• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Nyeri pada Mata, Waspada Gejala dari Hifema

Nyeri pada Mata, Waspada Gejala dari Hifema

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Ketika mata mengidap hifema, mata akan mengalami penumpukan darah di bilik depan mata yang terletak di antara kornea dan iris. Penumpukan darah yang berada di bilik depan ini akan menghalangi pandangan, baik seluruhnya, atau sebagian. 

Hifema sendiri dapat terjadi karena adanya trauma atau cedera yang menyebabkan robeknya iris atau kornea mata, sehingga pengidap akan membutuhkan pertolongan medis segera. Pasalnya, jika gejala yang muncul dibiarkan begitu saja, pengidap bisa saja mengalami kebutaan secara permanen.

Baca juga: Penanganan Pertama untuk Redakan Gejala Hifema

Mengalami Nyeri pada Mata, Waspada Gejala dari Hifema

Penumpukan darah di bilik depan mata yang terletak di antara kornea dan iris memang gejala utama dari hifema. Namun, kondisi ini akan disertai dengan rasa nyeri yang terasa sangat parah. Pada kondisi yang ringan, penumpukan darah belum dapat terlihat dengan mata telanjang. Tak hanya rasa nyeri pada mata, gejala dapat disertai dengan:

  • Pandangan menjadi kabur atau samar-samar.
  • Mata akan lebih sensitif terhadap paparan cahaya.

Hifema akan membuat pengidapnya mengalami peningkatan tekanan bola mata karena adanya penumpukan darah pada kornea dan iris. Jika gejala yang muncul dibiarkan begitu saja, pengidap bisa saja mengidap glaukoma, yang ditandai dengan adanya kerusakan saraf mata, adanya gangguan penglihatan, bahkan kebutaan.

Baca juga: Mengejan saat Persalinan Bisa Sebabkan Hifema?

Kenali Faktor Risiko Pemicu Hifema

Penyakit yang satu ini dapat terjadi karena adanya trauma atau cedera pada mata. Kondisi tersebut bisa saja muncul sebagai komplikasi setelah seseorang melakukan operasi mata. Tak hanya itu, faktor pemicu lainnya meliputi:

  • Terpapar virus herpes yang menyebabkan adanya infeksi mata.
  • Memiliki pembuluh darah yang tidak normal pada permukaan iris mata.
  • Mengidap kelainan pembuluh darah.
  • Mengidap gangguan pembekuan darah.

Ketika sejumlah faktor pemicu dan gejala ditemukan, penanganan akan dilakukan dengan melihat adanya riwayat cedera pada mata dengan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan penunjang. Pemeriksaan fisik mata dilakukan dengan memeriksa tekanan pada bola mata, serta ketajaman penglihatan pengidap. Sedangkan pada pemeriksaan penunjang, dokter biasanya akan melakukan CT scan mata.

Baca juga: Bisakah Mata Kembali Normal Jika Terkena Hifema?

Pengobatan yang Disarankan Bagi Pengidap Hifema

Dalam kasus yang ringan, gejala yang muncul pada pengidap hifema dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu seminggu. Dalam kasus yang ringan, kamu dapat melakukan beberapa langkah berikut ini guna mencegah hifema bertambah parah:

  • Batasi gerakan mata.
  • Jangan lakukan kegiatan fisik berat.
  • Istirahat dengan cukup.
  • Gunakan kacamata atau pelindung mata lainnya ketika melakukan aktivitas.

Penanganan yang dilakukan akan tergantung pada usia dan kondisi dari masing-masing pengidap. Jika pengidap mengalami gejala nyeri pada mata, biasanya dokter akan meresepkan pereda rasa nyeri. Sedangkan bagi pengidap yang mengalami peradangan, biasanya dokter akan meresepkan obat tetes mata guna mengurangi peradangan.

Dalam menangani penyakit yang satu ini, diskusikan langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya! Jangan sembarangan mengonsumsi obat, karena hifema merupakan penyakit yang menimbulkan komplikasi berbahaya pada mata, yaitu kebutaan permanen. 

Ketika perawatan dilakukan, jangan lupa untuk selalu memantau kondisi tekanan pada mata. Jika tekanan meningkat, kemungkinan besar mata akan kembali mengalami pendarahan yang berujung pada terganggunya kemampuan penglihatan. Jadi, selalu pantau kondisimu dan gunakan pelindung mata ketika beraktivitas di luar ruangan, ya!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. What is a Hyphema? 
WebMD. Diakses pada 2019. Hyphema (Bleeding in Eye).