14 March 2018

Nutrisi yang Diperlukan Ibu Menyusui

Nutrisi yang Diperlukan Ibu Menyusui

Halodoc, Jakarta – Setelah melahirkan, bukan berarti ibu sudah tidak perlu lagi mengonsumsi makanan bergizi. Ibu yang menyusui masih perlu memenuhi kebutuhan nutrisi harian agar bisa menghasilkan ASI yang berkualitas untuk Si Kecil. Ingat, makanan yang ibu makan akan memengaruhi kesehatan Si Kecil. Jadi, dianjurkan agar tetap menjaga pola makan sehat selama menyusui.

Sebenarnya, secara alami ASI sudah mengandung seluruh nutrisi yang diperlukan bayi. Tapi, kuantitas dan kepekatan ASI sangat dipengaruhi oleh pola makan ibu. Agar ibu dapat mengonsumsi makanan sehat secara tepat, ibu perlu tahu nutrisi apa saja yang dibutuhkan selama menyusui. Berikut 4 jenis nutrisi yang sangat penting untuk ibu menyusui:

  1. Kalori

Secara umum, ibu menyusui membutuhkan 500 kalori lebih banyak dari yang tidak. Tapi ibu enggak perlu pusing menghitung jumlah kalori dari makanan yang ibu konsumsi setiap harinya, karena kebutuhan kalori setiap ibu juga berbeda. Ibu hanya perlu makan setiap rasa lapar muncul.

Sumber makanan berkarbohidrat:

Kebutuhan karbohidrat pastinya bisa ibu dapatkan dari nasi dan roti. Namun, agar nutrisi yang masuk ke tubuh ibu tidak semata-mata hanya karbohidrat saja, sesekali gantilah nasi dengan gandum utuh yang lebih kaya serat. Gandum utuh sangat baik untuk ibu dan bayi karena kaya akan asam folat. Ibu bisa mencampur gandum utuh dengan beras merah, menjadi seperti nasi cokelat, yang mampu memberikan ibu kalori untuk memproduksi ASI yang berkualitas tinggi.

  1. Protein

Ibu yang menyusui juga perlu mengonsumsi makanan yang tinggi akan protein karena zat gizi ini penting untuk membangun dan memperbaiki berbagai jaringan dalam tubuh. Protein berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil di awal-awal masa kehidupannya. Selain itu, protein juga bermanfaat untuk membantu pemulihan tubuh ibu setelah menjalani kehamilan dan persalinan.  

Sumber makanan berprotein:

Kebutuhan protein yang diperlukan ibu menyusui adalah sebanyak 76-77 gram per hari. Ibu bisa mendapatkan nutrisi ini dari mengonsumsi bahan makanan hewani maupun nabati, seperti daging sapi, daging ayam, telur, tempe, tahu, edamame, seafood, dan sebagainya.

  1. Asam Lemak

Sumber utama kalori bayi berasal dari lemak. Selain sebagai sumber energi, lemak juga bermanfaat untuk membangun jaringan otak Si Kecil. Tubuh ibu sendiri pun juga membutuhkan lemak. Tapi, ibu sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tidak jenuh, dan batasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh atau lemak trans.

  1. Sumber Makanan Asam Lemak:

Selama menyusui, ibu wajib mengonsumsi makanan tinggi asam lemak seperti ikan salmon, ikan kembung, kacang-kacangan, daging sapi, dan lain-lain.

  1. Vitamin dan Mineral

Ibu yang menyusui juga perlu mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral lebih banyak daripada biasanya, demi kebaikan ibu dan janin. Berikut jenis vitamin dan mineral yang penting untuk pertumbuhan bayi:

  • Vitamin C. Nutrisi ini berperan penting dalam pertumbuhan bayi dan perbaikan jaringan dalam tubuh ibu setelah melahirkan. Untuk bayi, vitamin C dapat membantu pertumbuhan tulang, gigi, dan produksi kolagen.

Bisa didapat dari: jeruk, mangga, nanas, pepaya, stroberi, dan buah-buahan berwarna cerah.

  • Vitamin E. Manfaatnya vitamin E untuk ibu adalah membantu mencegah ibu mengalami anemia setelah melahirkan. Sedangkan untuk Si Kecil, kandungan antioksidan yang tinggi dalam vitamin E dapat melindungi mata dan paru-paru bayi dari berbagai masalah karena kekurangan oksigen.

Bisa didapat dari: kacang almond, bayam, asparagus, dan alpukat.

  • Kalsium & Zat besi. Si Kecil memerlukan kalsium untuk pembentukan tulang dan gigi. Sementara zat besi berfungsi untuk membentuk sel darah merah, sehingga membantu mencegah ibu mengalami anemia setelah melahirkan.

Bisa didapat dari: kuning telur, ikan, kepiting, kerang, udang, bayam, dan brokoli.

Untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi di atas, ibu disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat yang bervariasi, seimbang, dan alami. Jika ibu sakit atau mengalami masalah kesehatan selama kehamilan, hubungi saja dokter melalui aplikasi Halodoc. Ibu bisa meminta saran kesehatan dan rekomendasi obat dari dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.