• Home
  • /
  • Perlu Tahu, Pola Makan Tepat untuk Pengidap Myositis

Perlu Tahu, Pola Makan Tepat untuk Pengidap Myositis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Perlu Tahu, Pola Makan Tepat untuk Pengidap Myositis

Halodoc, Jakarta - Tahukah kamu, pengidap myositis biasanya mengalami kelemahan otot bahkan ketidakmampuan untuk menggerakkan tubuh, lho. Hal ini karena myositis merupakan salah satu jenis peradangan pada otot, yang menyerang otot untuk menggerakkan tubuh dan merusak serat-serat di dalamnya. Kondisi ini umumnya menyebabkan gejala berupa nyeri otot, tubuh melemah, dan otot terasa lunak. Lalu, ada tidak sih pola makan yang tepat untuk pengidap myositis?

Sebenarnya tidak ada aturan khusus untuk pengidap myositis dalam hal makanan. Namun, untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah keparahan kondisi akibat tergerusnya otot, pengidap myositis memang disarankan untuk mengonsumsi makanan yang bisa menjaga kekuatan otot. Makanan tersebut dapat berupa protein, asam amino, zat besi, kalsium, dan berbagai nutrisi penting lainnya.

Baca juga: 5 Gejala Myositis yang Perlu Diketahui

Begini Pedoman Makan untuk Pengidap Myositis

Seperti telah disebutkan tadi, bahwa pengidap myositis dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sehat dan seimbang, terutama yang bisa menjaga kekuatan otot. Untuk pilihan jenis dan cara konsumsinya, berikut pedoman makan yang bisa coba diterapkan, untuk membantu menjaga kesehatan jaringan otot:

1. Daging Tanpa Lemak 

Pertumbuhan jaringan otot dapat ditunjang dengan konsumsi daging tanpa lemak, karena mengandung asam amino, zat besi, dan protein. Namun, pastikan juga untuk tidak terlalu berlebihan mengonsumsinya, ya. Sebab, mengonsumsi protein terlalu banyak tanpa meningkatkan intensitas aktivitas fisik hanya akan menambah kalori dan meningkatkan massa lemak. 

Jadi, pastikan untuk mengimbanginya dengan berbagai jenis makanan bernutrisi lainnya juga, seperti sayur dan buah, ya. Jika bingung menentukan sebanyak apa daging yang boleh dikonsumsi, kamu bisa tanyakan pada dokter gizi di aplikasi Halodoc. Pastikan aplikasinya sudah ter-download di ponselmu, ya. 

2. Sayur, Buah, dan Karbohidrat Sehat

Selain daging tanpa lemak, pastikan piringmu terisi dengan sepertiga buah dan sayur, sepertiga protein bebas lemak seperti ayam dan telur, dan sepertiganya lagi adalah karbohidrat sehat, seperti nasi merah, roti gandum utuh, atau pasta.

Baca juga: Bagus untuk Otot, Ini 7 Manfaat Protein yang Perlu Diketahui

3. Susu Rendah Lemak

Susu rendah lemak dapat menyediakan kalsium, kalium, vitamin D, protein, dan karbohidrat, yang juga baik untuk dikonsumsi oleh pengidap myositis. Namun, yoghurt juga dapat dicoba jika kamu mengalami intoleransi laktosa.

4. Sebutir Telur Sehari

Mengonsumsi sebutir telur dalam sehari baik untuk memenuhi kebutuhan asam amino harian. 

5. Kacang-Kacangan sebagai Kudapan

Sebagai kudapan, kacang mentah maupun rebus tanpa diasinkan dapat memberi protein, lemak baik, vitamin, serat dan zat antioksidan yang baik untuk tubuh.

Ketahui Jenis-Jenis Myositis

Myositis terbagi menjadi beberapa jenis, yang umumnya terdapat 5 jenis peradangan pada otot. Berikut dijelaskan satu persatu:

1. Dermatomyositis

Dermatomyositis adalah jenis peradangan pada otot yang paling mudah dikenali. Hal ini karena gejalanya yang berupa ruam berbentuk seperti bunga dan berwarna merah keunguan. Tak seperti jenis-jenis peradangan otot lainnya, dermatomyositis lebih banyak terjadi pada anak-anak dan remaja.

2. Polymyositis

Polymyositis biasanya menyerang otot yang berada di sekitar atau terdekat dengan batang tubuh. Myositis jenis ini umumnya dapat dikaitkan dengan adanya masalah pada sistem imun tubuh pengidapnya.

Baca juga: Badan Terlalu Lelah Dapat Memicu Terjadinya Nyeri Otot

3. Inclusion-body Myositis

Agak berbeda dengan jenis lainnya, myositis tipe ini lebih banyak terjadi pada pria dibanding dengan wanita, yang berusia lebih dari 50 tahun. Selain itu, penyakit ini umumnya menyerang otot yang lebih kecil dan cenderung memengaruhi salah satu sisi tubuh saja. Meski belum dapat dikonfirmasi, peradangan otot jenis ini diyakini berhubungan dengan masalah genetik.

4. Juvenile Myositis

Kasus kejadian myositis jenis ini lebih banyak ditemukan pada orang berusia 18 tahun ke bawah. Selain itu, kemungkinan terjadinya pada anak perempuan 2 kali lebih besar dibanding dengan anak laki-laki.

5. Toxic Myositis

Peradangan otot jenis ini diyakini berhubungan dengan konsumsi obat-obatan tertentu, serta penggunaan obat terlarang seperti kokain.

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Myositis (polymyositis and dermatomyositis). 
Healthline. Diakses pada 2020. What Is Myositis and How Can It Be Treated?
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2020. Myositis.
WebMD. Diakses pada 2020. Will Eating More Protein Help Your Body Gain Muscle Faster?