan rumahan yang higienis dan kurangi makanan cepat saji yang dapat menurunkan imunitas.

2. Minum air yang cukup

Cuaca dingin sering membuat kita lupa minum, padahal hidrasi penting untuk daya tahan tubuh.

Sediakan air mineral hangat di rumah agar keluarga lebih sering minum tanpa merasa kedinginan.

3. Mengonsumsi suplemen bila diperlukan

Vitamin C, vitamin D, zinc, dan probiotik dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh, terutama bagi anggota keluarga yang mudah sakit.

Konsultasikan ke dokter jika ingin menggunakan suplemen jangka panjang untuk memastikan dosisnya sesuai.

Kamu bisa simak selengkapnya, Ini 5 Rekomendasi dan Jenis Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh

4. Pastikan kebersihan lingkungan rumah

Bersihkan saluran air, buang genangan, dan lakukan 3M Plus untuk cegah DBD menguras, menutup, mengubur, dan memakai lotion antinyamuk.

Rutin periksa tempat penampungan air dan taman rumah karena nyamuk Aedes aegypti menyukai tempat lembap dan bersih.

5. Jaga kebersihan diri

Cuci tangan dengan sabun, batasi kontak dengan orang sakit, dan biasakan mandi setelah terkena hujan. 

Selain itu, ibu juga bisa ajarkan anak etika batuk atau bersin yang benar dan sediakan hand sanitizer saat bepergian.

6. Gunakan pakaian hangat

Bantu tubuh tetap stabil saat suhu menurun, terutama pada anak. Selain jaket, pilih pakaian berbahan nyaman yang mampu menyerap keringat agar tubuh tetap hangat namun tidak lembap.

Ibu bisa simak juga Fakta-Fakta Tentang Demam Berdarah yang Perlu Diketahui.

Musim Hujan Tiba, Ini Cara Ibu Tetap Sehat dan Bertenaga

Faktanya, akhir tahun sering menjadi periode dengan lonjakan kasus penyakit, terutama karena perubahan cuaca dan tingginya mobilitas masyarakat. 

Pada momen ini, para ibu sebagai caregiver utama keluarga kerap berada di garis depan merawat anak dan anggota keluarga lainnya yang sakit.

Menurut Indonesia Health Insights Report 2025 dari Halodoc, 40 persen keluarga mengalami masalah kesehatan yang mengganggu rencana liburan akhir tahun.

Nah, ibu menjadi kelompok paling terdampak 32 persen, disusul kelompok anak di urutan kedua 28 persen. 

Ini menunjukkan bahwa, ibu bukan hanya merawat keluarga (caregiver) yang sakit, tetapi juga menjadi pihak yang rentan jatuh sakit di periode ini.

Untuk itu, ibu perlu menjaga diri terlebih dahulu agar bisa optimal merawat keluarga. 

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Cukup tidur dan istirahat meski kesibukan meningkat.
  • Penuhi nutrisi dan cairan tubuh, jangan sampai lupa makan.
  • Rutin mengonsumsi vitamin atau suplemen untuk daya tahan tubuh.
  • Kelola stres melalui aktivitas ringan seperti stretching atau minum minuman hangat.
  • Tetap aktif bergerak, misalnya dengan jalan pagi atau olahraga ringan.
  • Segera periksa kesehatan bila mulai muncul gejala, jangan menunda.

Ingat, kondisi tubuh ibu yang sehat akan lebih mampu menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga. 

Menjelang dan selama musim hujan, berbagai penyakit rentan meningkat sehingga upaya menjaga kesehatan perlu dilakukan secara ekstra.

Dengan mengenali penyakit yang umum terjadi, menerapkan langkah pencegahan, ibu bisa membantu melindungi keluarga dari berbagai risiko kesehatan.

Jika ibu memiliki pertanyaan lain seputar penyakit di musim hujan atau mengalami gejala penyakit tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. 

Konsultasi dengan dokter kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc. 

Ibu juga bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc. 

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi: 
Halodoc. Diakses pada 2025. Indonesia Health Insights Report 2025. 
Jurnal Kesmas UI. Diakses pada 2025. Pengaruh Iklim terhadap Kasus Demam Berdarah Dengue. 
CDC. Diakses pada 2025. Six Tips to Enhance Immunity.
Kemenkes Unit Pelayanan Kesehatan. Diakses pada 2025. 5 Penyakit Penyerta Musim Hujan.  
Kompas. Diakses pada 2025.Hadapi Musim Hujan, Dirut BPJS Kesehatan Ingatkan Lonjakan Kasus DBD.