Pemeriksaan untuk Diagnosis Delirium Tremens

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
pemeriksaan-untuk-diagnosis-delirium-tremens-halodoc

Halodoc, Jakarta – Bagi orang yang sudah terbiasa mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak, tentunya akan mengalami kesulitan untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Namun, bukan berarti seorang pecandu alkohol tidak bisa berhenti minum alkohol dan memiliki hidup yang sehat. Hanya saja, ada sejumlah gejala yang akan dialami oleh pecandu alkohol ketika tiba-tiba mengurangi atau berhenti sama sekali dari mengonsumsi minuman tersebut.

Bila kamu jadi tidak bisa berkonsentrasi dengan baik, lebih cepat marah dan gelisah setelah mengurangi konsumsi alkohol, itu berarti kamu mengalami delirium tremens. Ketahui pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis delirium tremens di sini.

Apa Itu Delirium Tremens?

Delirium tremens (DT) adalah kebingungan tubuh yang terjadi saat peminum alkohol berat mengurangi atau berhenti minum. Kebingungan tersebut biasanya berupa, perubahan emosi, disorientasi, halusinasi, dan perilaku mengacau dan berbahaya. Secara umum, delirium tremens adalah kondisi detoksifikasi alkohol yang parah.

Delirium tremens biasanya dialami oleh peminum alkohol berat dan dalam jangka waktu yang lama, atau peminum yang memiliki riwayat sindrom alcohol withdrawal atau delirium.

Baca juga: Ini Dampak Negatif Kecanduan Alkohol pada Tubuh

Penyebab Delirium Tremens

Alkohol bersifat depresan, yang berarti kandungan tersebut bisa memperlambat sistem saraf pusat. Mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang berlebihan dalam jangka waktu lama bisa mengubah cara kerja otak, termasuk kinerja pembawa pesan kimiawi. Nah, ketika konsumsi alkohol tiba-tiba dikurangi atau dihentikan, otak akan terus bekerja dalam kondisi yang sudah berubah tersebut.

Hal ini akan menyebabkan tubuh mengalami kebingungan, sehingga terjadilah kondisi penarikan alkohol seperti delirium tremens. Tingkat keparahan delirium tremens pada tiap peminum alkohol bisa berbeda-beda tergantung pada durasi dan frekuensi konsumsi alkohol mereka sebelumnya.

Baca juga: 5 Faktor Penyebab Delirium Tremens

Gejala-Gejala Delirium Tremens

Delirium tremens bisa diketahui dengan mengamati gejala-gejalanya yang khas, yaitu:

  • Lebih mudah marah.

  • Kebingungan atau disorientasi.

  • Kemampuan fokus berkurang.

  • Perubahan fungsi mental.

  • Tremor pada tubuh.

  • Tidur yang sangat lelap yang bisa berlangsung selama sehari atau lebih.

  • Rasa gembira yang sangat berlebihan.

  • Rasa takut yang berlebihan atau paranoid.

  • Halusinasi, yaitu melihat atau merasakan sesuatu yang tidak nyata.

  • Menjadi hiperaktif.

  • Perubahan suasana hati yang sangat cepat.

  • Gelisah.

  • Sensitif terhadap cahaya, suara, dan sentuhan.

  • Kejang.

  • Pingsan.

Cara Mendiagnosis Delirium Tremens

Selain dengan mengamati gejala yang dialami pengidap, dokter juga akan melakukan analisis cairan otak dan pencitraan bagian otak untuk menilai seberapa parah gejala DT yang dialami pengidap akibat penarikan alkohol. Dokter juga akan menyarankan untuk melakukan beberapa pemeriksaan penunjang berikut ini untuk memastikan diagnosis delirium tremens:

  • Pemeriksaan gula darah.

  • Pemeriksaan kadar magnesium dalam darah.

  • Pemeriksaan kadar fosfat dalam darah.

  • Pemeriksaan darah untuk mengetahui adanya konsumsi obat-obatan tertentu.

  • CT-scan kepala, untuk melihat ada tidaknya kerusakan otak yang disebabkan oleh alkohol.

  • Pungsi lumbal, untuk melihat cairan otak (cairan serebrospinal, LCS) untuk melihat adanya pengaruh alkohol terhadap kejang atau gejala lainnya yang terjadi setelah penarikan alkohol.

  • Comprehensive metabolic panel (CMP), adalah serangkaian tes darah yang memberikan gambaran singkat tentang kimia dalam tubuh kamu dan metabolisme tubuh.

  • Elektrokardiogram (EKG), yaitu tes untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik pada jantung dengan menggunakan mesin pendeteksi impuls listrik (elektrokardiograf). Tes ini diperlukan untuk mengukur kinerja jantung yang bisa terkena dampak dari konsumsi alkohol secara berlebihan dan penarikan secara tiba-tiba 

  • Electroencephalogram (EEG), adalah tes yang mendeteksi aktivitas listrik di otak dengan menempelkan elektroda kecil pada kulit kepala. Tes ini diperlukan untuk mengukur sejauh mana fungsi otak terganggu akibat penarikan alkohol.

  • Toxicology Screen. Tes ini untuk mengukur jumlah alkohol yang dikonsumsi pengidap.

Baca juga: Ini 13 Tanda Orang Kecanduan Alkohol

Untuk melakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis delirium tremens, kamu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu sekeluarga.

Referensi:
Very Well Mind. Diakses pada 2019. What It's Like to Go Through the DTs.