Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Amiloidosis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Amiloidosis

Halodoc, Jakarta - Amiloidosis adalah penyakit langka yang mempengaruhi berbagai organ dan menyebabkan kegagalan organ. Penyakit ini adalah kondisi saat protein yang disebut amiloid menumpuk di jaringan dan organ tubuh.

Amiloid yang normal memberikan peranan yang penting bagi aktivitas fisiologis tubuh, seperti dalam membentuk memori jangka panjang dan pelepasan hormon peptida. Saat terjadi kondisi abnormal, zat amiloid bisa memengaruhi kinerja tubuh. Dampak terburuknya, amiloidosis bisa menyebabkan kegagalan organ  jantung, limpa, hati, saluran pencernaan, ginjal, dan sistem saraf.

Baca Juga: Begini Cara Cegah Perkembangan Penyakit Amiloidosis

Gejala yang Dirasakan Pengidap Amiloidosis

Biasanya, amiloidosis tidak menunjukkan gejala hingga tahap lanjut. Gejala yang muncul juga dipengaruhi letak amiloid menumpuk, sehingga bisa berbeda-beda. Namun, beberapa gejala yang dirasakan antara lain:

  • Perubahan warna pada kulit.

  • Feses tampak seperti tanah liat.

  • Nyeri sendi.

  • Kelelahan.

  • Kelemahan.

  • Sesak napas.

  • Penurunan berat badan.

  • Lidah membengkak.

  • Detak jantung tidak teratur.

  • Selalu merasa kenyang.

  • Jumlah sel darah merah yang rendah (anemia).

  • Kesemutan dan mati rasa di tungkai dan kaki.

  • Genggaman tangan yang lemah.

Baca Juga: Yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Mengidap Amiloidosis

Gaya Hidup untuk Pencegahan Amiloidosis

Belum ada metode yang efektif dalam mencegah amiloidosis. Namun, kamu wajib melakukan perubahan gaya hidup demi menjaga kesehatan ginjal untuk mencegah amiloidosis. Beberapa upaya yang bisa kamu lakukan antara lain:

  • Minum air putih yang cukup, paling tidak 2 liter dalam sehari.

  • Makan makanan yang sehat.

  • Berolahraga secara rutin.

  • Menjaga berat badan.

  • Menghindari konsumsi alkohol.

  • Tidak merokok.

  • Mengontrol tekanan darah.

  • Menghindari aktivitas berat.

Langkah Pengobatan Amiloidosis

Sayangnya tidak ada obat khusus untuk mengatasi amiloidosis. Biasanya dokter meresepkan pengobatan untuk menekan pembentukan protein amiloid dan mengelola gejala yang muncul.

Jika amiloidosis disebabkan oleh kondisi lain, maka pengobatan dilakukan dengan mengobati penyebab yang mendasarinya terlebih dahulu. Berikut ini langkah untuk mengatasi amiloidosis:

  • Transplantasi sel dengan kemoterapi dosis tinggi dan stem sel dapat membantu menghilangkan zat yang menyebabkan pembentukan amiloid pada pasien dengan amiloidosis primer AL yang tidak memiliki lebih dari dua organ utama yang rusak. Obat-obatan kemoterapi digunakan untuk mengobati pasien lain dengan amiloidosis primer AL.

  • Amiloidosis sekunder (AA) diperlakukan dengan mengendalikan gangguan yang mendasarinya dan dengan obat antiinflamasi kuat yang disebut steroid, yang melawan peradangan.

  • Transplantasi hati untuk menghentikan penyakit pada mereka dengan amiloidosis turun-temurun.

  • Transplantasi jantung atau ginjal juga mungkin dianjurkan.

  • Obat diuretik untuk membuang kelebihan air dari tubuh.

  • Pengental penambah cairan untuk mencegah tersedak pada mereka yang memiliki pembengkakan lidah.

  • Stoking kompresi untuk mengurangi bengkak di kaki atau tungkai.

  • Modifikasi diet, terutama bagi pasien dengan amiloidosis gastrointestinal.

Penting untuk diketahui amiloidosis dapat mengancam nyawa apabila memengaruhi organ jantung atau ginjal. Diagnosis dan pengobatan dini penting untuk membantu meningkatkan kelangsungan hidup pengidapnya. Tanpa pengobatan, banyak pasien bisa kehilangan nyawa dalam waktu dua tahun dari diagnosis.

Baca Juga: Awas, Faktor-Faktor Ini Bisa Tingkatkan Risiko Amiloidosis

Itulah beberapa informasi terkait amiloidosis dan cara mencegah amiloidosis yang bisa dilakukan melalui perubahan gaya hidup. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal penyakit tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter bisa dilakukan dengan mudah melalui Chat atau Voice/Video Call. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!