Ruam di Kulit Juga Bisa Jadi Gejala Tipes

Gejala Tipes

Halodoc, Jakarta - Demam tifoid, atau yang lebih dikenal dengan penyakit tipes merupakan infeksi bakteri yang dapat menyebar ke seluruh tubuh dan memengaruhi banyak organ. Penyakit ini bisa saja berujung pada komplikasi serius jika pengidapnya tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat. Akibatnya, pengidap bisa saja kehilangan nyawanya karena terinfeksi bakteri. Tipes akan ditandai dengan adanya ruam pada kulit, yang dapat menular melalui feses seseorang yang telah terinfeksi.

Baca juga: Ini Gejala Tifus dan Penyebabnya

Tipes, Infeksi Bakteri Salmonella typhi

Tipes merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri jenis Salmonella typhi. Penyakit ini dapat menular dengan cepat melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi feses yang mengandung bakteri tersebut. Penularan bakteri juga dapat terjadi karena paparan urine yang terkontaminasi, tetapi hanya pada kasus yang jarang terjadi.

Ruam di Kulit Juga Bisa Jadi Gejala Tipes, Benarkah?

Munculnya ruam kulit berupa bintik-bintik kecil berwarna merah muda merupakan salah satu gejala yang muncul jika kamu mengidap tipes. Biasanya, gejala akan muncul setelah 7-14 hari seseorang terpapar bakteri. Munculnya gejala juga bisa datang lebih cepat, yaitu sekitar tiga hari setelah seseorang terpapar bakteri. Ruam ini akan disertai dengan bintik-bintik berwarna gelap, seperti gigitan kutu yang biasanya terdapat pada daerah telapak tangan, kaki, dan wajah. Gejala yang yang ditimbulkan, antara lain:

  • Sakit kepala.

  • Mual dan muntah.

  • Demam tinggi, lebih dari 40 derajat celcius. Demam ini akan muncul secara bertahap.

  • Diare.

  • Batuk kering.

  • Nyeri pada otot dan sendi.

  • Sakit punggung.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Merasa linglung.

Nah, alangkah baiknya jika kamu segera diskusikan dengan dokter, apabila kamu menemukan gejala-gejala di atas guna mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan ragu, karena jika gejala yang muncul dibiarkan begitu saja, kondisi ini bisa saja membahayakan nyawa pengidapnya. Jadi, selalu perhatikan kondisi kesehatan tubuh kamu, ya!

Baca juga: Sudah Sembuh, Gejala Tipes Bisa Datang Lagi?

Begini Cara Mendiagnosis Penyakit Tipes

Rata-rata pengidap kondisi ini tidak menanggapi jika gejala muncul, karena gejala mirip dengan penyakit lain. Penyakit demam tifoid ini juga sulit untuk didiagnosis. Untuk itu, biasanya dokter akan melakukan tes darah atau biopsi kulit guna menentukan jenis bakteri apa yang tengah bersarang dalam tubuh pengidap dan menjadi penyebab dari tipes. Jika hasilnya belum juga terlihat, biasanya dokter akan mengambil sampel darah dalam kurun waktu dua minggu kemudian. Tes darah ini berguna untuk mendeteksi respons sistem kekebalan tubuh pengidapnya.

Terkadang penyakit akan mudah terdeteksi jika dokter menduga pengidap baru saja melakukan perjalanan atau liburan ke darah endemik yang berisiko tinggi menularkan penyakit demam tifoid ini. Seseorang dengan riwayat gigitan kutu, tungau, atau caplak yang ditemukan dalam tubuh juga berisiko tinggi mengidap penyakit tipes. 

Baca juga: Yang Perlu Diketahui tentang Penyakit Tipes


Untuk menghindari penyakit tipes, selalu lakukan pola hidup sehat dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik. Karena bakteri yang bersarang pada tangan, bisa saja menimbulkan penyakit berbahaya di kemudian hari. Jika gejala-gejala ringan muncul, segera periksakan diri ke dokter. Jangan menunggu sampai gejala penyakit tipes yang serius muncul dan membahayakan nyawamu. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa berdiskusi langsung dengan membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu melalui Halodoc. Yuk,  download aplikasinya segera!