Penggumpalan Darah Saat Hamil, Berbahayakah?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
gumpalan darah saat hamil

Halodoc, Jakarta - Saat hamil, beberapa kondisi memang akan cenderung membahayakan bagi calon ibu, salah satunya yaitu penggumpalan darah saat hamil. Darah mempunyai peran penting, yaitu sebagai pembawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, bahkan ke janin yang sedang dikandung. Nah, jika terjadi gangguan pada darah ibu selama masa kehamilan, dampaknya tentu akan berbahaya bagi ibu dan janin.

Baca juga: Rentan Menyerang Ibu Hamil, Hati-hati Risiko Emboli

Penggumpalan Darah Saat Hamil, Apakah Berbahaya?

Penggumpalan darah punya bahasa medis, yaitu thrombophilia. Kondisi ini bisa terjadi pada siapapun termasuk ibu hamil. Thrombophilia merupakan merupakan kondisi di mana darah ibu hamil kekurangan cairan dan mengandung protein ACA (Anticardiolipin Antibody) yang tinggi.

Kekurangan cairan ini akan mengakibatkan sel-sel darah menempel satu sama lain, sehingga terjadilah gangguan aliran darah dan terhambatnya pasokan nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini akhirnya akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti migrain, pusing, pandangan kabur, serta menurunnya daya ingat.

Bila aliran darah terlalu lambat, maka sel-sel tubuh terancam melemah, bahkan mati. Penggumpalan darah juga akan menyebabkan jantung susah memompa darah, sehingga membebani organ tersebut. Kondisi ini bisa saja meningkatkan tekanan darah, stroke, bahkan serangan jantung.

Ini yang Jadi Penyebab Penggumpalan Darah saat Kehamilan

Ada beberapa hal yang bisa jadi penyebab penggumpalan darah pada ibu hamil. Beberapa di antaranya:

  1. Merokok dan stres.
  2. Pola makan yang tidak sehat. Kelebihan kolesterol, gula dan lemak dapat membuat darah ibu hamil mengental. Selain itu, kurangnya omega 3 juga dapat membuat ibu hamil mengalami penyakit yang satu ini.
  3. Memiliki kadar ACA tinggi. Perempuan dengan kadar ACA tinggi dibanding dengan rata-rata perempuan lainnya memiliki risiko lebih tinggi mengidap penggumpalan darah saat kehamilan. Dalam kasus kehamilan dengan sindrom ACA, kehadiran janin akan dianggap benda asing, sehingga tubuh ibu hamil bereaksi meningkatkan kekebalan tubuh untuk memerangi janin.

Baca juga: Ibu Hamil Berisiko Mengalami Penyumbatan Pembuluh Darah karena Ketuban

Ini Bahaya Penggumpalan Darah saat Kehamilan

Penggumpalan darah saat hamil bisa saja terjadi, berikut ini beberapa bahaya penggumpalan darah pada ibu hamil dan janin:

  1. Terjadinya gangguan dalam darah, seperti anemia dan leukopenia, yaitu rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh.
  2. Terjadinya keguguran tanpa penyebab yang jelas di usia kandungan yang sudah menginjak 9 bulan atau lebih.
  3. Terjadinya kelahiran bayi prematur saat usia kandungan belum memasuki usia 34 minggu.
  4. Terjadinya penyumbatan di pembuluh darah nadi atau pembuluh darah balik.

Bagi para ibu hamil yang telah didiagnosis mengalami penggumpalan darah saat hamil, biasanya dokter akan memberikan suntikan heparin sebagai obat pengencer darah. dokter juga akan terus memantau ketat perkembangan kehamilan hingga proses melahirkan. Obat pengencer darah tersebut biasanya akan disuntikkan pada bagian perut sekitar pusar ibu hamil. Tujuannya untuk memastikan darah tetap normal dan mencegah terjadinya pendarahan.

Baca juga: Mengapa Gangguan Pembekuan Darah Terjadi?

Selain itu, ibu hamil dan janin juga penting untuk menjaga berat badan untuk mengurangi risiko pembekuan darah selama kehamilan. Karena jika ibu hamil mengalami penggumpalan darah saat masa kehamilan, kondisi ini bisa saja terjadi lagi pada masa kehamilan berikutnya.

Jika kurang jelas, ibu bisa bertanya seputar masalah kesehatan ibu dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc, melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, ibu juga bisa membeli obat yang sedang dibutuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan ibu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!