05 January 2018

Sakit Kepala Muncul Saat Orgasme, Apa Penyebabnya?

Sakit Kepala Muncul Saat Orgasme, Apa Penyebabnya?

Halodoc, Jakarta – Saat seseorang mengalami orgasme, artinya dia telah berada di puncak kepuasan sebuah hubungan. Namun tak hanya kepuasan, nyatanya banyak yang mengeluh merasakan sakit kepala saat orgasme. Apakah kamu termasuk yang mengalaminya? Kenapa hal ini bisa terjadi?

Nyatanya sakit kepala saat akan orgasme, atau saat sedang dan setelah mencapai orgasme adalah hal yang cukup sering terjadi. Sejumlah ahli meyakini bahwa rasa nyeri tersebut muncul karena adanya peningkatan produksi hormon adrenalin secara tiba-tiba.

Adrenalin adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan berperan dalam situasi seperti rasa tegang, emosi, tertantang dan kesenangan. Sebab adrenalin dapat memicu jantung bekerja lebih keras dan berdetak lebih cepat. Saat hormon ini memasuki aliran darah, adrenali juga akan membuat tubuh lebih waspada.

Meningkatnya hormon adrenalin secara tiba-tiba menyebabkan pembuluh darah meningkat secara mendadak pula. Sehingga sakit kepala akan muncul sebagai efek dari kondisi ini. Hal itulah yang menyebabkan orgasme identik dengan sakit kepala.

Dilansir dari Boldsky, sakit kepala yang sering muncul di tengah aktivitas seksual biasanya terjadi dalam dua tipe. Tipe pertama adalah rasa sakit yang terasa secara perlahan dan semakin parah seiring berjalannya waktu. Rasa sakit biasanya akan dimulai dengan perasaan berat di sekitar kepala dan leher. Nyeri akan terus berlangsung selama aktivitas seksual, dan mulai meningkat dan berubah menjadi rasa sakit yang hebat dan tak tertahankan seiring dengan meningkatnya gairah seksual.

Sementara sakit kepala tipe kedua biasanya terjadi secara tiba-tiba. Artinya, rasa nyeri menyerang hingga menyebabkan seluruh bagian kepala terasa seperti sedang dipukul-pukul. Biasanya sakit kepala tipe ini akan terasa lebih menyakitkan karena terjadi secara  mendadak.

Apakah Sakit Kepala saat Orgasme Berbahaya?

Meski terasa menyakitkan dan dapat mengganggu ritme dalam bercinta, namun kondisi ini biasanya tidak berbahaya. Sakit kepala saat berhubungan seksual biasanya akan hilang dalam waktu beberapa jam saja. Namun pada beberapa kasus, nyeri bisa bertahan hingga tiga hari setelah mulai terasa.

Kendati demikian, tak menutup kemungkinan bahwa hal ini merupakan gejala dari sebuah penyakit yang serius. Seperti terjadi pelebaran abnormal (aneurisma) pada pembuluh darah otak. Beberapa kelainan pada otak juga bisa menjadi pemicu munculnya rasa nyeri termasuk malformasi pembuluh darah arteri dan vena di otak, diseksi alias robeknya lapisan dalam dari pembuluh darah otak, masalah arteri serviks hingga stroke.

Jika sakit kepala hanya terjadi saat orgasme, dan menghilang pada beberapa jam setelahnya maka tak perlu terlalu khawatir. Namun kamu sebaiknya segera melakukan pemeriksaan jika rasa nyeri tak kunjung hilang dan mulai muncul gejala lain seperti mual, muntah, pingsan dan nyeri pada leher hingga berhari-hari.

Mengurangi Sakit Kepala saat Orgasme

Kalau kamu atau pasangan termasuk orang yang sering mengalami sakit kepala saat orgasme, cobalah untuk mengonsumsi obat pereda nyeri sebelum berhubungan. Penggunaan obat jenis ini disebut dapat membantu mengurangi sedikit rasa nyeri.

Sex headache atau sakit kepala karena aktivitas seksual dapat dicegah dengan cara rutin mengonsumsi obat setiap hari, atau setidaknya satu jam sebelum bercinta. Selain itu, kamu juga bisa mengurangi risiko sakit kepala dengan banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan magnesium. Kandungan ini dapat membantu mencegah dan mengurangi rasa sakit pada tubuh. Kamu dapat menemukan banyak magnesium pada sayuran hijau, kacang-kacangan dan alpukat.

Jika keluhan dirasa semakin berat dan semakin sering terjadi, jangan lagi menunda pemeriksaan. Atau kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk mulai berbicara seputar gejala awal nyeri yang dirasakan pada dokter. Download Halodoc di Google Play dan App Store untuk mulai bicara dengan dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Kamu juga bisa membeli obat serta merencanakan pemeriksaan laboratorium lewat aplikasi Halodoc. Mudah bukan?