Puasa Bisa Bantu Membersihkan Ginjal, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Puasa Bisa Bantu Membersihkan Ginjal, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Ada cukup banyak manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari puasa. Mulai dari mendetoksifikasi tubuh, menjaga kesehatan jantung, hingga menurunkan tekanan darah dan gula darah. Namun, benarkah puasa bisa membersihkan ginjal? Simak penjelasannya setelah ini.

Setiap harinya, organ-organ dalam tubuh seperti hati, ginjal, dan limfa bekerja keras untuk mengeluarkan dan menetralkan racun-racun yang masuk ke tubuh, dan menjaga sel-sel tetap sehat. Ketika berpuasa, input racun tambahan dari makanan akan berkurang, bahkan hilang. Organ-organ tubuh pun jadi bisa beristirahat.

Baca juga: 7 Sayuran untuk Kesehatan Ginjal

Itulah sebabnya puasa dapat memengaruhi kesehatan tubuh, bahkan untuk jangka panjang. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh tubuh dari puasa adalah menjaga kesehatan jantung, mengontrol tekanan darah, gula darah, hingga menurunkan berat badan. Manfaat ini tentu saja baru dapat diperoleh, jika kamu menjalani pola makan dan hidup sehat selama puasa.

Bagaimana Pengaruh Puasa bagi Ginjal?

Dalam hal meningkatkan fungsi ginjal, sebenarnya puasa tidak terlalu membawa pengaruh yang besar. US National Library of Medicine National Institute of Health pun menjelaskan bahwa efek puasa secara total dapat membuat fungsi ginjal sedikit menurun, tetapi dipertahankan dalam nilai referensi. Efek positif dari puasa lebih mendasar pada pengurangan stres oksidatif, berat badan, dan tekanan darah.

Lalu, dalam hal membersihkan ginjal, hidrasi yang baik merupakan kunci. Ketika tubuh terhidrasi, ginjal dapat terbantu dalam membersihkan natrium dan racun dari tubuh. Banyak minum air putih juga merupakan salah satu cara terbaik untuk terhindar dari risiko batu ginjal.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Inilah Penyebab Gagal Ginjal

Puasa Ternyata Justru Jaga Kesehatan Jantung

Seperti telah disebutkan sebelumnya, bahwa puasa dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung. Hal ini telah dibuktikan melalui sebuah studi yang diterbitkan pada Juni 2012, di The American Journal of Cardiology, dengan mengamati kebiasaan 200 pria dan wanita.

Hasilnya, mereka yang berpuasa selama sebulan dalam setahun, memiliki risiko penyakit jantung 58 persen lebih rendah, daripada mereka yang tidak melakukannya. Tentunya setelah mengendalikan faktor-faktor, seperti usia, status merokok, dan tekanan darah tinggi.

Sama halnya dengan mengontrol gula darah, dalam sebuah penelitian yang lebih kecil yang diterbitkan pada November 2013 di jurnal Nutrition, Metabolism & Cardiovascular Diseases yang ditulis oleh tim Horne, para ilmuwan mengukur berbagai tingkat darah pada 30 orang dewasa yang sehat setelah satu hari ketika mereka berpuasa dan satu hari ketika mereka makan secara normal.

Setelah berpuasa, peserta mengalami peningkatan hormon pertumbuhan manusia (HGH) sebanyak 4,7 kali lipat pada wanita dan 13,6 kali lipat pada pria, di antara perubahan lainnya. HGH melindungi massa otot tanpa lemak dan mendorong tubuh untuk membakar kelebihan lemak.

Baca juga: Cari Tahu Pentingnya Fungsi Ginjal bagi Tubuh

Selama puasa, lemak yang disimpan dalam sel-sel lemak sedang dimetabolisme dan digunakan sebagai bahan bakar. Seiring waktu itu berarti kamu memiliki lebih sedikit lemak dalam tubuh yang dapat menyebabkan lebih sedikit resistensi insulin dan risiko penyakit jantung di kemudian hari.

Itulah sedikit penjelasan tentang manfaat puasa bagi kesehatan. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!