Pengobatan untuk Pengidap Diabetes yang Alami Paronikia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pengobatan untuk Pengidap Diabetes yang Alami Paronikia

Halodoc, Jakarta - Paronikia adalah infeksi yang dapat terjadi pada kulit sekitar kuku tangan atau kaki. Umumnya, bakteri ini disebabkan oleh bakteri atau jamur candida. Selain itu, pengidap diabetes juga rentan mengidap paronikia karena diabetes dapat merusak saraf dan mengurangi aliran darah ke kaki atau tangan.

Paronikia dapat muncul secara bertahap selama berminggu-minggu atau muncul secara tiba-tiba dalam satu hari. Gejala paronikia mudah dikenali dan biasanya dapat dengan mudah diobati tanpa merusak kulit atau kuku pengidapnya. Namun, infeksi juga bisa menjadi parah, bahkan mengakibatkan kuku hilang sebagian atau seluruhnya jika tidak dirawat. Terdapat dua jenis paronikia yang bisa muncul tergantung faktor penyebabnya, yakni:

Baca Juga: Benarkah Memotong Kutikula Kuku Bisa Sebabkan Paronikia?

  1. Paronikia akut. Tipe ini berkembang selama berjam-jam atau berhari-hari. Infeksi biasanya tidak menyebar luas ke jari. Perawatan dini dapat mengurangi gejala dengan cepat.
  2. Paronikia kronis. Gejala paronikia kronis dapat berlangsung setidaknya 6 minggu. Meski perkembangannya lambat, tapi tipe ini bisa menjadi lebih serius. Biasanya tipe ini diidap oleh pengidap penyakit kronis, seperti diabetes.

Gejala Paronikia

Beberapa gejala paronikia mirip dengan infeksi kulit lainnya, tapi yang membedakannya adalah paronikia bisanya akan mempengaruhi kuku pengidapnya. Gejala umum paronikia meliputi:

  • Pembengkakan, kelembutan, dan kemerahan di sekitar kuku.
  • Abses berisi nanah.
  • Pengerasan kuku.
  • Kerusakan pada kuku.
  • Kuku memisahkan diri dari tempatnya.

Pengobatan Paronikia pada Pengidap Diabetes

Pengidap diabetes dianjurkan untuk merawat kuku tangan dan kaki secara rutin. Pasalnya, kuku yang tidak terawat dengan baik bisa memperburuk paronikia yang berisiko menyebabkan amputasi. Pengidap diabetes yang merawat kuku tangan dan kakinya dengan baik dapat mencegah masalah paling serius terkait diabetes.

Apabila pengidap diabetes memiliki abses, dokter mungkin perlu melakukan prosedur drainase. Prosedur ini dilakukan dengan membius area, memisahkan kulit dari pangkal atau sisi kuku, dan mengeluarkan nanah. Selain prosedur tersebut, berikut langkah-langkah perawatan paronikia yang bisa dilakukan :

1. Cuci dan Keringkan Tangan dan Kaki Setiap Hari

Pengidap diabetes disarankan untuk membasuh kaki dan tangan menggunakan sabun dan air hangat setiap hari. Setelah membasuhnya, tepuk-tepuk kulit sampai kering. Hindari mengeringkan kulit dengan menggosoknya terlalu keras yang justru akan menimbulkan luka. Setelah kering, beri lotion agar kulit tetap lembap.

Baca Juga: Pencegahan Terjadinya Paronikia bagi Pengidap Diabetes

2. Rutin Merawat Kuku Tangan dan Kaki

Potong kuku kaki setelah mandi saat kulit sedang dalam keadaan lembab. Potong kuku dengan lurus dan ratakan dengan kikir kuku. Hindari memotong ujung-ujung jari kaki dan memotong kutikula. Kompres air hangat 3-4 kali sehari untuk  mengurangi rasa sakit dan bengkak.

Konsumsi antibiotik yang telah atau obat anti jamur  yang telah diresepkan dokter. Pakai krim steroid atau larutan yang terbuat dari etanol (alkohol) dan tiol (fungisida) untuk menjaga kuku tetap bersih dan kering apabila sudah mendapat persetujuan dari dokter.

3. Periksa Kulit Secara Rutin

Periksa kulit yang kering dan pecah-pecah secara rutin. Cari bagian kulit yang terdapat lecet, luka, goresan, atau luka lainnya. Periksa kemerahan, peningkatan rasa hangat, atau kelembutan saat menyentuh suatu bagian kulit. Perhatikan kuku jari kaki yang tumbuh ke dalam dan kapalan. Jika mendapatkan lecet atau pegal karena sepatu, hindari mencabut kulit tersebut. Letakkan perban di atasnya dan kenakan sepasang sepatu yang nyaman.

4. Berhati-hati Saat Berolahraga

Saat berolahraga, pastikan sepatu yang digunakan sudah nyaman. Hindari melakukan olahraga ketika memiliki luka terbuka di bagian kaki. Hindari pula jalan dengan bertelanjang kaki. Selalu lindungi kaki dengan sepatu yang sol bersol keras atau alas kaki yang cukup tebal.

Hindari sepatu yang membuat jari kaki atau tumit tidak terlindungi. Jangan lupa untuk mengganti kaus kaki setiap hari. Sebaiknya, pilih kaus kaki yang berbahan serat alami, seperti katun, wol, atau campuran kapas-wol. Hindari menggunakan kaus kaki yang ketat.

Baca Juga: Ketahui Penanganan Pertama untuk Mengatasi Paronikia

Selain merawat kuku tangan dan kaki, pengidap diabetes juga harus rutin memeriksakan kadar gula darah. Sekarang, enggak perlu repot untuk cek gula darah ke klinik. Gunakan fitur Get a Lab Checkup yang ada di Halodoc lalu tentukan jenis dan waktu pemeriksaan. Petugas lab akan datang sesuai waktu yang ditetapkan. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!