• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Rangkaian Pemeriksaan untuk Mendeteksi Asam Lambung

Rangkaian Pemeriksaan untuk Mendeteksi Asam Lambung

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Lambung adalah salah satu organ yang berguna untuk mencerna makanan dengan cairan yang terdapat di dalamnya. Namun, jika cairan asam lambung terlalu banyak, yang disebabkan oleh beberapa hal, dapat menyebabkan naik ke kerongkongan. Gangguan ini disebut juga dengan penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Hal ini dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan nyeri dada, sehingga sering salah sangka dengan penyakit yang berhubungan dengan jantung. Maka dari itu, sangat penting untuk mendeteksi asam lambung di dalam tubuh. Berikut adalah rangkaian pemeriksaan untuk deteksi gangguan asam lambung!

Baca juga: 4 Jenis Gangguan Lambung

Beberapa Rangkaian Pemeriksaan untuk Deteksi Asam Lambung

Penyakit asam lambung adalah gangguan yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan (esofagus). Hal ini dapat menyebabkan nyeri pada ulu hati dan dada. Gejala ini mungkin terjadi minimal 2 kali dalam satu minggu yang menimbulkan ketidaknyamanan sehingga mengganggu aktivitas.

Kamu juga akan mengalami perasaan terbakar pada dada yang dapat lebih parah setelah makan atau berbaring. Kamu juga mungkin saja mengalami gangguan pencernaan lain, seperti mual dan muntah, maag, hingga sesak napas. Mulut kamu juga dapat terasa asam karena asam lambung yang naik.

Apa saja rangkaian pemeriksaan yang berfungsi untuk deteksi asam lambung? Umumnya, penyakit asam lambung yang masih dalam tahap ringan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan. Namun, jika kamu terus mengalami gejala dari gangguan tersebut, maka pemeriksaan harus dilakukan. Beberapa pemeriksaan akan dilakukan untuk memastikan penyakit yang terjadi, yaitu:

Pemeriksaan Dasar

Awalnya, dokter akan memeriksa kondisimu dengan beberapa cara, seperti memeriksa kondisi perut dengan mengetuk daerah perut, memeriksa kekembungannya, hingga timbulnya rasa nyeri yang terjadi. Setelah itu, dokter akan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara dari dalam perut.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait cara deteksi asam lambung, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang kamu gunakan! Selain itu, kamu juga dapat memesan secara online untuk pemeriksaan fisik di beberapa rumah sakit melalui aplikasi tersebut.

Baca juga: Ketahui Perbedaan antara Asam Lambung dan Maag

Pemeriksaan Lanjutan

Setelah itu, dokter juga akan melakukan tes pencitraan yang berguna untuk mendeteksi gangguan di dalam perut dengan menggunakan bantuan alat. Berikut beberapa alternatif pemeriksaan yang akan dilakukan untuk mendeteksi asam lambung:

  • USG perut: Cara ini dilakukan dengan menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi yang berguna untuk menghasilkan gambar bergerak agar dapat memperlihatkan bagian dalam perut.

  • Foto rontgen: Pemeriksaan ini dilakukan dengan bantuan sinar-X agar dokter dapat melihat bagian tubuh secara detail, seperti kerongkongan dan lambung.

  • CT scan: Pemeriksaan ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan kontras ke tubuh agar menghasilkan gambar detail di dalam perut dan mendeteksi adanya gangguan pada usus.

Pemeriksaan Akhir

Tahap terakhir dari rangkaian pemeriksaan untuk deteksi asam lambung adalah dengan pemeriksaan endoskopi. Hal ini merupakan pemeriksaan yang menggunakan alat disebut endoskop. Alat tersebut dapat digunakan untuk mendiagnosis dan mendeteksi gangguan yang terjadi pada sistem pencernaan. Cara ini dilakukan apabila kondisi yang terjadi sudah terbilang rutin terkena gejala dari gangguan asam lambung.

Baca juga: 7 Buah yang Tepat bagi Pengidap Penyakit Asam Lambung

Endoskopi memang terbilang umum untuk dilakukan, tetapi hal ini mungkin saja menyebabkan risiko walaupun terbilang jarang. Risiko yang dapat terjadi adalah perdarahan, kerusakan organ, hingga pembengkakan pada area yang disayat. Apabila dokter merekomendasi kamu untuk melakukan endoskopi, tanya secara detail alasannya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Everything You Need to Know About Acid Reflux and GERD
WebMD. Diakses pada 2019. What tests are used to diagnose acid reflux disease?