Panduan Berpuasa Bagi Pengidap Darah Rendah

Panduan Berpuasa Bagi Pengidap Darah Rendah

Halodoc, Jakarta – Gangguan tekanan darah yang terjadi pada seseorang sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan tubuh, karena bisa berdampak pada kinerja dan kondisi tubuh. Pada dasarnya, ada dua jenis gangguan tekanan darah yang sering menyerang, yaitu tekanan darah tinggi alias hipertensi dan tekanan darah rendah atau hipotensi. Pada artikel ini, akan dibahas seputar hipotensi dan apakah pengidap gangguan ini boleh menjalankan puasa.

Hipotensi adalah kondisi yang terjadi akibat tekanan yang diterima arteri terlalu rendah, sehingga tak dapat mengantarkan oksigen ke organ tubuh. Hal itu kemudian menyebabkan organ tubuh menjadi tidak berfungsi maksimal, dan berpotensi mengalami kerusakan.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa tekanan darah yang normal untuk orang dewasa adalah pada angka sekitar 120/80 mmHg. Seseorang dikatakan mengalami hipotensi jika saat pemeriksaan tekanan darah menunjukkan angka kurang dari 90 / 60 mmHg.

Baca juga: 5 Asupan Ini Baik untuk Pengidap Darah Rendah

Untuk mendapatkan hasil pengukuran darah akan lebih akurat, tekanan darah sebaiknya diukur saat tubuh dalam kondisi istirahat atau tidak melakukan apapun selama 5–15 menit. Sebelum memeriksa tekanan darah juga dianjurkan untuk tidak merokok serta tidak melakukan aktivitas berat, seperti berolahraga. Pasalnya, hal-hal tersebut bisa memicu organ bekerja lebih keras, sehingga tekanan darah mungkin akan menunjukkan angka yang lebih tinggi.

Bolehkah Pengidap Hipotensi Berpuasa?

Orang yang memiliki riwayat tekanan darah rendah alias hipotensi sebenarnya boleh saja berpuasa, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Sebelum memutuskan untuk berpuasa, pengidap hipotensi harus terlebih dahulu melakukan pemeriksaan untuk mengecek tekanan darah secara berkala, dan pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter. Hal yang paling penting adalah mengetahui dengan pasti kondisi tubuh, dan tidak memaksakan diri untuk berpuasa.

Pengidap hipotensi diharuskan untuk memastikan bahwa kebutuhan cairan tercukupi dengan baik selama berpuasa. Sebab, kebutuhan cairan dan asupan garam adalah hal yang penting bagi pengidap penyakit ini. Maka dari itu, pengidap hipotensi harus banyak minum air putih saat sahur maupun berbuka puasa.

Panduan Berpuasa untuk Pengidap Hipotensi

Ada panduan khusus yang harus diikuti agar pengidap hipotensi bisa lebih lancar menjalani puasa. Berikut beberapa tips dan aturan penting yang harus dilakukan saat sahur dan berbuka puasa agar kondisi tubuh tetap terjaga:

  • Banyak Minum Air Putih

Mengatur kebutuhan cairan menjadi satu hal yang sulit untuk dilakukan selama berpuasa. Sebab, orang yang berpuasa diharuskan untuk menahan lapar dan haus selama hampir 12 jam. Nah, pengidap hipotensi harus benar-benar memperhatikan hal ini, agar tidak kekurangan cairan yang bisa berujung pada penurunan tekanan darah serta dehidrasi.

Baca juga: 4 Makanan dan Minuman untuk Darah Rendah

Agar tetap sehat, usahakan untuk tetap minum sebanyak jumlah air yang dibutuhkan manusia, yaitu 8 gelas atau 2 liter dalam satu hari. Selama puasa, kamu bisa menerapkan pola 2–4–2, yaitu 2 gelas saat sahur, 4 gelas saat berbuka puasa, dan 2 gelas pada malam hari atau sebelum tidur.

  • Makanan Kaya Vitamin B12

Pengidap hipotensi juga disarankan untuk meningkatkan asupan makanan yang mengandung vitamin B12. Hal itu penting untuk mencegah anemia dan tekanan darah rendah menyerang saat berpuasa. Ada beberapa jenis makanan yang bisa menjadi sumber vitamin ini, seperti daging sapi, hati, ayam, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

  • Makanan Tinggi Asam Folat

Makanan yang tinggi asam folat juga bisa membantu mencegah anemia. Hal itu juga baik untuk menghindari gejala hipotensi menjadi lebih parah. Pastikan untuk memasukkan jenis makanan yang kaya akan asam folat dalam menu sahur dan berbuka puasa.

Baca juga: Ketahui 6 Penyebab Tekanan Darah Rendah & Cara Mengatasinya

Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara ke dokter selama menjalani puasa. Sampaikan gejala-gejala hipotensi yang muncul, untuk mendapatkan rekomendasi terbaik. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!