Rheumatoid Arthritis Bersifat Genetik, Benarkah?

rheumatoid-arthritis-bersifat-genetik-benarkah-halodoc

Halodoc, Jakarta – Bagi orang yang mengidap rheumatoid arthritis atau rematik, pasti tahu betapa menyiksanya penyakit ini. Pasalnya, saat kambuh, penyakit radang sendi ini bisa menyebabkan sendi terasa nyeri, bengkak, hingga terasa kaku. Bahkan, rheumatoid arthritis juga bisa menyebabkan pengidapnya kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari yang sederhana, seperti menulis, membuka botol, memakai baju dan membawa barang. 

Sayangnya, tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini terjadi karena katanya rheumatoid arthritis bersifat genetik. Namun, benarkah demikian? Simak penjelasannya lebih lanjut di sini.

Kenalan dengan Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid Arthritis adalah peradangan pada sendi yang disebabkan oleh kondisi autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri. Rheumatoid arthritis juga dijuluki dengan sebutan “penyakit orang tua” karena penyakit ini memang lebih sering dialami oleh orang yang berusia antara 40–60 tahun, terutama wanita.

Baca juga: Jaga Kesehatan, Ini Bedanya Gout Arthritis dan Rheumatoid Arthritis

Waspadai Gejalanya

Pengidap rematik biasanya akan mengalami sejumlah gejala yang bikin tidak nyaman, seperti nyeri sendi di kedua sisi tubuh, dan area sendi yang mengalami peradangan akan menjadi merah, bengkak, dan terasa panas. 

Gejala tersebut biasanya dimulai dari sendi di kaki, sehingga menimbulkan keluhan berupa:

  • Pergelangan kaki terasa nyeri saat berjalan menanjak

  • Tumit dan tulang kering juga bisa terasa nyeri saat berjalan di atas tanah yang tidak rata

  • Terjadinya perubahan pada bentuk telapak kaki, sehingga sulit memakai sepatu, serta pada bentuk jari kuku dan kuku kaki

Pada kasus yang lebih parah, rheumatoid arthritis dapat menyebabkan kelumpuhan. Penyakit radang sendi ini juga bersifat kronis atau jangka panjang, sehingga bisa kambuh kembali setelah menghilang selama beberapa saat.

Cari Tahu Penyebabnya

Meskipun rheumatoid arthritis diketahui sebagai penyakit autoimun, tapi penyebab kondisi autoimun tersebut sendiri masih belum diketahui secara pasti sampai saat ini. Namun, memang benar bahwa penyakit radang sendi ini diduga bisa terjadi karena faktor genetik. 

Pasalnya, pengidap rheumatoid arthritis biasanya memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang sama. Selain itu, dokter juga menduga adanya hubungan antara faktor lingkungan atau paparan bahan kimia dengan terjadinya kondisi ini.

Cara Mengobatinya

Pengobatan rheumatoid arthritis bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan, sekaligus mencegah kerusakan sendi lebih lanjut. Untuk mengurangi gejala rheumatoid arthritis yang mengganggu, kamu bisa melakukan perawatan berikut secara mandiri di rumah:

  • Hindari beraktivitas terlalu berat dan perbanyak istirahat.

  • Kompres area sendi yang terasa nyeri dengan es batu yang dibalut kain selama 20 menit.

  • Gunakan sepatu dengan sol khusus.

  • Perbanyak mengonsumsi makanan yang mengandung omega 3, seperti ikan salmon, ikan tuna, atau biji-bijian, serta makanan yang kaya akan antioksidan, contohnya keledai atau brokoli.

Baca juga: Mengidap Radang Sendi, Konsumsi 6 Makanan Ini

Selain perawatan tersebut, dokter juga bisa memberikan obat sesuai dengan tingkat keparahan penyakit yang dialami pengidap. Berikut ini obat-obatan yang biasanya digunakan untuk meredakan gejala, menghambat perkembangan, dan mencegah kerusakan sendi akibat rheumatoid arthritis:

  • Obat antirematik

  • Obat antiinflamasi nonsteroid

  • Obat kortikosteroid.

Di samping pemberian obat-obatan, terapi juga bisa dilakukan agar pengidap bisa lebih mudah melakukan kegiatan sehari-hari. Terapi yang biasanya diberikan pada pengidap rematik, yaitu fisioterapi dan terapi okupasi. Fisioterapi dilakukan untuk meningkatkan kekuatan otot dan kelenturan sendi. Sedangkan pemberian terapi okupasi bertujuan untuk membantu pengidap menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Gaya Hidup Sehat Bagi Pengidap Rheumatoid Arthritis

Sebaiknya bicarakan dokter mengenai pengobatan yang tepat untuk kondisi kamu. Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk meminta saran kesehatan, lho. Hubungi dokter melalui fitur Talk to A Doctor dan berbicara melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.